LESSON PLAN

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

 

Satuan Pendidikan      : SMP

Mata Pelajaran          : Bahasa Inggris

Kelas/semaster                       : VIII/I

Skill                             : Speaking

Tema                           : Admitting/denying

Alokasi waktu                        : 2 x 25 menit

 

SK/KD

  1. 1.      Speaking
  2. Mengungkapkan makna dalam percakapan transaksional dan interpersonal lisan pendek sederhana untuk berinteraksi dengan lingkungan sekitar.

3.1  Mengungkapkan makna dalam percakapan transaksional  (to get things done) dan interpersonal (bersosialisasi) sederhana dengan menggunakan ragam bahasa lisan secara akurat, lancar dan berterima untuk berinteraksi dengan lingkungan sekitar yang melibatkan tindak tutur : meminta, memberi, menolak jasa, meminta, memberi, menolak barang, mengakui, mengingkari fakta, dan meminta dan memberi  pendapat.

Indikator pencapaian

  • Mengungkapkan secara lisan ungkapan admitting/denying
  • Merespon secara lisan ungkapan admitting/denying
  • Berdiskusi tentang ungkapan admitting/denying
  1.        I.            Tujuan pembelajaran

Pada akhir pembelajaran siswa dapat :

  • Melafalkan atau mengungkapkan ungkapan admitting/denying
  • Menggunakan ungkapan admitting/denying dalam kehidupan sehari- hari
  • Merespon ungkapan admitting/denying secara lisan

 

  1.     II.            Materi ajar
    1. a.      Teaching material
      1.                         I.            Vocabulary related to the admitting/denying expression
      2.                       II.            Expression to admitting/denying the fact

ü  You can use these expressions to admitting the fact.

  • Yes, I admit it……….
  • Yes, I did………..
  • Yes, it’s true.

ü  You can use these expressions to denying the fact.

  • I’m not  lying , Dad ( actually you lie)
  • No, I didn’t  say that ( actually you said it)
  • The flower smells good (actually the flower smells bad)

 

  1. Learning material
  • Complete the dialogues below using the expressions of  admitting/denying the fact.

Jaja     :  I’ve never seen a rafflesia flower.

Baron :  you’II  be surprised when you see it?

Jaja     :  is it beautiful?

Baron :  (1)

Jaja     : Does it smell good?

Baron : yes, it smells very good.

Jaja     :  I can’t wait to see it.

Jaja     : (2)………………..

Baron : what smell? I don’t  smell anything. Anyway, that is the rafflesia flower.

Jaja     : wow, it is beautiful.

Baron : just like I said, right?

Jaja     : yes, but still smell something. The smell is stronger now. I wonder   …Ron, you said a rafflesia  flower smells good, didn’t you?

Baron  : (3)………………

Jaja      : yes, you did, you lied to me. This flower doesn’t smell good at all. It           smells very bad.

Baron : yes, it does . I lied to you.

Jaja     : Now you admit it.

Baron : (4)………………I want just trying to give you a surprise for you.

  • Based on dialogue above it’s group the practice it in front on the class.

 

  1.                   III.            Metode pembelajaran

ALM (Audio  lingual method), Driling conversation

 

 

  IV.    Kegiatan pembelajaran

  • Pendahuluan/ pre activities (15’)

-          Guru menyiapkan peserta didik secara psikis dan fisik untuk mengikuti process pembelajaran  (checking attendencce list)

-          Guru mengajukan beberapa pertanyaan yang mengaitkan pengetahuan sebelumnya dengan  materi yang akan dipelajari

Contoh :

‘’well student, do you ever admit rafflesia is beautiful?

“What do you say if you want to admit it?

-          Guru menjelaskan tujuan pembelajaran atau kompetensi dasar yang akan dicapai

“ok student, I will mention to you, what kind of expression you can   use,

“Please listen to me

After Imention one by one those expressions, I hope you can repeat it….

-          Guru menyampaikan cakupan materi dan penjelasan uraian kegiatan sesuai silabus

Well, my students, our topic is about expression  admitting/denying.

Kegiatan inti (60’)

  • Explorasi

-          Siswa mendengarkan secara seksama ungkapan yang disebutkan oleh guru.

-          Siswa diminta guru untuk mengulangi ungkapan tersebut.

-          Guru melihatkan gambar  yang berisi tentang expression admitting/denying

-          Siswa melengkapi dialog rumpang yang berisikan ungkapan expression admitting/denying secara kelompok.

  • Elaborasi

-          Siswa diminta untuk memahami ungkapan – ungkapan yang telah disebutkan oleh guru.

-          Siswa dengan bimbingan guru bersama – sama untuk mendiskusikan isi gambar  tentang expression admitting/denying

-          Siswa dan guru secara bersama mengulangi mengungkapkan ungkapan – ungkapan tertentu.

-          Siswa dibagi dalam beberapa kelompok dan diminta untuk menampilkan dialog yang telah dipelajari.

-          Siswa bersama pasangannya menampilkan dialog yang telah dibuat didepan kelas

You and your partner have to practice your dialogue in front of the classroom.

  • Konfirmasi

-     Guru meminta siswa untuk memberi tanggapan mereka atas penampilan teman-             temannya. What do you think about your friends performance?

-     Siswa mendapatkan feedback dari guru dan mereview ungkapan yang digunakan untuk         menyatakan unngkapan admitting/denying.

-     Guru memberikan appresiasi atas pencapaian siswa

  • Kegiatan akhir (20’)

-          Guru dan siswa menyimpulkan pelajaran bersama

-          Guru memberikan penilaian atas pencapaian siswa

-          Siswa mendapatkan feedback dari guru dan mereview ungkapan expression admitting/denying

-          Guru memberikan komentar yang membangun  kemajuan siswa.

-          Guru meminta siswa untuk membuat dialog dirumah yang berhubungan dengan expressions admitting/denying.

 

  1. V.     Sumber/bahan/alat
  • English in focus ( for grade VIII )

 

  1. VI.  Penilaian
    1. a.      Teknik : Tes lisan
    2. b.      Bentuk : Mempratekkan dialog didepan kelas
    3. c.       Alat penilain
    4. d.      Kriteria penilain

Rubric penilaian

No. Element yang dinilai Skor maksimal Penilaian peserta didik
1. Intonation

20

 
2. Pronunciation

20

 
3. Fluency

20

 
4. Content

20

 
5. Facial/ body expresion

20

 
  Total

100

 
  1. VII.     Evaluasi

Kisi_ kisi soal      

No Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikatir Pencapaian
  Mengungkapakan makna dalam percakapan transaksional dan interpersonal lisan pendek sederhana untuk berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Mengungkapkan makna dalam percakapan transaksional  (to get things done) dan interpersonal (bersosialisasi) sederhana dengan menggunakan ragam bahasa lisan secara akurat, lancar dan berterima untuk berinteraksi dengan lingkungan sekitar yang melibatkan tindak tutur : meminta, memberi, menolak jasa, meminta, memberi, menolak barang, mengakui, mengingkari fakta, dan meminta dan memberi  pendapat.

 

  1. Mengungkapakan secara lisan ungkapan

Admitting/denying

 

  1. Merespon secara lisan ungkapan Admitting/denying

 

  1. Berdiskusi tentang ungkapan Admitting/denying

 

 

 

Mengetahui                                                                                          Padang,………..2011

Kepala SMP Negeri……….                                                                 Guru Mata Pelajaran

 

……………………                                                                            NOVA YULIMARIZA

 

 

 

Exercise

Complete the dialog below using expression admitting/denying.

Jaja     :  I’ve never seen a rafflesia flower.

Baron :  you’II  be surprised when you see it?

Jaja     :  is it beautiful?

Baron :  (1)

Jaja     : Does it smell good?

Baron : yes, it smells very good.

Jaja     :  I can’t wait to see it.

Jaja     : (2)………………..

Baron : what smell? I don’t  smell anything. Anyway, that is the rafflesia flower.

Jaja     : wow, it is beautiful.

Baron : just like I said, right?

Jaja     : yes, but still smell something. The smell is stronger now. I wonder   …Ron, you said a rafflesia  flower smells good, didn’t you?

Baron  : (3)………………

Jaja      : yes, you did, you lied to me. This flower doesn’t smell good at all. It           smells very bad.

Baron : yes, it does . I lied to you.

Jaja     : Now you admit it.

Baron : (4)………………I want just trying to give you a surprise for you.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

MICRO TEACHING

 

 

 

 

 

 

By :

NOVA YULIMARIZA

08040170

 

 

 

 

 

Lecturer :

 

Armilia Riza , S.Pd

 

 

 

 

 

 

ENGLISH  DEPARTMENT

COLLEGE OF TEACHER TRAINING  AND EDUCATIO N

(STKIP) PGRI WEST SUMATERA

PADANG

2011

 

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

 

Satuan Pendidikan          : SMA

Kelas/ Semester               : XI/ I

Mata Pelajaran                 : Bahasa Inggris

Skill                                        : Writing

Jumlah Pertemuan          : 2 x 45 menit

  1.         I.            Standar Kompetensi

6. Mengungkapkan makna dalam teks esei berbentuk report, narrative, dan analytical exposition dalam konteks kehidupan sehari-hari.

  1.       II.            Kompetensi Dasar

6.2 Mengungkapkan makna dan langkah retorika dalam esei dengan menggunakan ragam bahasa tulis secara akurat, lancar dan berterima dalam konteks kehidupan sehari-hari dalam teks berbentuk: report, narrative, dan analytical exposition.

  1.     III.            Indikator Pencapaian
  • Mengkonstruksikan defenisi dari analytical exposition
  • Mengkonstruksikan generic structure dari analytical exposition
  • Menulis suatu teks fungsional berbentuk analytical exposition
  1.     IV.            Tujuan Pembelajaran
  • Siswa dapat mengkonstruksikan defenisi dari analytical exposition
  • Siswa dapat mengkonstruksikan generic structure dari analytical exposition
  • Siswa mampu menulis suatu teks fungsional berbentuk analytical exposition
  1.       V.            Materi Ajar
  2. a.       Teaching Material
    1. An analytical exposition is a type of spoken or written text that is intended to persuade the listeners or readers that something is the case.
    2. Language Features: Emotive words ( worried, alarmed etc )
    3. Words that link arguments (firstly, however, therefore etc )
    4. Generic structure:
  • Thesis
  • Arguments
  • Reiteration os conclusion

 

 

Text 1

Teks analytical exposition

The Importance of English

Thesis {I personally think that English is the world’s most important language. Why do i say that?

Argument 1 { Firstly, English is an international language. It is spoken by many people all around the world, either as a first or second language.

Argument 2 { Secondly, English is also the key which opens doors to scientific and technical knowledge, which is needed for the economic and political developmentof many countries in the world.

Argument 3 { Thirdly, English is a top requirement of those seeking jobs. Applicants who master either active or passive English are more favorable than those who do not.

Conclusion {From the fact above, it is obvious that everybody needs to learn English to greet the global era.

  1. b.      Learning Material

Task 1

Read the following text and then identify the thesis, arguments and reiteration or conclusion

Do we need language laboratory in language learning?

        To improve the students’ quality in language learning, we need language laboratory. As we know, two of subjects given on the national examination are Bahasa Indonesia and English. Especially on English, there is listening comprehension section on the test. Student should be prepared to do listening test one of the instruments needed is language laboratory.

Actually we have tape recorder to teach listening, but it is a matter of problem since the teacher must bring tape recorder, wide, cassette, and another material from the class to class. It wastes of energy and time. Teacher are busy on perpare instruments. If we have language laboratory, teacher can prepare the material of lesson  without disturbing preparing the instruments.

Furthemore, language laboratory is not only used by English lesson, but also can be used by any language lessons.There are four language lessons: they are Bahasa Indonesia, English, Arabic nd Bahasa Minang. Those teachers can use language laboratory when teaching and it is very useful for students.

  1.     VI.            Metode Pembelajaran: Contextual teaching learning
  2.   VII.            Langkah-langkah kegiatan

 

  • Kegiatan awal (10’)
    • Guru menyiapkan peserta didik secara psikis dan fisik untuk mengikuti proses pembelajaran.

Good morning students, how are you today?

Before we start our lesson , I will check your attendance list first.

Who is absent today?

Any news about her?

  • Guru menjelaskantujuan pembelajaran atau kompetensi dasar yang akan dicapai.
  • Guru menyampaikan cakupan materi dan penjelasan uraian kegiatan sesuai syllabus.
  • Guru memberikan text exposition analytical danmenjelaskannya
  • Kegiatan inti (60’)

 

Explorasi

  • Siswa memperhatikan teks dan membaca dalam hati
  • Siswa diminta untuk mengidentifikasi generic structure dari teks tersebut dan menuliskannya ke papan tulis
  • Siswa diminta untuk membuat text yang berbentuk analytical exposition

 

  • Elaborasi
    • Siswa diminta untuk menuliskan jawaban di papan tulis

“What do you think about the answer? Is it correct?

  • Siswa dengan dibimbing guru bersama-sama mendiskusikan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang diberikan

 

  • Konfirmasi
    • Guru mereview kembali tentang materi yang sudah diberikan
    • Siswa mendapat feedback dari guru tentang materi
    • Guru memberikan apresiasi atas pencapaian siswa

 

  • Kegiatan Akhir (20’)
    • Guru meminta siswa untuk merangkum materi secara lisan berdasarkan pemahaman mereka
    • Guru memberikan penilaian atas pencapaian siswa
    • Guru menanyakan kesulitan siswa dalam belajar
  1. VIII.            Sumber/ bahan/ alat:
  • Look Ahead 2 for Senior High School Students
  • Teacher’s voice
  • Chart
  • Another supporting sources
  1.     IX.            Penilaian

Writing

Bentuk: Menentukan generic structure dari teks analytical exposition

Kriteria penilaian

Pedoman penilaian: Ejaan dan struktur bahasa

Tiap jawaban benar skor 20

Jumlah skor maksimal 100

 

Nilai = Jumlah skor diperoleh

__________________  X 100

Jumlah skor maksimal

 

 

  1.       X.            Evaluasi

Kisi-kisi

No Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian
6. Mengungkapkan makna dalam teks esei berbentuk report,narrative, dan analytical exposition dalam konteks kehidupan sehari-hari. Mengungkapkan makna dan langkah retorika dalam esei dengan menggunakan ragam bahasa tulis secara akurat, lancar dan berterima dalam konteks kehidupan sehari-hari dalam teks berbentuk: report, narrative, dan analytical exposition. Siswa mampu:

1. Mengkonstruksikan defenisi dari analytical exposition.

2. Mengkonstruksikan generic structure dari analytical exposition.

3. Menulis suatu teks fungsional berbentuk analytical exposition.

4. Mengungkapkan secara tertulis informasi yang terdapat dalam suatu teks analytical exposition.

 

 

 

Task 1

Read the following teks and then identify the thesis, arguments and reiteration or conclusion

Teks analytical exposition

Do we need language laboratory in language learning?

                To improve the students’ quality in language learning, we need language laboratory. As we know, two of the subjects given on the national examination are Bahasa Indonesia and English. Especially on English, There is listening comprehension section on the test. Student should be prepared to do listening test one of the instruments needed is language laboratory.

Actually we have tape recorder to teach listening, but it is a matter of problem since the teacher must bring tape recorder, wide, cassette, and another material from the class to class. It wastes of energy and time. Teacher are busy on prepare instruments. If we have language laboratory, teacher can prepare the material of lesson without disturbing preparing the instruments.

Furthermore, language laboratory is not only used by English lesson, but also can be used by any language lessons. There are four language lessons; they are Bahasa Indonesia, English, Arabic and Bahasa Minang. Those teachers can use language laboratory when teaching and it is very useful for students.

 

Task 2

Student make a text of analytical exposition.

 

 

Padang, 22 juni 2011

Mengetahui,

Kepala SMA                                                                                                                        Guru Bahasa Inggris

 

 

Armilia Riza, S.Pd

 

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

(RPP)

Satuan Pendidikan       :           SMPN 5 Solok

Kelas / Semester          :           VII/I

Mata Pelajaran             :           Bahasa Inggris

Skill                             :           Speaking

Topic                           :           Apology

Waktu                          :           1×45 Menit

 

SK/KD

  1. Speaking

1.1.Mengungkapakan makna dalam percakapan transaksional dan interpersonal sangat sederhana untuk berinteraksi dengan lingkungan sekitar.

1.2.Mengungkap makna dalam percakapan transaksional (to get things) dan interpersonal (bersosialisasi) dengan menggunakan ragam bahasa lisan sangat sederhana secara akurat, lancer dan berterima dengan lingkunga sekitar.

Indikator :

  1. Mengidentifikasi ungkapan dan member ma’af.
  2. Menggunakan ungkapan meminta dan member ma’af.
  3. Merespon ungkapan meminta dan member ma’af.

Tujuan Pembelajaran

  1. Siswa mampu mengidentifikasi percakapan transaksional dan interpersonal.
  2. Siswa mampu menggunakan ungkapan meminta ma’af dan member ma’f.
  3. Siswa mampu merespon ungkan meminta dan member ma’af.

 

 

  1. Materi Ajar
    1. Expression asking for and giving apology

 

Expression

Respons

I’m really sorry

It’s all right/ok

I’m so sorry

Never mind

sorry

No problem

 

  1. Learning material

Ok. I have dialogue and you must listen it carefully

 

Dialogue :

Ana            :  Willy, where is my comic?

Willy          :  I don’t know!

Ana            :  You don’t know? I saw you read it before I went.

Willy          :  But, I can’t find it

Ana            :  How could you he, so irresponsible?

Willy          :  I’m sorry, I didn’t mean to lose it (suddenly remember something) oh my god.

I remember I was dropped it into the river.

Ana            :  What do you say?

Willy          :  I’m, so sorry an, I’m terribly. Sorry.

Ana            :  I’m very disappointed.

Willy          :  I’m promise, I will buy you a new one after I have got enough money.

Ana            :  Well, If you say. So your apology is accepted.

 

  1. Metode Pembelajaran

CLT (Communicative Language Teaching)

 

 

 

 

 

  1. Langkah-langkah kegiatan

# Kegiatan awal (Pre activities)

  1. Guru menyiapkan peserta didik secara psikis dan fisik untuk mengikuti proses belajar mengajar.
  • Greeting
  • Check attendance list
  • I’ll check your attendance…. Who is absent today?
  1. Review
  • Well last meeting, you have studied about report.
  • Dou you still remember about our material last week?
  • Who remember about generic structure of report?
  • Yes very good.
  • Ok. Students. Now we are going to discuss our new material.
  1. Guru memulai proses belajar mengajar dengan melakukan tanya jawab tentang media yang digunakan/ditampilakan (Video).

 

  1. Guru menyampaikan cakupan materi dan penjelasan uraian kegiatan sesuai syllabus.

 

Kegiatan Inti Whilist (activities)

  • Explorasi  :

ü  Siswa mendengarkan percakapan interpersonal/transaksional yang berisikan unkapan minta ma’af.

ü  Siswa diminta guru untuk mengulangi ungkapan minta ma’af.

ü  Siswa mampu merespon percakapan interpersonal/transaksional yang berisikan ungkapan meminta ma’af.

ü  Guru memberikan contoh dialog kepada siswa.

ü  Guru meminta siswa untuk mengidentifikasi percakapan tentang permintaan ma’af.

 

 

 

 

 

 

  • Elaborasi  :

ü  Siswa dan guru secara bersama mengulangi, mengungkapkan ungkapan tetentu.

ü  Siswa dibagi dalam beberapa kelompok dan diminta untuk menampilkan dialog yang telah dipelajari bersama teman.

ü  Guru memberikan sebuah dialog untuk ditampilakn didepan kelas untuk tiap kelompok.

 

  • Konfirmasi  :

ü  Guru memberikan penilaian atas penampilan siswa.

ü  Guru memberikan komentar yang bersifat membangun untuk kemajuan siswa.

ü  Guru membacakan kembali beberapa ungkapan memberikan apology.

ü  Siswa mendapatkan feedback dari guru dan mereview ungkapan yang digunakan untuk mengungkapkan permintan ma’af.

 

Post teaching  :

ü  Guru memancing siswa untuk membuat rangkuman berdasarkan pemahaman mereka sendiri.

ü  Guru memberikan penilaian atas pencapaian siswa.

ü  Guru memberikan komentar yang membangun bagi kemajuan siswa.

 

  1. Sumber / Bahan / Alat
  • Book English On Sky.
  • Video from www.youtube.com
  • Teacher Voice.
  • Another Supporting Ideas.

 

 

 

 

 

 

 

  1. Penilaian
  • Teknik                   :  Tes Lisan
  • Bentuk practice      :  In front of in the class based on the dialogue with partner.
  • Kriteria penilaian   :

No.

Elemen yang dinilai

Skor max

Penilaian peserta didik

1.

Intonation

20

2.

Pronounciation

20

3.

Fluency

20

4.

Content

20

5.

Facial expression

20

 

  1. Evaluasi

Kisi-kisi soal

No. Standar kompetensi Kompetensi dasar Indikator
1. 1.1Mengungkapakan makna dalam percakapan transaksional dan interpersonal sangat sederhana untuk berinteraksi dengan lingkungan sekitar.

 

112.Mengungkap makna dalam percakapan transaksional (to get things) dan interpersonal (bersosialisasi) dengan menggunakan ragam bahasa lisan sangat sederhana secara akurat, lancer dan berterima dengan lingkunga sekitar.

 

1.Mengidentifikasi ungkapan dan memberi ma’af.

2.Menggunakan ungkapan meminta dan memberi ma’af.

3.Merespon ungkapan meminta dan memberi ma’af.

 

 

 

Mengetahuai                                                                                        Padang    Mei 2011

Kepala SMPN 5 Solok                                                                         Guru Mata Pelajaraan

 

Armilia Riza S.pd                                                                                Deni Rinaldi

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

 

Satuan pendidikan      :  SMA 1 Pasaman Barat

Kelas/semester            :  X/II

Mata pelajaran             :  Bahasa Inggris

Skill                             :  Writing

Jumlah pembelajaran   :   2 x 45 menit

 

1. Standar kopetensi

 

Mengungkapkan makna dalam teks tulis fungsionsl pendek dan essay sederhana berbentuk narrative, descriptive, dan new items dalam konteks kehidupan sehari-hari.

 

II. Kompetensi dasar

Mengungkapkan makna dalam bentuk teks tulis fungsional pendek (misalnya: pengumuman, iklan, undangan dll) resmi dan tak resmi secara akurat, lancar, dan berterima yang menggunakan ragam bahasa tulis dalam konteks kehidupan sehari-hari

 

III. Indikator

  • Mengungkapkan secara tertulis informasi yang terdapat dalam brochure
  • Menjelaskans bagian-bagian dari brochure
  • Mengetahui tujuan teks fungsional pendek dalam brochure
  • Menulis suatu teks fungsional berbentuk brochure

 

Pada akhir pembelajaran siswa dapat:

  • Mengungkap secara tertulis informasi yang terdapat dalam brochure
  • Menjelaskan bagian-bagian dari brochure
  • Mengetahui tujuan teks fungsional pendek dalam brochure
  • Mampu menulis suatu teks fungsional berbentuk brochure

 

 

 

 

 

 

 

 

V. Materi Ajar

 

  1. Teaching Material

 

Brochure is a peace of paper which is consist of the information of something

 

Text Definition Purpose Function characteristic
Brochure
  • · Pamphlet, booklet, especially: one containing descriptive or advertising material.
    • For advertising purposes
    • Forgive something information’s
      • Advertise or promote something
      • Use a headline, consist of short and simple sentence
      • Use kind and size of readable word
      • Make the reader interesting and buy that product
      • Explain the positive side of a product
      • Show address or person can be contacted clearly

 

Examples:      

                                                                                   Picture beef on your table tonight

            

 

Cafeteria’s the best home cooking in the south

 

Tranquility nail spa inc

 

b.      Learning material

 

A.     Make the brochure by yourself based on the picture?

 

 

 

 

  1. B.     Make the brochure by yourself based on the picture?

 

 

  1. C.     Make the brochure by yourself based on the picture?

 

 

  1. D.    Make the brochure by yourself based on the picture?

 

 

 

VI. Metode Pembelajaran:

CTL (Contextual Teaching Learning)

 

VII. Langkah-Langkah kegiatan

Petemuan Awal #1

  • Kegiatan Awal (10’)

Guru menyiapkan peseta didik secara psikis dan fisik untuk mengikuti proses     pembelajaran (check attendance list)

Guru mengajukan beberapa pertanyaan yang mengaitkan pengetahuan sebelumnya dengan materi yang akan dipelajari (review material)

Contoh:

                     What did you learn last week?

         Ok, what do you thing about brochure?

Guru menjelaskan tujuan pembelajaran atau kompetensi dasar yang akan       dicapai.

      After learning a brochure, I hope you can construct about it in daily ife

Guru menyampaikan cakupan materi dan penjelasan uraian kegiatan sesuai silabus.

Well, my students, our topic today is about writing a brochure

Guru menjelaskan bagian-bagian dari brochure

Guru memperlihatkan kepada siswa beberapa contoh dari brochure

 

 

  • Kegiatan inti (60)

Explorasi

Siswa membaca dan memahami contoh dari brochure yang diperlihatkan guru.

Siswa diminta untuk membuat suatu brochure berdasarkan gambar yang diberikan guru.

 

 

Elaborasi

Siswa diminta untuk menuliskan sebuah brochure di papan tulis sesuai dengan gambar yang diberikan.

What do you thing about the answer? Is it correct?

siswa dengan bimbangan guru bersama-sama mendiskusikan jawaban tentang brochure yang diberikan guru.

siswa dengan bimbingan guru bersama-sama mendiskusikan informasi yang terkandung di dalam brochure sesuai dengan gambar yang diberikan oleh guru.

 

Konfirmasi

Guru mereview kembali tentang yang sudah diberikan

Siswa mendapat feedback dari guru tentang materi

Guru memberikan appresiasi atas pencapaian siswa

 

 

  • Kegiatan akhir (20’)

Guru memancing siswa untuk dapat membuat rangkuman berdasarkan pemahaman mereka sendiri.

Guru memberikan penilaian atas pencapaian siswa

Siswa mendapat feedback dari guru dan mereview materi

Guru memberikan penilaian atas pencapaian siswa

Guru memberikan komenter yang mrnbangun bagi kemajuan siswa

 

VIII. Sumber/Bahan/Alat

 

  • English Erlangga SMA
  • Pegangan guru (wajar) Grade X
  • Another supporting source

 

IX. Penilaian

Writing

  • Bentuk: answer question
  • Teknik: tertulis
  • Criteria penilaian

 

v  Word choice

v  Content

v  Comprehension

 

Rubric Penilaian (writing)

 

No

Element Penilaian

Skor Maksimal

Penilaian peserta didik

1. Ketepatan pilihan kata dalam membuat brochure

20

 
2. Hubugan topic dengan isi brochure

40

 
3. Kelengkapan dari bagian-bagian brochure

40

 
  Total skor

 

100

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

X. Kisi – Kisi soal:

 

No Standar kompetensi

 

Kompetensi dasar Indikator pencapaian
12 Writing

Mengungkapkan makna dalam teks tuis fingsional pendek dan essay sederhana berbentuk narrative, descriptive, new item dalam kehidupan sehari-hari

 

 

Mengungkan makna dalam bentuk teks tulis fungsional pendek (misalnya: pengumuman, iklan, undangan,dll) resmi dan tak resmi secara akurat dan berterima yang

menggunakan ragam bahasa tulis dalam konteks kehidupan sehari-hari.

Siswa mampu:

 

1.      Mengungkap secara tertulis informasi yang terdapat dalam brochure

2.      Menjelaskan bagian-bagian dari brochure

3.      Mengetahui tujuan teks fungsional pendek dalam brochure

4.      Mampu menulis suatu teks fungsional berbentuk brochure

 

 

 

 

 

Mengetahui,                                                                            Pasaman, juny 2011

 

Kepala SMAN 1 Pasaman Barat                                            Guru Bahasa Inggris

 

 

 

 

 

 

 

(……………………………)                                                      (Zanni Sauri S.Pd)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Satuan Pendidikan          : SMP

Kela/semester                  : VII/2

Mata Pelajaran                 : Bahasa Inggris

Skill                                        : Listening

Jumlah Pertemuan          : 2×45 menit

 

SK/KD

  1. Memahami makna dalam percakapan transaksional dan interpersonal sangat sederhana untuk berinteraksi dengan lingkungan terdekat.
  2. Merespon makna dalam percakapan transaksional (to get things done) dan interpersonal (bersosialisasi) sangat sederhana secara akurat, lancar dan berterima untuk berinteraksi dengan lingkungan terdekat yang melibatkan tindak tutur; meminta dan menberi jasa, meminta dan member barang, serta memintadan member fakta.

Indikator Pencapaian

  • Mengidentifikasi makna percakapan
  • Mengidentifikasi hubungan pembicaraan
  • Mengidentifikasi makna tindak tutur menawarkan sesuatu
  • Merespon tindak tutur menawarkan sesuat

 

 

 

 

 

 

  1. 1.       Tujuan pembelajaran
  • Siswa dapat mengidentifikasi makna pembicaraan
  • Siswa dapat mengidentifikasi hubungan antar pembicaraan
  • Siswa mampu mengidentifikasi makna tindak tutur menawarkan sesuatu
  • Siswa mampu merespon dengan benar tindak tutur menawarkan sesuatu
  • Siswa dapat menentukan ungkapan yang didengar dengan berhubungan dengan menawarkan sesuatu

 

  1. 2.       Materi  pokok

Ungkapan menawarkan sesuatu

  • What can I do for you?
  • Can I help you?
  • May I help you?
  • Do you want me to help?
  • Need help?
  • Is there anything I can do for you?

 

  1. 3.       Metode pembelajaran/Teknik: contextual teaching learning

 

  1. 4.       Langkah-langkah Kegiatan

Kegiatan awal (10’)

  • Guru menyiapkan peserta didik secara psikis dan fisik untuk mengikuit proses pembelajaran
  • Check the attendance list
  • Guru mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan materi yang akan diajarkan:

“well students, have you ever asked someone to helped?

“what do you say when you want to help someone?”

  • Guru menyampaikan cakupan materi yang akan diajarkan

“well students, our topic is about offering something”

 

Kegiatan inti (60’)

Explorasi

  • Guru memutarkan video berisi percakapn interpersoanal/transaksional mengenai ungkapan offering something
  • Siswa mendengarkan ungkapan interpersonal/transaksional mengenai ungkapan offering something
  • Siswa menggaris bawahi ungkapan offering something secara berkelompok

 

Offering Something

Shoekeeper       : good morning miss. What can I do for you?

Lola                        : morning, I need English dictionary

Shoekeeper       : an English dictionary? Sure, in couple minutes, please

:Well, here it is, miss. Any else?

Lola                        : let me read it first

Shoekeeper       : ok, no problem. Is there anything I can do more, miss?

Lola                        : yes, please. I need

Shoekeeper       : all right, well, here they are. How about some papers?

Lola                        : no thank you. I still have them. May be next time. Ok, how much for all?

Shoekeeper       : they will be…mmm Rp50.000

Lola                        : well, here it is

 

  • Siswa diminta untuk menggaris bawahi ungkapan mengenai offering something yang terdapat didalam text

 

Elaborasi

  • Siswa dengan dibimbing guru bersama-sama mendiskusikan isi percakapan mengenai offering something
  •   Siswa menyebutkan ungkapan offering something yang ada didalam dialog dan siswa lain mendengarkan dan menganalisa pengucapan yang didengar

 

  • Siswa dibagi dalam beberapa kelompok dan diminta untuk menggaris bawahi ungkapan yang berhubungan dengan offering somethingyang terdapat didalam text
  • Siswa dan guru mendiskusikan tentang penggunaan ungkapan offering something

 

Konfirmasi

  • Guru membacakan kembali beberapa ungkapan offering something
  • Siswa mendapat feedback dari guru
  • Guru memberikan apresiasi atas pencapaian siswa

 

Kegiatan akhir

  • Guru dan siswa menyimpulkan pelajaran bersama

 

Sumber/bahan/alat

  • Buku: English Students Worksheet For Innovative Learning Junior High School VII

 

Penilaian: Merespon ungkapan dari dialog yang didengarkan dengan banar, skor 20

  • Mampu mengidentifikasi ungkapan offering something secara lisan dan tertulis, skor 50
  • Menemukan informasi yang tersirat dalam teks, skor 30

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kisi-kisi soal

No

Standar Kompetensi

Kompetensi Dasar

Indicator Pencapaian

1 Listening

Memahami makna dalam percakapan transaksional dan interpersonal sangat sederhana untuk berinteraksi dengan lingkungan terdekat

Merespon makna dalam percakapan transaksional (to get things done) dan interpersonal (bersosialisasi) sangat sederhana secara akurat, lancar dan berterima untuk berinteraksi dengan lingkungan terdekat yangmelibatkan tindak tutur: meminta dan memberi jasa, meminta dan memberi barang, serta meminta dan member fakta Siswa mampu:

  1. Merespon ungkapan dari dialog yang didengarkan dengan benar
  2. Mengidentifikasi ungkapan offering something secara lisan dan tertulis
  3. Menemukan informasi yang terdapat didalam teks

 

Mengetahui                                                                                                                            Padang,4 Mei 2011

Kepala SMP 1 Padang                                                                                                         Guru Bahasa Inggris

 

Dra. Insaniah Mumtaz N, M.Sc                                                                                             Nilawati, Spd

RENCANA PELASANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)

 

Satuan pendidikan    : SMA Negeri 1 Pesisir Selatan

Kelas/sememster        : XI/II

Mata pelajaran          : Bahasa Inggris

Skill                             : Speaking

Jumlah pertemuan    : 1 X 30 menit

  1. I.                   Standar kompetensi

9. menggunakn makna dalam teks percakapan transaksional dan interpersonal resmi dan berlanjut (sustained) dalam konteks kehidupan sehari-hari.

  1. II.                Kompetensi dasar

9.1. mengungkapkan makna dalam percakapan transaksional (to get things done) dan interpersonal (bersosialisasi) resmi dan berlanjut (sustained) denagn menggunakan ragam bahasa lisan secara akurat, lancer, dan berterima dalam konteks kehidupan sehari-hari dan melibatkan tindak tutur menyatakan sikap terhadap sesuatu, menyatakn perasaan cinta, dan menyatakn perasaan sedih.

  1. III.             Indikator
    1. Mengidentifikasi ungkapan perasaan cinta
    2. Melafalkan ungkapan perasaan cinta
    3. Merespon ungkapan perasaan cinta
    4. Menggunakan ungkapan perasaan cinta
  2. IV.             Tujuan pembelajaran

Pada akhir pembelajaran siswa dapat:

  1. Mengidentifikasi ungkapan perasaan cinta
  2. Melafalkan ungkapan perasaan cinta
  3. Merespon ungkapan perasaan cinta
  4. Menggunakan ungkapan perasaan cinta

 

  1. V.                Materi ajar
    1. a.      Teaching material

Vocabulary related to the expression love

Expression love

Responses

ü  I love you

ü  I really love you

ü  I really love you and I always will

ü  I truly love you endlessly

ü  There’s nothing that compares with my love for you

ü  Word fall to convey how much, I love you

ü  My love will never stop loving you

ü  I love you so much

ü  How deep my love for you

ü  I can’t stop loving you

ü  I love you

ü  I really love you too

ü  Same with me

ü  I hope so

ü  Really,,,, so nice

ü  So do I

ü  Me too

ü  I have the same feeling with you

 

  1. b.      Learning material

Situation: Shinta is a Ms. Ani daughter, shinta celebrate mother day on 22 December,, she make everything become special to her mother.

Shinta              :  Good morning mom!

Ms. Ani           :  Good morning honey

Shinta              : Mom, because today is mother’s day. I would like to make something special for you

Ms. Ani           : really,,, what is that?

Shinta                 : I will make chocolate cake for you mom, I want to express how deep my love for you ,,

Ms. Ani              : oh, that’s sound great,, I have the same feeling with you  honey,, thank you very much.

  1. VI.             Metode pembelajaran

Communicative language teaching (CLT)

  1. VII.          Langkah-langkah kegiatan
  • Pre  activities (10’)
  1. Guru menyiapkanpesreta didik secara psikis dan fisik untuk mengikuti proses pembelajaran.

-          Greeting

-          Check attendance list

I‘ll check your attendance list, who is absent today?

Everybody present this morning?

  1. Review

Well student. Last meeting you studied about E-mail

Do you still remember about our material last week?

Can you give example about it?

Yes very good (the student answer the teacher question)

Ok, because all of you have understood about our material last week and we are going to discuss our new material.

  1. Guru memulai proses belajar dengan melakukan Tanya jawab tentang media yang di gunakan (picture)

Well student, today I bring something for you

Look at the picture,

Can you guess, what is the picture?

What do you think about the picture?

Have you ever given a flower to your friend?

What do you feel if someone gives a flower to you?

What do you say when someone give a flower?

(the student answer the teacher question)

Ok,,, base on description, can you guess, what our topic today?

Ok,, our topic today is expression love

  1. Guru menyampaikan cakupan materi dan penjelasan uraian kegiatan sesuai syllabus

Well, we are going to practice how to use expression love

  • Whilst teaching (15’)
    • Explorasi

-          Siswa mendengarkan secara seksama ungkapan yang di butuhkan oleh guru.

-          Siswa diminta guru untuk mengulangi ungkapan tersebut.

-          Guru memberikan contoh dialog dan menjawab pertanyaan bersama-sama.

  • Elaboarasi

Siswa diminta guru untuk memahami ungkapan-ungkapn yang telah disebutkan oleh guru.

Siwa dan guru secara bersama-sama mengulangi mengugkapkan ungkapan-ungkapn tertentu.

Siwa di bagi dalm beberapa kelompok dan diminta untuk menampilkan dialog yang telah di pelajari.

Siswa bersama pasangannya menampilakn dialog yang mereka buat di depan kelas.

  • Konfirmasi

-          Guru meminta siswa untuk memberikan tanggapan atas penampilan teman-temannya.

-          Siswa mendapatkan feedback dari guru dan mereview ungkapan yang di gunakan.

-          Guru memberikan apresiasi atas pencapaian siswa.

  • Post teaching (5’)

-          Guru memancing siswa untuk membuat rangkuman berdasarkan pemahaman mereka sendiri.

-          Guru memberikan penilaian atas pencapaian siswa.

-          Guru memberikan komentar yang membangun kemajuan siswa.

-          Guru meminta siswa untuk membuat dialog di rumah yang berhubungan dengan expression love

  1. V.                Sumber/ bahan/alat

-          Relevan book

-          picture

  1. VI.             Penilaian
    1. Teknik: tes lisan
    2. Bentuk: practice in front of the class
    3. Alat penilaian

Practice in front of the class

Situation: Today is Evelyn’s mother birthdays, she give something special to her mother and says happy birthdays to her mom.

Evelyn       : Good morning mom?

Mother      : Good morning honey

Evelyn       : Mom, do you know? Today is special day for you.

Mother      : What?? I don’t know. What day is today?

Evelyn       : Oh mom, today is your birthday, happy birthday mom, I love you so much

Mother      : Really??I’m forget honey,, thank you, I love you too,

Evelyn    : Hmmm,, because today is special day, so I would like to give a prize for you. Do you know mom, I really-really love you, I want to make you happy a long time.

Mother                  : Thank you honey, I really love you and I always love you.

You are my proud daughter.

 

 

 

 

 

 

 

  1. Criteria penilaian

Rubric penilaian

No Element yang dinilai Skor maksimal Penilaian peserta didik
1 Intonation 20  
2 Pronunciation 20  
3 Fluency 20  
4 Content 20  
5 facial expression 20  
  Total 100  

 

  1. VII.          Evaluasi

Kisi-kisi soal

No Standar kompetensi

9. menggunakn makna dalam teks percakapan transaksional dan interpersonal resmi dan berlanjut (sustained) dalam konteks kehidupan sehari-hari.

 

Kompetensi dasar

9.1. mengungkapkan makna dalam percakapan transaksional (to get things done) dan interpersonal (bersosialisasi) resmi dan berlanjut (sustained) denagn menggunakan ragam bahasa lisan secara akurat, lancer, dan berterima dalam konteks kehidupan sehari-hari dan melibatkan tindak tutur menyatakan sikap terhadap sesuatu, menyatakn perasaan cinta, dan menyatakn perasaan sedih.

 

Indikator pencapaian

  1. Mengidentifikasi ungkapan perasaan cinta
  2. Melafalkan ungkapan perasaan cinta
  3. Merespon ungkapan perasaan cinta
  4. Nenggunakan ungkapan perasaan cinta

 

 

 

Mengetahui                                                                            Padang, 1 june 2011

Kepala sekolah SMA Negeri                                                Guru mata pelajaran

 

 

 

Armilia riza    S.Pd                                                                Desi Lestari

RANCANGAN PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Nama sekolah                         : SMA

Mata pelajaran                       : Bahasa Inggris

Kelas/semester                                   : X/II

Alokasi waktu                                    : 2 x 45 Menit

Topic                                       :Expressing surprise   (speaking)

 

SK/KD           

9. SPEAKING

Mengungkapkan makna dalam percakapan transaksional dan interpersonal dalam konteks kehidupan sehari hari .

9.2

Mengungkapkan makna  dalam percakapan transaksional (to get things done ) dan interpersonal (bersosialisasi) resmi dan tak resmi secara akurat,lancar dan berterima yang menggunakan ragam bahasa lisan sederhana dalam berbagai konteks kehidupan sehari hari dan melibatkan tindak tutur: menyatakan rasa terkejut,menyatakan rasa tak percaya,serta menerima undangan,tawaran,dan ajakan.

Indikator pencapaian:

  • Mengungkapkan expression surprise
  • Merespon expression surprise
  • Mengungkapkan responding in expressing surprise
  • Melakukan percakapan tentang expression surprise yang telah diberikan  diberikan oleh guru

 

  1. 1.      Tujuan  pembelajaran

Pada akhir pelajaran siswa diharapkan mampu:

  • Mengungkapkan expression surprise
  • Merespon expression surprise
  • Mengungkapkan responding in expressing surprise
  • Melakukan percakapan tentang expression surprise yang telah diberikan  diberikan oleh guru

 

 

  1. 2.      Materi pokok

Expression surprise

  • Wow,what a surprise !!!
  • That’s a surprise!!!!
  • That’s very surprising !!!
  • Really ???
  • What ???
  • Are you serious ? you must be joking !!
  • You’re kidding !!!
  • Fancy that !!
  • I must say it surprises me
  • I find it hard to believe.

            Responding in expression surprise

  • Oh, no that’s not true !!
  • You don’t say.
  • Really ?? that sounds interesting
  • Good heavens
  • It’s true.
  • Oh.. My God !!
  • This is really a surprise.
  • Really ? it’s surprising that….
  • Does it ??
  • It is, isn’t it ??

 

Read the following dialog:

Dito      :  Excuse me, Are you Rachel ??

Rachel  :  Yes, I am sorry,do I know you ??

Dito       :  Rachel,it’s me Dito..

Rachel  :  Dito ?? How surprising to meet you here !! I’ve heard you live in padang. You moved there after our elementary school’s graduation, didn’t you ?

Dito       :  Yes, I did. We moved back here last july.

Rachel    :  It’s really a nice surprise. Welcome back.

Dito         : Thank you

Metode pembelajaran: modeling strategy

  1. 3.      Langkah-langkah kegiatan

Kegiatan awal (10’)

-          Guru mempersiapkan peserta didik secara psikis dan fisik untuk mengikuti proses pembelajaran.

-          Guru meriview pelajaran minggu lalu

-          Guru membrainstorming siswa dengan sebuah video yang mengaitkan pengetahuan sebelumnya dengan materi yang akan dipelajari

Contoh:

I will show you  a video.

Please, look at this video!!

What do you think about this video?

-          Guru menjelaskan tujuan pembelajaran atau kompetensi dasar yang akan dipelajari.

After listen expression surprise, Ihope you will be able to use expression surprise

-          Guru menyampaikan cakupan materi dan penjelasan uraian kegiatan sesuai silabus.

Well student our topic today is about expression surprise

-          Guru menunjukan kata-kata yang berhubungan dengan expression surprise.

Kegiatan inti (70’)

eksplorasi

-          Siswa mendengarkan percakaan interpersonal/transaksional yang berisikan expression surprise  yang dibacakan oleh guru.

-          Siswa diminta untuk mengulangi perkataan yang telah diucapkan oleh guru.

-          Siswa diminta untuk  mengulangi lagi  mempraktekannya  dengan teman dibangku.

-          Guru meminta siswa untuk mengindentifikasi percakapan tentang expression surprise

Elaborasi

-          Guru menugaskan siswa untuk duduk dalam kelompok kecil untuk mempraktekkan dialog pendek yang berisikan expression surprise

-          Guru memberikan sebuah dialog untuk ditampilkan didepan kelas untuk tiap kelompok

-          Siswa dan kelompoknya menampilkan dialog tersebut didepan kelas.

“You and your group have to practice the dialogue in front of class”

Konfirmasi

-          Guru memberikan siswa untuk memberi tanggapan mereka atas pnampilan teman-temannya.

“What do you thing about your friend performance?”

-          Siswa mendapat feedback dari guru dan mereview lagi tentang expression surprise

-          Guru memberikan apresiasi atas pencapaian  siswa.

            Kegiatan akhir(10’)

-          Guru memancing siswa untuk membuat rangkuman berdasarkan pemahaman mereka sendiri.

-          Guru memberi penilaian atas pencapaian siswa

-          Siswa mendapat feedback dari guru dan mereview lagi tentang expression surprise

-          Guru memberikan komentar yang membangun bagi kemajuan siswa

  1. 4.      Sumber/ bahan/ alat

-          Look ahead

-          Teacher voice

-          Video

-          LKS intan pariwara

-          Other suporting sources

  1. 5.      Penilaian

Bentuk             : Short convertation

Teknik             : Oral test

  1. 6.      Evaluasi

Kisi-kisi soal

 

No Standar Kompetensi Kompetensi dasar Indikator pencapaian
9. SPEAKING

Mengungkapkan makna dalam percakapan transaksional dan interpersonal dalam konteks kehidupan sehari hari .

 

 

9.2  Mengungkapkan makna  dalam percakapan transaksional (to get things done ) dan interpersonal (bersosialisasi) resmi dan tak resmi secara akurat,lancar dan berterima yang menggunakan ragam bahasa lisan sederhana dalam berbagai konteks kehidupan sehari hari dan melibatkan tindak tutur: menyatakan rasa terkejut,menyatakan rasa tak percaya,serta menerima undangan,tawaran,dan ajakan

 

1.siswa  mampu mengungkapkan ucapan-ucapan yang berhubungan dengan expression surprise.

2. Merespon ungkapan-ungkapan yang berhubungan dengan exspression surprise

 

 

Presentasi lisan (speaking)

No

Elemen yang dinilai

Skor maksimal

Penilaian peserta didik

1. Facial expression 20  
2. Fluency 20  
3. Intonation 20  
4. Pronunciation 20  
5. Comprehension 20  
  Total 100  

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gita : Vit was there anything happened when I was absent yesterday?

Via :  Hmmm… let me remember…

Git, I believe that you will be surprised hearing the news.

Gita : What news ? c’mon, please tell me

Vita : Well, yesterday, our  teacher distributed the test we’d done. And you know what, Edo got the highest mark!

Gita : What ?…….. Edo ……? Are you sure ?????

Vita : At first we didn’t believe it either, but after we looked at his answer sheet, we knew that he deserved to get the best mark. The answers were logical…… and the way he explained them were understandable.

Gita ; Oh, it is….skill….far beyond comprehension.

Vita : Gita, just forget it, don’t think hard about that. See, we have arrived at your home.

See you Git  !!

Gita : See you !!!

 

 

 

Padang,  mei 2011

Mengetahui,

Kepala sekolah                                                                                                Guru  Bahasa inggris

 

 

Armilia Riza, S.Pd                                                                                   Vivi Desviana, S.Pd

 

 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

 

Nama Sekolah             : SMAN 1 RANAH PESISIR

Mata Pelajaran            : Bahasa Inggris

Kelas/Semester            : X1/11

Pertemuan ke              :

Alokasi Waktu            : 2 x 45 nenit

 

 

 

SK

11.Reading

Memahami makna teks tulis fungsional dan essai pendek dan essai  berbentuk narrative,descriptive dan hortatory exposition dalam konteks kehidupan sehari-hari dan untuk mengakses ilmu pengetahuan.

KD

11.2 Merespon makna dan langkah retorika dalam essai yang menggunakan ragam  tulis secara akurat,lancer dan berterima dalam konteks kehidupan sehari-hari dan untuk mengakses ilmu pengetahuan dalam teks berbentuk hortatorynexposition.

Indikator  pencapaian:

  1. Mengidentifikasi topic teks hortatory exposition
  2. Mengidentifikasi informasi yang terdapat dalam teks hortatory exposition
  3. Mengidentikasi tujuan  teks hortatory exposition

 

 

 

 

  1. 1.      Tujuan Pembelajaran
    1. Siswa mampu mengidentifikasi topic teks hartatory exposition
    2. Siswa mampu mengidentifikasi informasi yang terdapat dalam  teks hortatory exposition
    3. Siswa mampu mengidentifikasi acuan kata tertentu dalam  teks dengan benar
    4. Siswa mampu mengidentifikasi tujuan teks hortatory exposition

 

  1. 2.      Materi Pokok

 

Teks hortatory

Contoh

 

Fashion Should be Blamed

Fashion should be blamed for many cases of eaten  disorders.Fashion together with all matters in it is the main social factor that supports young people to suffer from eating disorder.

Firstly,the fashion makes young people grow up against a background pf media images.The effect is that they stop eating just to be fashionable.Then,it causes the number of anorexia increased.

Secondly ,the model has the great deal in glorifying “thinness” and obtaining them “the perfect body”.Some of them ubdoubtedly declare that they are suffering from eating disorder,either anorexia.Young people think if they follow that way,they are like the model.

Thirdly ,because fashion promises popularity and money,almost young people try to joint it.Once a girl becomes a model a model,she must keep her body tiny.When diet program fail,depression and anxiety to be fat will lead her to experience eating disorder

Therefore , we should believe that fashion result healt problems,especially eating disorders around the world.In conclusion,we must tell our children that the thin body not guarantees the healthy life.

 

  1. 3.      Metode Pembelajaran/teknik

Questioning Strategy

Direct Method

  1. 4.      Langkah-langkah kegiatan

Pertemuan  # 1

  • Kegiatan awal (10’)

-          Guru menyiapkan peserta didik secara fisik dan psikis untuk mengikuti proses

Pembelajaran

-          Guru mengambil absent/kehadiran siswa

Before going to study,I wil check your attendance list first

-    Guru mereview pelajaran  minggu yang lalu

-    Guru mengajukan pertanyaan untuk membangkitkan perhatian siswa atau                            melakukan brainstorming yang berhubungan dengan pengetahuan sebelumnya dengan materi yang akan dibahas

Contoh :

Do you like fashion?

                What do you think about fashion?

                Based on your opinion,is fashion good for you or not?

                      So ,the fashion should or should not be the case?

-          Guru memperlihatkan gambar tentang fashion

 

-          Guru menjelaskan tujuan pembelajaran atau kompetensi dasar yang akan dicapai

After  reading this following,I hope you will be able to identify the text and also identify some information on the text

-          Guru menyampaikan cakupan materi  dan penjelasan uraian kegiatan sesuai dengan syllabus

Well student,our topic today is about hortatory exposition text

 

  • Kegiatan inti (60’)

                             Explorasi

-          Guru menerangkan terlebih dahulu pengertian hortatory,generic structure

-          Guru membacakan terlebih dahulu teks berbentuk hortatory exposition,setelah itu baru siswa membacakannya

-          Guru mengkoreksi kesalahan vocab siswa di dalam membaca text hortatory exposiition

-          Guru meminta siswa untuk mengidentifikasi beberapa informasi yang terdapat dalam teks hortatory exposition

 

Elaborasi

-          Siswa dengan bimbingan guru bersama-sama untuk mendiskusikan isi teks hortatory exposition

-          Siswa menyebutkan beberapa informasi yang mereka temukan dari teks hortatory exposition

-          Siswa menjawab  beberapa pertanyaan tentang beberapa informasi yang terdapat di dalam teks hortatory exposition

Contoh ;

1.What does the text tell you about?

                    2. What do young people do in order to get the ideal body shape

                    3. What wil the parents do to their children?

                    4. What is the purpose of the text?

-          Guru meminta siswa menuliskan jawaban di papan tulis

-          Siswa dan guru bersama-sama mendiskusikan tentang jawaban yang diberikan kepada siswa

 

 

Konfirmasi  

-          Guru memberikan beberapa pertanyaan untuk mengarahkan siswa kepada generic structure dalam teks hortatory exposition yang telah diberikan

-          Guru membimbing siswa dalam melakukan pengembangan pemahaman mereka atas teks hortatory exposition yang telah diberikan

 

  • Kegiatan Akhir  (20’)

 

-          Guru memancing siswa untuk membuat kesimpulan berdasarkan pemahaman mereka sendiri tentang teks hortatory exposition

-          Guru memberikan penilaian atas pencapaian siswa

-          Guru memberikan komentar yang membangun bagi kemajuan siswa

 

  1. 5.      Sumber / Bahan /Alat

 

-          English for a Better Life for Senior High School X1 (Pakar Karya)

-          English for Senior High School (Eleven Grade Semester 11)

-          SMA Student “Modul of English”

-          Teacher ‘s Voice

-          Another supporting sources

 

  1. 6.      Penilaian

            Reading

-          Bentuk  : Pertanyaan tulisan berupa essai dan multiple choice

 

  1. 7.      Evaluasi

            Kisi-kisi soal

 

 

 

 

 

No Standar

kompetensi

Kompetensi dasar Indicator

pendekatan

1.1 Reading

Memahami makna teks tulis fungsional dan essai pendek dan essai berbentuk narrative,descriptive dan hortatory exposition dalam konteks kehidupan sehari-hari dan untuk mengakses ilmu pengetahuan.

11.2 Merespon makna dan langkah retorika dalam essai yang menggunakan ragam bahasa tulis secara akurat,lancer,dan berterima dalam konteks kehidupansehari-hari dan untuk mengakses ilmu pengetahuan dalam teks berbentuk hortatory exposition. Siswa mampu dengan benar:

  1. Mengidentifikasi tujuan penulisan teks dengan benar
  2. Mengidentifikasi informasi yang terdapat dalam teks hortatory exposition
  3. Mengidentifikasi acuan kata tertentu dalam teks dengan benar
  4. Mengidentifikasi tujuan dalam   teks hortatory exposition dengan benar

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Persentasi Tulisan

No                Element yang nilai     Skor

    maksimal

               Penilaian
         Peserta didik
1. Mengidentifikasi tujuan penulisan teks yang benar          25  
2. Mengidentifikasi informasi yang terdapat dalam teks hortatory exposition          25  
3. Mengidentifikasi  acuan kata tertentu dalam teks dengan benar          25  
4. Mengidentifikasi tujuan dalam teks hortatory exposition          25  
     Total Skor         100  

 

 

 

 

 

Reading test

 

 Home schooling

 

         Home schooling is an education system which provides child’s main, education programme at home.Home scholling takes the place of full-time school attendance and,in the United States and Canada,it usually meets state requirements for compulsory education.Although home scholing could achieve the objectives of compulsory education,there are some points that should be noticed from the home schooling.

 

First. the idea of taking our children’s education on home schooling can be a bit intimidating.Since our country is so large and the people are from so many different kinds of background,students need some kind of social glue to make them stick together to give them a sense of unity in spite of all the differences.They will not get such a unity when they are in home schooling.They  will get the sense of unity when they are in the compulsory public school since it is the easiest and the best places to make this glue.

Then,the ho me schooling may not be able to prepare children to fit into the mass society,which means,among other things,believe and liking what most people like.Or it may not be able to help children to find a set of values with which they could resist and reject at least many of the values the mass society.

Recognizing the lack of home schooling in the case of children’s socialization opportunity,we should afford them abundant social opportunities.We can have active home school support groups.We can hold ongoing park days.meetings at the zoo,the science museum,book clubs,history clubs,home school troops and many more option to provide them opportunities to socialize with others.

 

 

Enrichment  (pengayaan)

  1. What does the text tell us?

a. Some complaints on home schooling

b. Children’s complaints on home schooling

c. Ban on home schooling

d.Some criticisms and suggestions on home schooling

e.The government’s concern in home schooling

 

  1. Where does home schooling meet state requirements for compulsory education?

a. in Indonesia

b. in Canada and the us

c. in japan

d. in the us and great Britain

e.in the us and japan

  1. how many important points of home schooling should be noticed according to the

a. one only

b. two points

c. three points

d.four points

e.five points

  1. what do our children need to live in such big country?

a.creativity

b.financial support

c.computer skill

d.independence

e.social awareness

  1. the word”them” in the last refers to…

a.the goverment

b.parents

c.children

d.home schools

e.public school

 

 

 

Mengetahui                                                                  Guru Bahasa Inggris

Kepala Sekolah SMAN 1 RANPESS

 

 

 

(Drs.Syafrudin,Msi)                                                  ( Reni Defrianti,Spd.)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

 

Satuan pendidikan      : SMP

Mata pelajaran           : Bahasa Inggris

Kelas/semaster                       : VIII/I

Skill                             : Speaking

Tema                           : Invitation

Alokasi waktu                        :2 x 25 menit

 

SK/KD

  1. 1.      Speaking
  2. Mengungkapakan makna dalam percakapan transaksional dan interpersonal lisan pendek sederhana untuk berinteraksi dengan lingkungan sekitar.

3.2  Memahami dan merespon percakapan transaksional ( to get things done ) dan interpersonal (bersosialisasi)  sederhana dengan mengunakan ragam bahasa lisan secara akurat, lancar, dan berterima untuk berinteraksi dengan lingkungan sekitar yang melibatkan tindak tutur : mengundang, menerima, dan menolak ajakan, menyetujui/ tidak menyetujui, memuji, dan memberi selamat.

Indikator pencapaian

  • Mengungkapakan secara lisan ungkapan invitation
  • Merespon secara lisan ungkapan invitation
  • Berdiskusi tentang ungkapan invitation
  1.        I.            Tujuan pembelajaran

Pada akhir pembelajaran siswa dapat

  • Melafalkan atau mengungkapkan ungkapan invitation
  • Menggunakan ungkapan invitation dalam kehidupan sehari- hari
  • Mengartikan ungkapan invitation yang mereka temui
  • Merespon ungkapan invitation secara lisan
  1.     II.            Materi ajar
    1. a.      Teaching material
      1.                                 I.            Vocabulary related to the invitation expression
      2.                              II.            Expression to invite someone.

ü  You can use these expressions to invite someone.

  • Shall we come to……….
  • Like to come to………..
  • Would you like to come?
  • I’d very much like you to come.

ü  You can use these expressions to accept an invitation.

  • Yes, certainly I will come.
  • I’d like to love to come.
  • I would, very much.
  • Thank you very much for inviting me.

ü  You can use these expressions to decline an invitation.

  • I’m terribly sorry. I don’t think I can.
  • I’m very sorry, I can’t.
  • Thank you very much, but……
  1. Learning material
  • Complete the dialogues below using the expressions of accepting and declining invitation.

Delvi   : Hello, good morning bima.

Bima   : morning,vi

Delvi   : How are you today?

Bima  : fine, vi (1)                                     to go my party tonight?

Delvi  : (2)             , because I busy.

Bima  : Well, how about saturday night? Are you still

busy?

Delvi  : I dont think so.

Bima  : Well, would you like to go to a concert?

delvi  : Sure,(3)                  !

bima : Ok, see you Saturday night.

  • Based on dialogue above it’s group the practice it in front on the class.

 

  1.                          III.            Metode pembelajaran

ALM (Audio  lingual method), Driling conversation

 

 

 

 

  1.                           IV.            Kegiatan pembelajaran
  • Pendahuluan/ pre activities (15’)

-          Guru menyiapkan peserta didik secara psikis dan fisik untuk mengikuti process pembelajaran  (checking attendencce list)

-          Guru mengajukan beberapa pertanyaan yang mengaitkan pengetahuan sebelumnya dengan  materi yang akan dipelajari

Contoh :

‘’well student, do you ever invite your friend  to go to the party?

“What do you say if you want to invite your friend?

-          Guru menjelaskan tujuan pembelajaran atau kompetensi dasar yang akan dicapai

“ok student, I will mention to you, what kind of expression you can   use,

“Please listen to me

After Imention one by one those expressions, I hope you can repeat it….

-          Guru menyampaikan cakupanmateri dan penjelasan uraian kegiatan sesuai silabus

Well, my students, our topic is about expression invitation

Kegiatan inti (60’)

  • Explorasi

-          Siswa mendengarkan secara seksama ungkapan yang disebutkan oleh guru.

-          Siswa diminta guru untuk mengulangi ungkapan tersebut.

-          Guru melihatkan video yang berisi tentang expression invitation

-          Siswa melengkapi dialog rumpang yang berisikan ungkapan expression invitation secara kelompok.

  • Elaborasi

-          Siswa diminta untuk memahami ungkapan – ungkapan yang telah disebutkan oleh guru.

-          Siswa dengan bimbingan guru bersama – sama untuk mendiskusikan isi video tentang expression invitation.

-          Siswa dan guru secara bersama mengulangi mengungkapkan ungkapan – ungkapan tertentu.

-          Siswa dibagi dalam beberapa kelompok dan diminta untuk menampilkan dialog yang telah dipelajari.

-          Siswa bersama pasangannya menampilkan dialog yang telah dibuat didepan kelas

You and your partner have to practice your dialogue in front of the classroom.

 

  • Konfirmasi

-      Guru meminta siswa untuk memberi tanggapan mereka atas penampilan teman-             temanny. What do you think about your friends performance?

-  Siswa mendapatkan feedback dari guru dan mereview ungkapan yang digunakan untuk menyatakan unngkapan invitation.

-  Guru memberikan appresiasi atas pencapaian siswa

  • Kegiatan akhir (20’)

-          Guru dan siswa menyimpulkan pelajaran bersama

-          Guru memberikan penilaian atas pencapaian siswa

-          Siswa mendapatkan feedback dari guru dan mereview ungkapan expression invitation

-          Guru memberikan komentar yang membangun  kemajuan siswa.

-          Guru meminta siswa untuk membuat dialog dirumah yang berhubungan dengan expressions invitation

  1.          V.        Sumber/bahan/alat

English in focus ( for grade VIII )

  1.     VI.          Penilaian
    1. a.      Teknik : tes lisan
    2. b.      Bentuk : mempratekkan dialog didepan kelas
    3. c.       Alat penilain

d.Kriteria penilain

Rubic penilaian

No. Element yang dinilai Skor maksimal Penilaian peserta didik
1. intonation

20

 
2. Pronunciation

20

 
3. Fluency

20

 
4. Content

20

 
5. Face/ body expresion

20

 
  Total

100

 

 

 

  1.                        VII.            Evaluasi

 

Kisi_ kisi soal      

No Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikatir Pencapaian
  Mengungkapakan makna dalam percakapan transaksional dan interpersonal lisan pendek sederhana untuk berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Memahami dan merespon percakapan transaksional ( to get things done ) dan interpersonal (bersosialisasi)  sederhana dengan mengunakan ragam bahasa lisan secara akurat, lancar, dan berterima untuk berinteraksi dengan lingkungan sekitar yang melibatkan tindak tutur : mengundang, menerima, dan menolak ajakan, menyetujui/ tidak menyetujui, memuji, dan memberi selamat.
  1. Mengungkapakan secara lisan ungkapan invitation
  2. Merespon secara lisan ungkapan invitation
  3. Berdiskusi tentang ungkapan invitation

 

 

Mengetahui                                                                                       Padang,………..2011

Kepala SMP Negeri……….                                                               Guru Mata Pelajaran

 

 

……………………                                                                            MELLY VIOLINA

 

 

 

 

 

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

MICRO TEACHING

 

 

 

 

 

 

By :

MELLY VIOLINA

08040155

 

 

 

 

 

Lecturer :

 

Armilia Riza , S.Pd

 

 

 

 

 

 

ENGLISH  DEPARTMENT

COLLEGE OF TEACHER TRAINING  AND EDUCATIO N

(STKIP) PGRI WEST SUMATERA

PADANG

2011

 

 

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

 

Sekolah                       : SMA

Mata Pelajaran          : Bahasa Inggris

Kelas/Semester           : XII/II

Alokasi Waktu           : 2 X 45 minutes

Skill                             : Reading

 

  1.        I.            Standar Kompetensi

11. Memahami makna teks tulis monolog yang berbentuk narrative dan review secara akurat, lancar dan berterima dalam konteks kehidupan sehari-hari dan untuk mengakses ilmu pengetahuan.

  1.     II.            Kompetensi Dasar

11.2Merespon makna dan langkah retorika dalam teks monolog yang menggunakan ragam bahasa tulis secara akurat, lancar dan berterima dalam konteks kehidupan sehari-hari dan untuk mengakses ilmu pengetahuan dalam teks berbentuk: narrative dan review.

 

  1.  III.            Indikator: 

Mengidentifikasi tokoh-tokoh yang ada dalam teks berbentuk narrative.

Mengidentifikasi topic teks monolog berbentuk narrative.

Mengidentifikasi informasi khusus dari teks monolog berbentuk narrative.

Mengidentifikasi informasi rinci dari teks monolog berbentuk narrative.

Mengidentifikasi generic structure dari teks berbentuk narrative.

Mengidentifikasi langkah-langkah retorika dari teks berbentuk narrative.

 

  1.  IV.            Tujuan pembelajaran:

Pada akhir pembelajaran siswa dapat:

Mengidentifikasi tokoh-tokoh yang ada dalam teks berbentuk narrative.

Mengidentifikasi topic teks monolog berbentuk narrative.

Mengidentifikasi fungsi social dari teks monolog berbentuk narrative.

Mengidentifikasi generic structure dari teks berbentuk narrative.

Mengidentifikasi pesan moral dari teks yang dibaca.

  1.     V.            Materi Ajar
    1. a.      Teaching Material
      1. Vocabulary related to the text: Greedy, Sniffing, Reflection, Foolish, Snatch
      2. Noun phrase (greedy dog)
      3. Tenses

[  Past tense: He decided to go look for something to eat, He walked across the wooden bridge and started sniffing around for food

[  Present perfect tense/future tense in the dialogue, e.g. “I have learnt my lesson. Now I will never be greedy again”.

  1. Generic structure:
  • Orientation
  • Complication
  • Resolution
  1. Purpose: to amuse or entertain the readers/listeners

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Text 1

The Greedy Dog

Orientation

Once there lived a dog. He was very greedy. There were many times that he had to pay for his greed. Each time the dog promised himself, “I have learnt my lesson. Now I will never be greedy again.” But he soon forgot his promises and was as greedy as ever.

Complication

One afternoon, the dog was terribly hungry. He decided to go look for something to eat. Just outside his house, there was a bridge. “I will go and look for food on the other side of the bridge. The food there is definitely better,” he thought to himself.

Resolution

He walked across the wooden bridge and started sniffing around for food. Suddenly, he spotted a bone lying at a distance. “Ah, I am in luck. This looks a delicious bone,” he said.

Complication

Without wasting any time, the hungry dog picked up the bone and was just about to eat it, when he thought, “Somebody might see here with this bone and then I will have to share it with them. So, I had better go home and eat it.” Holding the bone in his mouth, he ran towards his house.

While crossing the wooden bridge, the dog looked down into the river. There he saw his own reflection. The foolish dog mistook it for another dog. “There is another dog in the water with bone in its mouth,” he thought. Greedy, as he was, he thought, “How nice it would be to snatch that piece of bone as well. Then, I will have two bones.”

Resolution

So, the greedy dog looked at his reflection and growled. The reflection growled back, too. This made the dog angry. He looked down at his reflection and barked, “Woof! Woof!” As he opened his mouth, the bone in his mouth fell into the river. It was only when the water splashed that the greedy dog realized that what he had seen was nothing but his own reflections and not another dog. But it was too late. He had lost the piece of bone because of his greed. Now he had to go hungry.

 

 

 

 

  1. b.      Learning material

 

Read the story above. Then, answer the following questions based on the story above.

Situation: student’s asked answer some questions after read the passage.

Task 1

  1. What is the title of the story?
  2. How many paragraphs does this story have?
  3. What can you find in paragraph one?
  4. What does paragraph 2 discuss about?
  5. How about paragraph 3?
  6. What does paragraph 4 discuss about?
  7. How about paragraph 5?
  8. And the last paragraph discuss about………

 

Task 2

  1. What was the story talking about?
  2. Why was he still greedy?
  3. Where did the dog go to look for food?
  4. Why did he look for food there?
  5. Where would the dog eat his bone? Why?
  6. What did he find in the river? Why was he angry to it?
  7. What did the dog think when he saw it?
  8. Did the dog can eat his bone? Why?
  9. “………………….. I will have to share it with them. The underline word them in paragraph 4 refers to?
  10. “…………………. The food there is definitely better”. The underline word there in paragraph 2 refers to?

 

 

 

 

 

  1.  VI.            Metode Pembelajaran

Contextual teaching learning

 

  1. VII.            Kegiatan Pembelajaran

 

 

Kegiatan Awal/ Pre- Activities

  • Guru menyiapkan peserta didik secara psikis dan fisik untuk mengikuti proses pembelajaran.
  • Guru mengajukan beberapa pertanyaan-pertanyaan yang mengaitkan pengetahuan sebelumnya dengan materi yang akan dipelajari.

ü  Do you like reading story books?

ü  What kind of story do you like?

ü  Have you ever read a fable or a legend?

ü  What is the title?

  • Guru menjelaskan tujuan pembelajaran atau kompetensi dasar yang akan dicapai.

“Well students, I have a picture to show you.”

“Can you guess what picture it is?”

“What does the dog eat?”

“Can you tell something about this picture?”

“Can you guess the title for this picture?”

 

Kegiatan Inti/Whilst Activities

Explorasi

-          Siswa membaca sebuah cerita sementara yang lainnya mendengar.

-          Siswa menjawab pertanyaan (learning material task 1) berdasarkan cerita yang dibaca.

Elaborasi

-          Siswa dengan di bimbing guru bersama-sama untuk mendiskusikan tokoh didalam cerita.

-          Siswa diminta untuk menentukan konflik didalam cerita dan siswa lain diminta menganalisa apakah jawabannya benar.

“What do you think about the answer? Is it correct?”

-          Siswa menjawab pertanyaan guru secara lisan (learning material 2)

-          Siswa dan guru mendiskusikan jawabannya untuk serta mengidentifikasi lebih detil tentang teks narrative (moral value).

Konfirmasi

-          Guru membacakan kembali beberapa informasi yang terkandung didalam cerita.

-          Siswa mendapat feedback dari guru.

“Who are the characters in the story?”

“What happened with the dog?”

“What can you learn from this story?”

-          Siswa memperoleh motivasi dan reward dari guru.

 

Kegiatan Akhir/Post Teaching

-          Guru dan siswa meyimpulkan pelajaran bersama.

“Let’s conclude our material today”

“Ryan, what is the story about?”

-          Guru menanyakan kesulitan siswa terhadap materi yang dipelajari.

“Do you understand our material today?”

“Any problems?”

-          Guru meminta siswa mencari cerita lain di rumah.

-          Guru melakukan penilaian dengan memberikan cerita yang baru dan meminta siswa menjawab pertanyaan yang disediakan. (kalau ada waktu unttuk melakukan penilaian di hari yang sama).

 

  1. VIII.            Alat/bahan/sumber

v  Pictures of The Greedy Dog.

v  Charts

v  Text of narrative (The Greedy dog).

v  Internet

  1. http://www.google.co.id/images?hl=id&q=the+greedy+dog&um=1&ie=UTF-8&source=univ&ei=wUT3TP3bKMSqrAeiuajvDw&sa=X&oi=image_result_group&ct=title&resnum=1&ved=0CCoQsAQwAA&biw=1024&bih=591.
  2. http://www.english-for-students.com/The-Greedy-Dog.html.
  3. http://www.isamaj.com/kidzcorner/Stories/dog.htm.
  4.  IX.            Penilaian

 

No

Element yang dinilai

Score maksimal

Penilaian

Peserta didik

1 Orientation 30  
 

2

Complication 40  
3 Resolution 30  
  Total skor 100  

 

  1.     X.            Evaluasi

Kisi-kisi soal

no

Standar Kompetensi

Kompetensi Dasar

Indikator Soal

1 Memahami makna teks tulis monolog yang berbentuk narrative dan review secara akurat, lancar dan berterima dalam konteks kehidupan sehari-hari dan untuk mengakses ilmu pengetahuan. Merespon makna dan langkah

Retorika dalam teks monolog yang menggunakan ragam bahasa tulis secara akurat, lancar dan berterima dalam konteks kehidupan sehari-hari dan untuk mengakses ilmu pengetahuan dalam teks berbentuk: narrative dan review.

 Mengidentifikasi tokoh-tokoh yang ada dalam teks berbentuk narrative.

Mengidentifikasi topic teks monolog berbentuk narrative.

Mengidentifikasi informasi khusus dari teks monolog berbentuk narrative.

Mengidentifikasi informasi rinci dari teks monolog berbentuk narrative.

Mengidentifikasi generic structure dari teks berbentuk narrative.

Mengidentifikasi langkah-langkah retorika dari teks berbentuk narrative.

 

  1. A.    Reading

Read the following story. Then, answer the questions.

Little Red Riding Hood

Once upon a time in the middle of a thick forest stood a small cottage, the home of a pretty little girl known to everyone as Little Red Riding Hood. One day, her Mummy waved her goodbye at the garden gate, saying: “Grandma is ill. Take her this basket of cakes, but be very careful. Keep to the path through the wood and don’t ever stop. That way, you will come to no harm.”

Little Red Riding Hood kissed her mother and ran off. “Don’t worry,” she said, “I’ll run all the way to Grandma’s without stopping.”

Full of good intentions, the little girl made her way through the wood, but she was soon to forget her mother’s wise words. “What lovely strawberries! And so red.”

Laying her basket on the ground, Little Red Riding Hood bent over the strawberry plants. “They’re nice and ripe, and so big! Yummy! Delicious! Just another one. And one more. This is the last. Well, this one Mmmm.”

The red fruit peeped invitingly through the leaves in the grassy glade, and Little Red Riding Hood ran back and forth popping strawberries into her mouth. Suddenly she remembered her mother, her promise, Grandma and the basket and hurried back towards the path. The basket was still in the grass and, humming to herself, Little Red Riding Hood walked on.

The wood became thicker and thicker. Suddenly a yellow butterfly fluttered down through the trees. Little Red Riding Hood started to chase the butterfly.

“I’ll catch you! I’ll catch you!” she called. Suddenly she saw some large daisies in the grass.

“Oh, how sweet!” she exclaimed and, thinking of Grandma, she picked a large bunch of flowers.

In the meantime, two wicked eyes were spying on her from behind a tree a strange rustling in the woods made Little Red Riding Hood’s heart thump.

Now quite afraid she said to herself. “I must find the path and run away from here!”

At last she reached the path again but her heart leapt into her mouth at the sound of a gruff voice which said: “Where are you going, my pretty girl, all alone in the woods?”

“I’m taking Grandma some cakes. She lives at the end of the path,” said Little Riding Hood in a faint voice.

When he heard this, the wolf (for it was the big bad wolf himself) politely asked: “Does Grandma live by herself?”

“Oh, yes,” replied Little Red Riding Hood, “and she never opens the door to strangers!”

“Goodbye. Perhaps we’ll meet again,” replied the wolf. Then he loped away thinking to himself “I’ll gobble the grandmother first, and then lie in wait for the grandchild!” At last, the cottage came in sight. Knock! Knock! The wolf rapped on the door.

“Who’s there?” cried Grandma from her bed.

“It’s me, Little Red Riding Hood. I’ve brought you some cakes because you’re ill,” replied the wolf, trying hard to hide his gruff voice.

“Lift the latch and come in,” said Grandma, unaware of anything amiss, till a horrible shadow appeared on the wall. Poor Grandma! For in one bound, the wolf leapt across the room and, in a single mouthful, swallowed the old lady. Soon after, Little Red Riding Hood tapped on the door.

“Grandma, can I come in?” she called.

Now, the wolf had put on the old lady’s shawl and cap and slipped into the bed. Trying to imitate Grandma’s quavering little voice, he replied: “Open the latch and come in!

“What a deep voice you have,” said the little girl in surprise.

“The better to greet you with,” said the wolf.

“Goodness, what big eyes you have.”

“The better to see you with.”

“And what big hands you have!” exclaimed Little Red Riding Hood, stepping over to the bed.

“The better to hug you with,” said the wolf.

“What a big mouth you have,” the little girl murmured in a weak voice.

“The better to eat you with!” growled the wolf, and jumping out of bed, he swallowed her up too. Then, with a fat full tummy, he fell fast asleep.

In the meantime, a hunter had emerged from the wood, and on noticing the cottage, he decided to stop and ask for a drink. He had spent a lot of time trying to catch a large wolf that had been terrorizing the neighborhood, but had lost its tracks. The hunter could hear a strange whistling sound; it seemed to be coming from inside the cottage. He peered through the window and saw the large wolf himself, with a fat full tummy, snoring away in Grandma’s bed.

“The wolf! He won’t get away this time!”

Without making a sound, the hunter carefully loaded his gun and gently opened the window. He pointed the barrel straight at the wolf’s head and BANG! The wolf was dead.

“Got you at last!” shouted the hunter in glee. “You’ll never frighten anyone again.

He cut open the wolf’s stomach and to his amazement, out popped Grandma and Little Red Riding Hood, safe and unharmed.

“You arrived just in time,” murmured the old lady, quite overcome by all the excitement.

“It’s safe to go home now,” the hunter told Little Red Riding Hood. “The big bad wolf is dead and gone, and there is no danger on the path.

Still scared, the little girl hugged her grandmother. “Oh, what a dreadful fright!”

Much later, as dusk was falling, Little Red Riding Hood’s mother arrived, all out of breath, worried because her little girl had not come home. And when she saw Little Red Riding Hood, safe and sound, she burst into tears of joy.

After thanking the hunter again, Little Red Riding Hood and her mother set off towards the wood. As they walked quickly through the trees, the little girl told her mother: “We must always keep to the path and never stop. That way, we come to no harm!”

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. A.     Reading

 

Read the story above. Then, answer the following questions based on the story above.

Task 1

  1. What is the title of the story?
  2. How many paragraphs does this story have?
  3. What can you find in paragraph one?
  4. What does paragraph 2 discuss about?
  5. How about paragraph 3?
  6. What does paragraph 4 discuss about?
  7. How about paragraph 5?
  8. And the last paragraph discuss about………

 

Task 2

  1. What was the little red’s character in the story?
  2. Where did she go?
  3. Why she forget her mother’s wise words?
  4. Who met by little red in the wood?
  5. What happen with grandma?
  6. Who helped little and her grandma from wolf?
  7. What can you learn from the story?
 

 

 

 

Padang, April 2011

Mengetahui,

Kepala SMA                                                                                               Guru Bahasa Inggris

 

 

 

Armilia Riza, S.Pd                                                                                          Reli Posinta, S.Pd

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

 

 

Satuan Pendidikan          :   SMP

Kelas/Semester                :   VII/I

Mata Pelajaran                :   Bahasa Inggris

Skill                                 :   Reading

Jumlah Pertemuan           :   1 x 25 menit

 

I.      Standar Kompetensi

Memahami makna teks tulis fungsional pendek sangat sederhana yang terkait dengan lingkungan terdekat.

 

II.    Kompetensi Dasar

1.   Merespon makna yang terdapat dalam teks tulis fungsional pendek sangat sederhana secara akurat, lancar dan berterima yang berkaitan dengan lingkungan terdekat.

 

III.   Indikator

1.   Mengidentifikasi informasi rinci dalam notice

2.   Mengidentifikasi tujuan dari notice

3.   Mengidentifikasi informasi tersirat dari notice

 

IV.   Tujuan Pembelajaran

1.   Siswa dapat mengidentifikasi informasi rinci dalam notice

2.   Siswa dapat mengidentifikasi tujuan dari notice

3.   Siswa dapat mengidentifikasi informasi tersirat dari notice

 

 

 

 

V.    Materi Ajar 

A   Teacing  Material

1.   Notice is a broad or a sign displaying information

Vocabulary related to notice: No right turn, staff only, keep of the                                                                                                                                                                       bench.

Example of notice.

A.  Prohibition (Notice berbentuk larangan )

-          No swimming

-          No right turn

-          No parking

-          No  trough road

-          Staff only

B.  Warning (Notice berbentuk peringatan)

-          Keep of the bench, wet paint

-          Keep of the grass

-          Caution! wet floor

-          Parking area

2.   The purpose of notice is to give information to the listener or the reader about something.

 

B.     Learning Material

Task

Answer the question bellows

  • What does the notice above mean?
  • Please classify this notice?

 

VI.   Metode Pembelajaran

Kegiatan Awal (Pre activities)

-          Guru menyiapkan peserta didik secara psikis dan fisik untuk mengikuti proses pembelajaran.

-          Check the attendance list

-          Guru mereview pelajaran sebelumnya

-          Guru melanjutkan materi baru, guru menunjukkan sebuah video.

“Well students, I have a video to show you”

“What do you think about this video?

-          Guru menyampaikan cakupan materi dan menjelaskan uraian kegiatan sesuai sylabus.

“Well students our topic today is Notice.

 

VII. Kegiatan Inti (Whilst activities)

        Explorasi

-          Guru menjelaskan kepada siswa tentang notice

-          Guru memberikan contoh dari notice (prohibition, warning)

 

Elaborasi

-          Siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok. Satu kelompok terdiri dari 7 orang siswa.

“Now, please sit in group consist of seven members please answer based on the picture.

Konfirmasi

-          Guru menanyakan kepada siswa tentang tugas yang diberikan dan mendiskusikan tugas tersebut.

“Ok, let’s we conclude our material today”

-          Siswa mendapatkan feedback dari guru

“Do you understand our material today?

“Any question?

-          Guru meminta siswa mencari contoh lain dari notice di rumah

“Ok student, please find another notice”

 

VIII.    Penutup

1.      Teknik : tes tulis

2.      Bentuk : Menjawab pertanyaan berdasarkan notice yang diberikan

3.      Alat penilaian

 

Notice porhibition

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Warning

 

 

 

 

 

 

 

 

Task

-          What does the notice above mean?

-          What is the purpose of notice?

 

4.      Kisi-kisi

No.

Standar Kompetensi

Kompetensi Dasar

Indikator

5.

Memahami makna dalam teks tulis fungsional pendek sangat sederhana yang berkaitan dengan lingkungan terdekat 5.1 Merespon makna yang terdapat dalam teks tulis fungsional pendek sangat sederhana secara akurat, lancar dan berterima yang berkaitan dengan lingkungan terdekat.

 

1.     Mengidentifikasi informasi rinci dalam notice

2.     Mengidentifikasi tujuan dari text notice

3.     Mengidentifikasi informasi terikat dari notice

 

5.      Kriteira Penilaian

Setiap jawaban benar diberi nilai = 25

Setiap jawaban salah diberi nilai = 0

Total nilai 4 x 25 = 100

 

IX.   Sumber Belajar

Internet : http//www.go-ogle.com

Media    : Video, pictures

 

 

Mengetahui :                               Padang, ……………………

Kepala SMP Negeri                                Guru Bahasa Inggris

 

 

( …………..………….. )                       ( RIKA KURNIA SARI )

Nip.                                                                Npm. 08040096

 

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)

 

 

 

 

 

 

FITRIA DEVI WIDIAWATI

08040081/ 08C

 

 

 

Lecturer

ARMILIA RIZA

 

 

 

 

SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

(STKIP) PGRI SUMATERA BARAT

PADANG

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

 

 

Satuan pendidikan         : SMA 3 Padang

Kelas/ semester              : x/ 1

Mata Pelajaran               : Bahasa Inggris

Skill                               : Writing

Jumlah Pertemuan                   : 2 x 45 menit

 

I.                   Standar Kompetensi

  • Mengungkapkan makna dalam teks tulis fungsional pendek dan essay sederhana recount, narrative dan procedure dalam konteks kehidupan sehari-hari

 

II.                Kompetensi Standar

  • Mengungkapkan makna dan langkah-langkah retorika secara akurat, lancer dan berterima dengan menggunakan ragam bahasa tulis dalam konteks sehari-hari

 

III.             Indikator

1.     Menulis gagasan utama dalam teks recount

2.     Mengidentifikasi tokoh yang ada dalam teks monolog berbentuk recount

3.     Menggunakan Mechanic of writing (punctuation )

4.     Menggunakan past tenses dalam menulis teks recount

5.     Menulis draft teks recount

6.     Menghasilkan teks recount yang benar

IV.            Tujuan

1.     siswa mampu menulis gagasan utama dalam teks recount

2.     siswa mampu mengidentifikasi tokoh yang ada dalam teks monolog berbentuk recount

3.     siswa mampu menggunakan Mechanic of writing

4.     siswa mampu menggunakan past tense dalam menulis teks recount

5.     siswa mampu menulis draft teks recount

6.     siswa mampu menghasilkan teks recount yang benar

 

V.               Materi Ajar

a.     Teaching Material

1.     Vocabulary related to the text : great men, political.

2.     Noun phrase : indonesia’s great men

3.     Tenses past tenses : ( hatta was born in Bukit tinggi on August 12, 1902 )

4.     Generic structure :

  • Orientation
  • Events
  • Re-orientation

5.     Purpose : to entertain the reader

 

 

 

 

 

 

Text 1

 

Dr.Muhammad Hatta

Orientation    Every country has it great men and women who are remembered for what they have done for their country. One of indonesia’s great man is Muhammad Hatta. He was a man with a deep love for his country and people.

 

Event 1           Dr. Muhammad Hatta was born in Bukit tinggi on August 12,1902. while still in junior high school in Bukit tinggi. He became interested in politics and joined the league of  young Sumateras

 

Event 2              He left Bukit tinggi to study in Batavia then he went to the Netherlands he studied economics and gained a doctorate degree there. During his stay here he was active in the nationalist movement. Because of his activities, he was arrested.

 

Event 3           In 1932 Hatta returned to Indonesia. He joined apolitical organization called “pendidikan nasional Indonesia ”. One of its goals was to develop political awareness among the indonesia’s people. His activities again led to his arrest. The colonial government exiled him to boven digual, and later to Banda Neira. Shortly before the japaness invasion, he was brought back to java.

Event 4         When the japaness surrendered in August 1945, Soekarno and Hatta proclaimed indonesia’s independence. Hatta became the first vicepresident of the republic of Indonesia

 

Event 5        In 1995 Hatta resigned as vice, president and devoted himself to writing. On March 14.1982 Dr. Muhammad Hatta passed away in Jakarta

 

Reorientation   Nowadays he is not longer living among us. However, his spirit of loving the country and nation is one of the reasons why he is well remembered.

 

b.     Learning Material

Then, answer the question based on the text 1

Question:

1.     What is the purpose of the text?

2.     When and where was Dr. Hatta born?

3.     What tenses does the writer use in the text?

4.     What can you learn from Dr. hatta?

5.     Who arrested him?

VI.            Metode Pembelajaran

Interactive writing

 

VII.         Kegiatan Pembelajaran

  • Kegiatan Pembelajaran

-         Guru menyiapkan peserta didik secara psikis dan fisik untuk mengikuti proses pembelajaran

-         Guru mengajukan pertanyaan yang mengkaitkan pengetahuan sebelumnya dengan materi yang akan di pelajari

à Have you ever write about recount text ?

à What about?

-         Guru menjelaskan tujuan pembelajaran

à Well students, I have picture to show you

à  Do you know about he ?

à  Yes, he is Muhammad Hatta

à  Can you tell something about Hatta?

  • Guru menyampaikan cakupan materi dan penjelasan uraian kegiatan sesuai silabus

à     Well students, our topic today is about Recount Text

à     Generic structure in recount text is orientation, event and re-orientation

à    and what is the recount text? Recount text is the focus is on a sequence of events, all of which relate to a particular person.

 

 

 

  • Kegiatan inti

Explorasi

à siswa membaca sebuah tekx yang di berikan oleh guru

à siswa menentukan generic structure dari teks yang di berikan oleh guru ( secara berkelompok )

à siswa menulis teks recount ( secara berkelompok )

 

Explorasi

à siswa dengan di bombing guru bersama-sama mendiskusikan tokoh dalam teks

à  siswa di minta menuliskan jawaban di papan tulis ( berdasarkan kelompok )

‘’ what do you think about the answer? Is it correct?

à siswa dan guru mendiskusikan jawabannya untuk serta mendiskusikan lebih detail tentang teks recount

 

Konfirmasi

à Guru menuliskan kembali beberapa informasi yang terkandung dalam teks

à  siswa mendapat feedback dari guru

“ what can you learn from Dr. Hatta?

à siswa memperoleh motivasi dan reward dari guru

  • kegiatan Akhir / post teaching

à Guru dan siswa menyimpulkan pelajaran bersama

“well students, before we go home”

“let’s conclude our material today”

“ Diana, what is the recount text?

à Guru menanyakan kesulitan siswa terhadap materi yang di pelajari

“Do you understand about our material today?

“ Any problem student?

à Guru melakukan penilaian atas pencapaian siswa

 

VIII.      Alat / Bahan / Sumber

-         picture of Dr, Muhammad Hatta

-         text of recount

-         Detik-detik ujian nasional Bahasa Inggris SMA

XI.              Penilaian

Writing

Bentuk  : answering question

Teknik  : tes tertulis

Pedoman penilaian

 

       Generic structure score
1. orientation 30
2. event 40
3. re-orientation 30
      Total score 100

 

X.     Evaluasi

Kisi-kisi soal

 

 

 

 

 

Standar kompetensi

Kompetensi Dasar

Indicator soal

Mengungkapkan makna dalam teks tulis fungsional pendek dan essay sederhana recount, narrative dan procedure dalam konteks kehidupan sehari-hari

 

 

Mengungkapkan makna dan langkah-langkah retorika secara akurat, lancer dan berterima dengan menggunakan ragam bahasa tulis dalam konteks sehari-hari

 

 

Menulis gagasan utama dalam teks recount

Mengidentifikasi tokoh yang ada dalam teks monolog berbentuk recount

Menggunakan Mechanic of writing (punctuation )

Menggunakan past tenses dalam menulis teks recount

Menulis draft teks recount

Menghasilkan teks recount yang benar

 

 

Mengetahui                                                       Padang, 5 juli 2011

          Kepala Sekolah                                                 Guru Bahasa Inggris

 

                                        

 

            Armilia Riza                                                 Fitria Devi Widiawati

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)

Sekolah                       :  SMPN 2 Dharmasraya

Mata Pelajaran             :  Bahasa Inggris

Kelas/Semester            :  VII/2

Skill                             :  Writing

Alokasi Waktu            :  1 x 25 menit

 

Standar Kompetensi :  12 Menulis

Mengungkapkan makna kata dalam teks tulis fungsional dan esai

pendek sangat sederhana berbentuk descriptive dan procedure untuk

berinteraksi dengan lingkungan terdekat.

Kompetensi Dasar   :  l2.1.  Mengungkapkan mana dalam teks tulis fungsional pendek sangat sederhana dengan menggunakan bahasa tulis secara akurat, lancar dan berterima untuk berinteraksi dengan lingkungan terdekat.

 

Indikator Pencapaian :

  1. Mengidentifikasi shopping list yang diberikan guru
  2. Menemukan jenis teks berdasarkan gambar yang diberikan guru
  3. Menulis teks fungsional pendek berupa shopping list

 

I.            Tujuan Pembelajaran

Pada akhir pelajaran siswa dapat merespon dan mengungkapkan makna dalam teks fungsional pendek berupa daftar barang dengan cara :

  1. Mengelompokkan kata-kata yang berhubungan dengan makanan dan minuman
  2. Menemukan jenis teks berdasarkan gambar yang diperlihatkan
  3. Menyebutkan tempat-tempat berbelanja
  4. Menghasilkan sebuah teks fungsional shopping list

 

II.            Materi Pembelajaran

a.       Teks Fungsional Pendek

1.      Daftar barang /Shopping list

Contoh :

- Sari goes to supermarket, here is the shopping list:

2 bottles of milk

A pound of candy

3 packs of chocolate

Cake

 

- Ria and her mother go to Ratu supermarket. They buy their daily needs. Here is their shopping list:

A kilo of sugar

2 cans of milk

eggs

 

 

 

-          a can of milk

-          a kilo of lour

-          3 sachetcoffee mix

-          a bunch of spinach

-          a bar of chocolate

-          a slice of cheese

III.            Metode/Teknik : Interactive Writing

 

IV.            Langkah-langkah kegiatan

 

  1. a.      Pre-activities (5 minutes)
  • Guru masuk kelas dan menyapa siswa (greeting)

T : good afternoon students…..

S : good afternoon teacher….

T : how are you this afternoon

S : I’m fine, and you?

T : fine too, thank you.

  • Guru menanyakan siswa yang tidak hadir dan dilanjutkan dengan menyiapkan siswa baik secara psikis dan fisik untuk mengikuti proses pembelajaran

I will check your attendance list, who is absent today? What happened with her/him? Well…Take breath and we start our lesson now

  • Guru mereview pelajaran sebelumnya
  • Guru menunjukkan gambar dan menyajukan beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan materi yang akan dipelajari

Example:

 

  • I’ve a picture that I want to show you, can you guess?
  • Ø Menunjukkan flashcard tentang makanan dan minuman sambil bertanya secara lisan

T : What is it?

S : It is cucumber

  • Ø Bertanya jawab tentang tempat-tempat berbelanja

T : Where will you go if you want to buy some spinach,                                                carrot, cucumber and cauliflower?

S : I goes to grocery

T : Excellent

  • Guru menjelaskan tujuan pembelajaran dan KD yang akan dicapai“After listen some expressions that related about shopping list, I hope you will able to use it.
  • Guru menyampaikan cakupan materi
  • “Well my dear students, our topic today is about shopping list”

 

 

 

 

  1. b.      Whilst-activities (15 minutes)

 

Explorasi

 

  • Guru memperlihatkan beberapa gambar kepada siswa

“Well…I have some pictures, please look at carefully!

  • Guru meminta siswa untuk menebak gambar

Students…can you guess this picture?

  • Guru bersama-sama dengan siswa mendiskusikan gambar
  • Guru menuliskan jawaban di papan tulis
  • Guru menanyakan kembali tentang gambar tersebut kepada siswa
  • Guru meminta siswa mencocokkan gambar dengan shopping list yang ada

Elaborasi

  • Guru memberikan latihan kepada siswa dengan memberikan beberapa situasi
  • Guru menyuruh siswa membuat shopping list berdasarkan situasi yang ada
  • Guru meminta siswa menulis jawaban di papan tulis
  • Guru mendiskusikan jawaban siswa secara bersama-sama

Konfirmasi

  • guru mereview tentang shopping list berdasarkan gambar yang telah diberikan
  • siswa mendapat feedback dari guru tentang gambar shopping list yang sudah diberikan

 

 

  1. c.       Post-activities (5 minutes)
  • Guru meminta siswa untuk merangkum materi secara lisan berdasarkan pemahaman mereka

“Based on explanation above, let’s we conclude about our material today”

  • Guru memberikan penilaian atas pencapaian siswa

Great students…you are clever

  • Guru memberikan komentar dan saran bagi siswa demi kemajuan mereka.

“Students…I hope you can use this shopping list in your daily activities”.

  • Guru menanyakan kesulitan siswa dalam belajar

“Do you understand our topic today?”

“Any difficult?”

“Are you happy to teach with me and enjoy this class?”

“I am happy to join with this class, see you next week”.

 

  1. V.            Sumber/bahan/alat :
  • English in context for Junior High School second level.
  • Teacher’s voice
  • Picture

 

 

VI.            Penilaian

Writing

  • Bentuk : menghasilkan teks fungsional tentang shopping list
  • Kriteria penilaian

Pedoman Penilaian : Ejaan dan struktur bahasa

Tiap jawaban benar skor 20.

Jumlah skor maksimal l00

Jumlah skor diperoleh

Nilai =                                            X  100

Jumlah skor maksimal

 

  1. VII.            Evaluasi

 

Kisi-kisi

 

No

 

Standar kompetensi

 

Kompetensi dasar

 

Indikator pencapaian

 

  12. Menulis

Mengungkapkan makna kata

dalam teks tulis fungsional

dan esai pendek sangat

sederhana berbentuk

descriptive dan procedure

untuk berinteraksi dengan

lingkungan terdekat

 

l2.1  Mengungkapkan mana

dalam teks tulis fungsional

pendek sangat sederhana

dengan menggunakanbahasa

tulis secara akurat, lancardan

berterima untuk berinteraksi

dengan lingkungan terdekat

 

  1. Mengidentifikasi shopping list yang diberikan guru
  2. Menemukan jenis teks berdasarkan gambar yang diberikan guru
  3. Menulis teks fungsional pendek berupa shopping list

 

 

 

Elaborasi 2

  1. Mother wants to make a cake, she asked to her daughter Tuti to go to Miroto sSupermarket. Here is the shopping list :

2 boxes of chocolate

A kilo of egg

A kilo of flour

3 sachets of margarine

A pack of cheese

2 kilos of sugar

A can of baking powder

  1. Answer the questions based on the text

1.      Who goes to Mirota?

2.      Who asks her to go to Mirota?

3.      How much sugar does she want to buy?

4.      Does she want to buy a kilo of flour?

5.      How many eggs does she want to buy?

 

 

 

 

 

Konfirmasi (homework)

  1. Look in the text once more! State T/F based on the text

1.      Mother and her daughter, Tuti, go to Miroto Supermarket

2.      There are 7 kinds of things in her shopping list

3.      Tuti goes to Mirota Supermarket alone

4.      She wants to buy two sachets of cheese

5.      Tuti wants to buy two kilos of sugar

 

Elaborasi 1

  1. You want to make a sandwich. Write down your own shopping list of the materials you need, at least five things.

 

Answer:

  1. Bread                                1. Bread                                  1. bread
  2. Lettuce                              2. Tomato                                2. salad
  3. Beef                                  3. Egg                                      3. sausage
  4. Mayonnaise                       4. Chili sauce                           4. Tomato sauce
  5. Tomato sauce                    5. Tomato sauce                      5. Chili sauce

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Padang, 03 Juli 2011

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)

 

Satuan Pendidikan    : SMP

Kelas / Semester         : IX / II

Mata Pelajaran          : B. Inggris

Skill                             : Reading

Alokasi Waktu           :  2 x 45 menit

 

I.                   Standar Kompetensi

11.    Memahami makna teks tulis fungsional dan esei pendek sederhana berbentuk Narrative dan Report untuk berinteraksi dalam konteks kehidupan sehari – hari.

 

II.                Kompetensi Dasar

11. 1 Membaca nyaring bermakna teks tulis fungsional dan esei pendek sederhana berbentuk Narrative and Report dengan ucapan, tekanan, dan intonasi yang berterima untuk berinteraksi dalam konteks kehidupan sehari – hari.

 

III.             Indikator

  1. Mengidentifikasi jenis teks report
  2. Mengidentifikasi makna teks fungsional pendek dan esei berbentuk Report
  3. Mengidentifikasi tujuan teks report
  4. Mengidentifikasi informasi rinci dari teks tulis berbentuk report
  5. Menentukan struktur teks tulis berbentuk report

 

IV.             Tujuan Pembelajaran

  1. Siswa dapat mengidentifikasi jenis teks report
  2. Siswa dapat mengidentifikasi makna teks fungsional pendek dan esei berbentuk Report
  3. Siswa dapat mengidentifikasi tujuan teks report
  4. Siswa dapat mengidentifikasi informasi rinci dari teks tulis berbentuk report
  5. Siswa dapat menentukan struktur teks tulis berbentuk report

 

V.                Materi ajar

 

a.       Teaching Material

  1. Vocabulary related to the text : (Rabbit, ear, tail, etc)
  2. Noun phrase (small funny mammal, short tail, pointed ears)
  3. Tenses

Present tense : ( a Rabbit is weak and timid animal and always surrounded by many enemies)

  1. Generic Structure

- General classification      > explain about the general subject of report

and its classification generally.

- Description                     > explain about the characteristics of the

general subject

  1. Purpose

-          to inform the readers about something generally

-          to describe something systematically

 

Text :

The Rabbit

 

A Rabbit is a small funny mammal with a short tail and pointed ears. Rabbits live in the ground. Each burrow is the home of a single family.

A Rabbit is weak and timid animal and always surrounded by many enemies. Therefore, nature has gift it with large ears to help it hears, even the fun of drop sound. Its ears catch almost the sound wave produce in the air and transfers them into the inners ear, and it makes the Rabbits can detect their enemies in time and run to the safe zones.

The Rabbits are the animals which can not live without Carrots, they like it so much, even though this animal like other vegetables too.

The Rabbits are living in the forest bushes. They also can be the favorite pets for human beings. But wherever it is, the Rabbit is just an animal that will be very happy live free in anywhere as long as they are safe.

 

 

  1. Learning Material

Read the text above, and then answer the following questions based on the text above!

 

Task I

  1. What is the purpose of the text?
  2. What is the structure of the text?
  3. What tense is used in the text?

 

Task II

Fill in the chart with the correct answers from the question below!

Mendatar (horizontal)

  1. Text which explain something generally.
  2. Rabbits have a short tail and pointed ears.
  3. The Rabbits’ live.

 

Menurun (vertical)

  1. A small funny mammal with a short tail and pointed ears.
  2. The Rabbits’ favorite food.

 

 

VI.             Metode Pembelajaran

- CTL (Contextual Teaching Learning)

- Partner work strategy

 

VII.          Kegiatan Pembelajaran

  • Kegiatan awal (pre activities)

Ø  Guru menyiapkan peserta didik secara psikis dan fisik untuk mengikuti proses pembelajaran

Ø  Check the attendance list

Ø  Guru mereview pelajaran sebelumya.

Ø  Guru mengajukan beberapa pertanyaan – pertanyaan yang mengaitkan pengetahuan sebelumnya dengan materi yang akan dipelajari.

“well, students, I have a picture to show you”

“can you guess it?”

“have you ever seen Rabbits before?”

“what the colour of Rabbit do you know?”

Ø  Guru menyampaikan cakupan materi dan menjelaskan uraian kegiatan sesuai syllabus.

“well students, our topic today is Report text.”

“generic structure are general classification and description”

 

  • Kegiatan inti (Whilst activities)

Explorasi

-          Siswa membaca nyaring (report text)

-          Siswa menjawab pertanyaan berdasarkan teks report yang telah dibaca.

Elaborasi

-          Siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok. Satu kelompok terdiri 7 orang siswa.

“Now, please sit in a group, a group consist of seven members. Please fill the chart related with the text.

 

Konfirmasi

-          Guru menanyakan kepada siswa  tentang tugas yang diberikan dan mendiskusikan tugas tersebut.

“ have you finished?”

“let’s we discuss together”

-          Siswa mendapatkan feedback dari guru

 

  • Penutup (Post activities)

Ø  Guru dan siswa menyimpulkan pelajaran bersama

ok, let’s we conclude our material today”

“Rina, what is our topic today?”

 

Ø  Guru menanyakan kesulitan siswa terhadap  materi yang dipelajari

“do you understand our material today?”
”any problem?”

 

Ø  Guru meminta siswa mencari text report di rumah.

“ oke students, for your homework, please look for a report text and find the generic structure.”

 

VIII.       Penilaian

 

1. Teknik   : tes tulis

2. Bentuk  : menjawab pertanyaan berdasarkan teks yang telah dibaca dengan

mengisi kotak-kotak yang kosong.

  1. Alat Penilaian

 

Rabbits

A Rabbit is a small funny mammal with a short tail and pointed ears. Rabbits live in the ground. Each burrow is the home of a single family.

A Rabbit is weak and timid animal and always surrounded by many enemies. Therefore, nature has gift it with large ears to help it hears, even the fun of drop sound. Its ears catch almost the sound wave produce in the air and transfers them into the inners ear, and it makes the Rabbits can detect their enemies in time and run to the safe zones.

The Rabbits are the animals which can not live without Carrots, they like it so much, even though this animal like other vegetables too.

The Rabbits are living in the forest bushes. They also can be the favorite pets for human beings. But where ever it is, the Rabbit is just an animal that they will be very happy live free in anywhere as long as they are safe.

 

Task

Fill in the chart with the correct answers from the question below!

Mendatar (horizontal)

  1. Text which explain something generally.
  2. Rabbits have a short tail and pointed ears.
  3. The Rabbits’ live.

 

Menurun (vertical)

  1. A small funny mammal with a short tail and pointed ears.
  2. The Rabbits’ favorite food.

4.Kisi-kisi soal

 

No Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator
  Memahami makna teks tulis fungsional dan dan esei pendek sederhana berbentuk Narrative dan Report untuk berinteraksi dalam konteks kehidupan sehari – hari.

 

 

Membaca nyaring bermakna teks tulis fungsional dan esei pendek sederhana berbentuk Narrative and Report dengan ucapan, tekanan, dan intonasi yang berterima untuk berinteraksi dalam konteks kehidupan sehari – hari.

 

 

1.      Mengidentifikasi jenis teks report

2.      Mengidentifikasi makna teks fungsional pendek dan esei berbentuk Report

3.      Mengidentifikasi tujuan teks report

4.      Mengidentifikasi informasi rinci dari teks tulis berbentuk report

5.      Menentukan struktur teks tulis berbentuk report

 

 

  1. Kriteria Penilaian

Setiap jawaban benar diberi nilai 2

Setiap jawaban salah diberi  nilai 0

Total nilai 2 x 5 = 10

 

IX.             Sumber Belajar

 

Buku         : – English students  worksheet for innovation learning for junior

high school

- Let’s talk

- Text of report (Rabbit)

Internet     : Http//www.google.com

Media        : Picture

 

 

 

Mengetahui:

Kepala SMP Negeri

 

 

 

……………………………

Nip.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Padang,

Guru Bahasa Inggris

 

 

 

LAILA PUTRI

Npm. 08040087

 

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

Nama Sekolah           : SMP N 1 DUA KOTO

Mata Pelajaran          : Bahasa Inggris

Kelas/semester           : VII/1

Pertemuan ke                        : 1 dan 2

Alokasi waktu            : 2 x 45’

 

 

I.       Standar Kompetensi

Writing

12. Mengungkapkan makna dalam teks tulis fungsional pendek dan esei sederhana berbentuk narrative, descriptive, news item dalam kehidupan sehari-hari.

II.    Kompetensi Dasar

12.1 Mengungkapkan makna dalam bentuk teks tulis fungsional pendek (misalnya pengumuman, iklan, undangan, dll) resmi dan tak resmi secara akurat, lancar, dan berterima yang menggunakan ragam bahasa tulis dalam konteks kehidupan sehari-hari.

III. Indikator Pencapaian

  • Mengkonstruksikan defenisi dari notice
  • Mengkonstruksikan generic structure dari notice
  • Menulis suatu teks fungsional berbentuk notice
  • Mengungkapkan secara tertulis informasi yang terdapat dalam suatu notice

IV. Tujuan pembelajaran

  • Siswa dapat mengkonstruksikan defenisi dari notice
    • Siswa dapat mengkonstruksikan generic structure dari notice
    • Siswa mampu menulis suatu teks fungsional berbentuk notice
  • Siswa dapat mengungkapkan secara tertulis informasi yang terdapat dalam suatu notice

 

 

 

 

 

  1. V.    Materi Pokok

a. Teaching Material

 

Text

Definition

Generic Structure

Purposes

Notice notify someone about an upcoming event -         Orientation

-          Event

-         Twist

-    to perform document

-    to informed shipping communities

-    to announce your company are present

-    to terminate the tenancy

 

 

 

Examples:

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

b. Learning Material

                A. Read a notice below and answer the question!

 

 

Event

                                                                                                   Orientation

                                                                                                  Twist

 

 

Question:

1.Who is the notice for?

2.Who is Ms Swasti?

3.When does class VIIA have Art class?

4.What does Ms Swasti ask students to bring?

 

B. Match the notices in the left column with their appropriate place in the right column!

No

Notices

Places

1

Make up room place a. Crossroad

2

Better late than never but late is the best b. Bank

3

Slow! Dangerous crossroads c. Hotel

4

Thank you for not smoking d. Kitchen

5

Do not leave the gas cooker unattended when on e. Classroom

 

 

 

 

VI. Metode Pembelajaran/Teknik : contextual teaching learning

  1. VII.    Langkah-langkah kegiatan

Pertemuan #1

  • Kegiatan Awal (10’)
    • Guru menyiapkan peserta didik secara psikis dan fisik untuk mengikuti proses pembelajaran (Check attendance list).
    • Guru mengajukan beberapa pertanyaan yang mengaitkan pengetahuan sebelumnya dengan materi yang akan dipelajari (review material).

Contoh:

What did you learn last week?

Ok, what do you think about notice?

  • Guru menjelaskan  tujuan pembelajaran atau kompetensi dasar yang akan dicapai.

After learning a notice, I hope you can construct about it in daily life.

  • Guru menyampaikan cakupan materi dan penjelasan uraian kegiatan sesuai silabus.

Well, my students, our topic today about writing a notice

  • Guru memperlihatkan kepada siswa beberapa contoh dari notice.
  • Kegiatan Inti (60’)

Explorasi

  • Siswa membaca dan memahami contoh dari notice yang diperlihatkan oleh guru
  • Siswa menjawab pertanyaan berdasarkan notice
  • Siswa diminta untuk melengkapi kalimat  rumpang berdasarkan notice
  • Siswa diminta untuk membuat suatu notice berdasarkan situasi yang diberikan

Elaborasi

  • Siswa diminta untuk menuliskan jawaban di papan tulis (berdasarkan kelompok) “What do you think about the answer? Is it correct?
  • Siswa dengan dibimbing guru bersama-sama mendiskusikan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang diberikan
  • Siswa dengan dibimbing guru bersama-sama mendiskusikan informasi yang terkandung di dalam notice sesuai situasi yang diberikan oleh guru.

Konfirmasi

  • Guru mereview kembali tentang materi yang sudah diberikan.
  • Siswa mendapat feedback dari guru tentang materi
  • Guru memberikan appresiasi atas pencapaian siswa
  • Kegiatan Akhir (20’)
    • Guru memancing siswa untuk membuat rangkuman berdasarkan pemahaman mereka sendiri
    • Guru memberikan penilaian atas pencapaian siswa
    •  Siswa mendapat feedback dari guru dan mereview materi
    • Guru memberikan penilaian atas pencapaian siswa
    • Guru memberikan komentar yang membangun bagi kemajuan siswa
  1. VIII.       Sumber/Bahan/Alat
  • Competent Student Grade VII
  • Pegangan Guru (Wajar) Grade VII
  • English on Sky 1 Erlangga
  • Another supporting source
  1. IX.             Penilaian

Writing

  • Bentuk            : answering question
  • Teknik : tes tulis
  • Kriteria penilaian
    • Word choice
    • Content
    • Comprehension

  Rubric Penilaian (Writing)

No

Elemen yang diniali

Skor Maksimal

Penilaian Peserta didik

1

Ketepatan pilihan kata dalam membuat notice

20

 

2

Hubungan topik dengan isi notice

40

 

3

Penguasaan siswa terhadap notice yang dibuat

40

 
 

Total Skor

100

 
  1. X.                Evaluasi

   Kisi-kisi soal

No

Standar Kompetensi

Kompetensi Dasar

Indikator Pencapaian

12

Writing

Mengungkapkan makna dalam teks tulis fungsional pendek dan esei sederhana berbentuk narrative, descriptive, news item dalam kehidupan sehari-hari.

 

 

Mengungkapkan makna dalam bentuk teks tulis fungsional pendek (misalnya pengumuman, iklan, undangan, dll) resmi dan tak resmi secara akurat, lancar, dan berterima yang menggunakan ragam bahasa tulis dalam konteks kehidupan sehari-hari.

Siswa mampu:

  1. Mengkonstruksikan defenisi dari notice
  2. Mengkonstruksikan generic structure dari notice
  3. Menulis suatu teks fungsional berbentuk notice
  4. Mengungkapkan secara tertulis informasi yang terdapat dalam suatu notice

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

ACTIVITY I

Complete the following notices with the information in the box!

a. Wednesday        c. Students of Class VIIB                     e. Science teacher

b. Thank you            d. An Indonesian-English dictionary

 

 

 

 

 

 

1.

 

 

 

 

 

 

2.

 

 

 

 

 

ACTIVITY II

            Match the notices on the left side with their meaning on the right side!

1

All cars may not enter the road until next weekend. a. Keep silent

2

You’re not allowed to feed the animal. b. Privacy requested

3

We’re not allowed to smoke in this room c. No smoking

4

Nobody can touch the requested things. d. Don’t feed the animal

5

We’re not allowed to speak loudly. e. Road closed until weekend

   

     Mengetahui,                                                                                  Pasaman,  Mei 2011

     Kepala SMP N 1 DUA KOTO                                                    Guru Bahasa Inggris

 

 

       (Bima Sakti, M. Pd.)                                                                  (Nesri Yunisal, S. Pd.)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

LESSON PLAN

About

NOTICE

 

 

 

Nesri Yunisal

08040164

 

 

Lecturer:

Armilia Riza, S. Pd.

 

 

 

 

COLLEGE OF TEACHER TRAINING AND EDUCATION

(STKIP) PGRI WEST SUMATERA

2011

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Mengetahui

Kepala SMPN 2 Dharmasraya                                                      Guru Bahasa Inggris

 

 

 

 

Armilia Riza, S.Pd                                                                      Ati Sumiati, S.Pd.

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Satuan Pendidikan      : SMA

Kelas/Semester            : XII/I

Mata Pelajaran            : Bahasa Inggriss

Skill                             : Writing

Jumlah Pertemuan       : 2 x 45

 

I. Standar Kompetensi

6. Mengungkapkan makna dalam teks tulis monolog yang bertbentuk narrative, explanation dan         discussion secara akurat, lancar dan berterima dalam konteks kehidupan sehari-hari.

II. Kompetensi Dasar

6.2  Mengungkapkan makna dan langakah terorika dalam teks monolog dengan menggunakan ragam bahasa tulis secara akurat, lancar dan berterima dalam konteks kehidupan sehari-hari dalam teks berbentuk: narrative, explanation dan discussion.

III. Indikator

  1. Menulis topik yang ada dalam teks berbentuk narrative
  2. Menulis sebuah teks narrative
  3. Menulis informasi rinci yang ada dalam teks berbentuk narrative.
  • Tokoh cerita dari teks narrative yang diceritakan (utama dan figuran)
  • Konflik cerita dari teks narrative yang diceritakan
  1. Mengungkapkan  secara tertulis struktur dari teks narrative..
  2. Mengungkapkan tujuan dari teks narrative (fungsi social).
  3. Mengungkapkan nilai moral yang ada dalam teks berbentuk narrative.

 

 

IV. Tujuan Pembelajaran

Pada akhir pembelajan siswa dapat:

  1. Mengungkapkan gambaran umum dari teks narrative.
  2. Mengungkapkan informasi rinci dari teks narrative.
  3. Mengungkapkan informsi secara tertulis dari teks narrative.
  4. Mengungkapkan generic structure dari teks berbentuk narrative.
  5. Mengungkapkan pendahuluan, konflik dan penyelesaian dari teks narrative.
  6. Mengungkapkan tujuan dan nilai moral dari teks narrative.
  7. 7.      Mengarang sebuah teks narrative.

 

V. Materi Ajar

  1. a.      Teaching Material
    1. Vocabulary related to the text ( dress, shoes, bed, love, ugly, talk, beautiful, prince, etc)
    2. Noun phrase( Cinderella)
    3. Tenses ( past tense: Her mother was dead), past continuous, example: “Cinderella was sitting all alone”.
    4. Linking words dealing with time ( once upon a time, one day,…..etc)
    5. Generic structure:
  • Orientation
  • Complication
  • Resolution
  1. Purpose: to entertain the reader

 

 

 

 

 

Text 1

CINDERELLA

Once upon a time there lived an unhappy young girl. Her mother was dead and her father had married a widow with two daughters. Her stepmother didn’t like her one little bit. All her kind thoughts and loving touches were for her own daughters. Nothing was too good for them – dresses, shoes, delicious food, soft beds, and every home comfort.

Orientation

But, for the poor unhappy girl, there was nothing at all. No dresses, only her stepsisters’ hand-me-downs. No lovely dishes, nothing but scraps. No rest and no comfort. She had to work hard all day. Only when evening came was she allowed to sit for a while by the fire, near the cinders. That’s why everybody called her Cinderella.

Cinderella used to spend long hours all alone talking to the cat. The cat said, . Miaow. , which really meant, . Cheer up! You have something neither of your stepsisters has and that is beauty.. It was quite true. Cinderella, even dressed in old rags, was a lovely girl. While her stepsisters, no matter how splendid and elegant their clothes, were still clumsy, lumpy and ugly and always would be.

Complication

One day, beautiful new dresses arrived at the house. A ball was to be held at the palace and the stepsisters were getting ready to go. Cinderella didn’t even dare ask if she could go too. She knew very well what the answer would be: . You? You’re staying at home to wash the dishes, scrub the floors and turn down the beds for your stepsisters. They will come home tired and very sleepy.. Cinderella sighed, . Oh dear, I’m so unhappy!. and the cat murmured . Miaow..

Complication

Suddenly something amazing happened. As Cinderella was sitting all alone, there was a burst of light and a fairy appeared. . Don’t be alarmed, Cinderella,. said the fairy. . I know you would love to go to the ball. And so you shall!. . How can I, dressed in rags?. Cinderella replied. . The servants will turn me away!.

Resolution

The fairy smiled. With a flick of her magic wand Cinderella found herself wearing the most beautiful dress she had ever seen. . Now for your coach,. said the fairy; “A real lady would never go to a ball on foot! Quick! Get me a pumpkin!. . Oh of course,. said Cinderella, rushing away. Then the fairy turned to the cat. . You, bring me seven mice, and, remember they must be alive!.

Cinderella soon returned with the pumpkin and the cat with seven mice he had caught in the cellar. With a flick of the magic wand the pumpkin turned into a sparkling coach and the mice became six white horses, while the seventh mouse turned into a coachman in a smart uniform and carrying a whip. Cinderella could hardly believe her eyes.

complication

Cinderella had a wonderful time at the ball until she heard the first stroke of midnight! She remembered what the fairy had said, and without a word of goodbye she slipped from the Prince. s arms and ran down the steps. As she ran she lost one of her slippers, but not for a moment did she dream of stopping to pick it up! If the last stroke of midnight were to sound… oh… what a disaster that would be! Out she fled and vanished into the night.

The Prince, who was now madly in love with her, picked up the slipper and said to his ministers, “Go and search everywhere for the girl whose foot this slipper fits. I will never be content until I find her!”

So the ministers tried the slipper on the foot of every girl in the land until only Cinderella was left.

That awful untidy girl simply cannot have been at the ball,. snapped the stepmother. . Tell the Prince he ought to marry one of my two daughters! Can’t you see how ugly Cinderella is?. But, to everyone. s amazement, the shoe fitted perfectly.

resolution

Suddenly the fairy appeared and waved her magic wand. In a flash, Cinderella appeared in a splendid dress, shining with youth and beauty. Her stepmother and stepsisters gaped at her in amazement, and the ministers said, “Come with us Cinderella! The Prince is waiting for you.” So Cinderella married the Prince and lived happily ever. As for the cat, he just said “Miaow!”

 

 

  1. b.      Learning Material

Task 1

Then, answer the questions based on the text

question

  1. What is the title of the story?
  2. Where did the story happen?
  3. Who are the good characteristics in the story?
  4. When did  the problem in the story happen?
  5. What happened to Cinderella before she met prince?
  6. How was the ending of the story?

Task 2.

Work in group and the study the following picture.

Write a narrative story that is suitable for this picture.

1.                                               2.                                                 3.

 

4.                                                             5.                                                                        6.

 

 

VI. Metode Pembelajaran

CTL ( Contextual Teaching Learning)

VII. Kegiatan Pembelajaran

  • Pendahuluan / Pre-activities (15’)
    • Guru menyiapkan peserta didik secara psikis dan fisik untuk mengikuti proses pembelajaran.
    • Guru menanyakan pelajaran minggu yang lalu

“Well students, before we move to our study today, I want to ask you about our material last week…”

“Do you remember about invitation?”

 “Do you ever invite your friend to go to the party?”

  • Guru mengajukan beberapa pertanyaan yang mengaitkan pengetahuan siswa sebelumnya dengan materi yang akan dipelajari
  • Guru menjelaskan tujuan pembelajaran atau kompetensi dasar yang akan dicapai

“Ok students, today I want to show you something.”

“Do you know what is this?”

“Would you like to read  the story?”

“Okey, Have you ever heard the story of Malin Kundang?”

“What kind the Malin Kundang’s story?

 “What is the picture?

 “Can you guess the title of my story?”

 

  • Kegiatan inti/whilst activities (50’)

Explorasi

  • Guru menceritakan cerita( cinderella) kepada siswa

“Okey student, now we will talking about story of Cinderella.”

  • Guru menjelaskan text narrative dan structure text narrative dari cerita Cinderella
  • Guru meminta siswa secara acak untuk menjawab pertanyaan  berdasarkan cerita yang didengar untuk mengetahui pemahaman siswa.
  • Siswa menjawab pertayan (learning material task 1) berdasarkan cerita yang didengar.

Elaborasi

  • Siswa dengan di bimbing guru bersama-sama untuk mendiskusikan tokoh didalam cerita.
  • Siswa diminta untuk menuliskan jawaban di papan tulis (task 1)

 “What do you think about the answer? is it correct?”

  • Siswa dan guru mendiskusikan jawabannya untuk serta mengidentifikasi lebih detail teks tentang teks narrative( moral value).
  • Siswa di bagi dalam beberapa kelompok (empat atau lima )dan diminta untuk menulis cerita “cinderalla” sesuai dengan pemahaman mereka dan menuliskannya di papan tulis.

 

Konfirmasi

  • Guru meminta siswa untuk memberikan tanggapan mereka atas jawaban  teman- temannya.

“What do you think about your friends the answers?”

  • Siswa mendapatkan feeback dari guru.

“Who are characteristics in the story?”

“What happened with Cinderella?”

“What can you learn from this story?”

  • Siswa memperoleh motivasi dan rewad dari guru.

 

 

 

  • Penutup/ post- activities(25’)
    • Guru dan siswa menyimpulkan pelajaran bersama.

“Let’s conclude our material today “

“Desi, what is the story about?”

  • Guru menanyakan kesulitan siswa terhadap materi yang di pelajari.
  • Guru meminta siswa mencari cerita lain dirumah.
  • Guru melakukan penilaian dengan membrikan cerita yang baru dan meminta siswa    menjawab pertanyan yang disediakan. (kalau ada waktu untuk melakukan penilaian di hari yang sama.)

V111.Penilaian

1.Teknik  :tes tertulis

2.Bentuk  :Tes 1.Menjawab pertanyaan berdasarkan cerita yang ditulis.

Tes 2. Membuat teks narrative

3.Alat penilaian

Text 2.

                    The Story of Sangkuriang and Tangkuban Perahu Mountain

Once, there was a kingdom in Priangan Land. Lived a happy family. They were a father in form of dog,his name is Tumang, a mother which was called is Dayang Sumbi, and a child which was called Sangkuriang.

One day, Dayang Sumbi asked her son to go hunting with his lovely dog, Tumang. After hunting all day, Sangkuriang began desperate and worried because he hunted no deer. Then he thought to shot his own dog. Then he took the dog liver and carried home.

Soon Dayang Sumbi found out that it was not deer lever but Tumang’s, his own dog. So, She was very angry and hit Sangkuriang’s head. In that incident, Sangkuriang got wounded and scar then cast away from their home.

Years go bye, Sangkuriang had travel many places and finally arrived at a village. He met a beautiful woman and felt in love with her. When they were discussing their wedding plans, The woman looked at the wound in Sangkuriang’s head. It matched to her son’s wound who had left severall years earlier. Soon she realized that she felt in love with her own son.

She couldn’t marry him but how to say it. Then, she found the way. She needed a lake and a boat for celebrating their wedding day. Sangkuriang had to make them in one night. He built a lake. With a dawn just moment away and the boat was almost complete. Dayang Sumbi had to stop it. Then, she lit up the eastern horizon with flashes of light. It made the cock crowed for a new day.
Sangkuriang failed to marry her. She was very angry and kicked the boat. It felt over and became the mountain of Tangkuban Perahu Bandung.

 

Test 2

Question

  • Write a narrative story  about your comprehension  based on the text

 

Kisi-kisi soal

No.

Standar kompetensi

Kompetensi dasar

Indikator soal

1. 6.Mengungkapkan makna dalam teks tulis monolog yang bertbentuk narrative, explanation dan         discussion secara akurat, lancar dan berterima dalam konteks kehidupan sehari-hari. 6.2Mengungkapkan makna dan langakah terorika dalam teks monolog dengan menggunakan ragam bahasa tulis secara akurat, lancar dan berterima dalam konteks kehidupan sehari-hari dalam teks berbentuk: narrative, explanation dan discussion.
  1. Menulis topik dari teks narrative yang diceritakan guru.
  2. Menulis sebuah teks narrative yang diceritakan guru.
  3. Menulis informasi rinci dari teks narrative yang diceritakan guru.
  • Tokoh cerita dari teks narrative yang diceritakan (utama dan figuran)
  • Konflik cerita dari teks narrative yang diceritakan
  1. Mengungkapkan  secara tertulis struktur dari teks narrative yang diceriyakan guru.
  2. Mendiskusikan tujuan dari teks narrative yang diceritakan guru (fungsi social).
  3. Mendiskusikan nilai moral dari teks narrative yang diceritakan guru.

 

 

 

  1. Criteria penilaian

No

Element yang dinilai

Score maksimal

Penilaian

Peserta didik

1 Orientation 30  
 

2

Complication 40  
3 Resolution 30  
  Total skor 100  

 

 

IX. Sumber belajar

Buku : Look Ahead an English course for senior high school students year XII

Media :

  • pictures of Cinderella
  • Text of narrative (Cinderella)

 

 

Mengetahui                                                                            padang,13 april 2011

Kepala  SMA N 1 PESSEL                                                  Guru bahasa inggris

 

 

 

_____________________                                                      ___________________

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

Nama Sekolah             : MTs.N Gunung Pangilun

Mata Pelajaran             : Bahasa Inggris

Kelas                           : VII/II

Pertemuan ke               : 5

Alokasi Waktu             : 2×25 menit

SK/KD

  1. Speaking

Memahami makna dalam percakapan transaksional dan interpersonal sangat sederhana untuk berinteraksi dengan lingkungan terdekat.

7.2       Merespon makna dalam percakapan transaksional (to get thing done) dan interpersonal (bersosialisasi) lancar, dan berterima untuk berinteraksi dengan         lingkungan terdekat yang melibatkan tindak tutur : meminta dan memberikan pendapat, menyatakan suka dan tidak suka, meminta klarisifikasi, dan merespon          secara interpersonal.

 

Indikator Pencapaian

  • Mengidentifikasi makna tindak tutur tentang menyatakan suka dan tidak suka.
  • Merespon tindak tutur tentang menyatakan suka dan tidak suka.
  • Merespon tindak tutur meminta dan memberikan pendapat tentang suka dan tidak suka
  • Menggunakan pernyataan suka dan tidak suka ( like and dilike) dalam percakapan
  1. Tujuan Pembelajaran
  • Siswa dapat mengidentifikasi makna tindak tutur tentang menyatakan suka dan tidak suka (like and dislike)
  • Siswa mampu merespon tindak tutur tentang menyatakan suka dan tidak suka.
  • Siswa dapat mengidentifikasi makna tindak tutur meminta dan memberikan     pendapat tentang pernyataan suka dan tidak suka
  • Siswa mampu merespon makna tindak tutur meminta dan memberikan pendapat tentang pernyataan suka dan tidak suka.
  • Siswa dapat berdiskusi tentang pernyataan suka dan tidak suka
  • Siswa dapat melengkapi dialogue yang diberikan Guru

 

 

 

  1. Materi Pokok

Percakapan dan pernyataan yang membuat ungkapan-ungkapan berikut:

 

Asking  about like and dislike Asking for and Giving Things Response
  • What is your favorite  subject?
  • What subject do you like?
  • Do you like science?
  • Do you like ….?
  • why
  • Why do you like it?
  • Why not?
  • I like English
  • I like English very much
  • English is my favorite subject.
  • I do not like math
 

 

  • Yes, I do
  • No, I don’t
  • It’s easy
  • It’s difficult
  • Yes, I like
  • No, I don’t like

 

 

Practice the following dialog.

Situation : subject is like and dislike

Doni    : Hai Rani

Rani     : Hai Doni

Doni    : Oo.. Rani, do you like English?

Rani     :  Yes I do.

Doni    : Why do you like it?

Rani     : It’s easy.

Doni    : Do you like math?

Rani     : No, I don’t

Doni    : It’s difficult

 

  1. Metode Pembelajaran/Teknik: Contextual Teaching Learning
  2. Langkah-langkah kegiatan

Pertemuan # 1

  • Kegiatan awal (10’)

v  Guru menyiapkan peserta didik secara psikis dan fisik untuk mengikuti proses pembelajaran.

v  Guru mengajukan beberapa pertanyaan-pertanyaan yang mengaitkan pengetahuan sebelumnya dengan materi yang akan dipelajari.

  • How many subjects do you know in your school?
  • How many days a week does you go to school?
  • What time does your class start?
  • What is your favorite subject at school?

v  Guru menjelaskan tujuan pembelajaran atau kompetensi dasar yang akan dicapai.

After listen some suggestion expression, I hope you will be able to identify the expression on a dialog and you can use it.

ü  Guru menyampaikan cakupan materi dan penjelasan uraian kegiatan sesuai dengan silabus.

Well, my students, our topic is about expressing like and dislike

ü  Guru memberikan dialog rumpang dan meminta siswa untuk mengidentifikasi apa informasi yang ada dalam dialog.

 

 

  • Kegiatan inti (15’)

Explorasi

ü  Siswa membaca percakapan interpersonal/transaksional yang berisikan ungkapan untuk menyatakan suka dan tidak suka (expressing like and dislike)

ü  Siswa melengkapi dialog rumpang yang berisikan ungkapan expressing like and dislike

ü  Siswa diminta untuk melengkapi dialog rumpang di papan tulis

ü  Guru meminta siswa untuk mengidentifikasi ungkapan menyatakan like and dislike yang terdapat dalam dialog.

ü  Guru meminta siswa untuk memperaktekkan di depan kelas

 

Elaborasi

ü  Siswa dengan dibimbing guru bersama-sama untuk mendiskusikan isi dialog yang berisikan menyatakan like and dislike

 

Task

Fill in the blank in the dialogue above.

Angelina          : Do you 1                 dancing?

Brad                 : Yes, I like              hip-hop. And 2             ?

Angelina          : No, I don’t like dancing.

Brad                 : Why do not you like?

Angeline          : It’s difficult for me, and not my hobby?

Brad                 : What about sports?3              you like doing sports?

Angelina          : Yes, I4                                   doing sports. I like skiing because it    makes me enjoy. What about you?

Brad                 : Oh no! I like sports but, I don’t like skiing.

Angelina         : Do5               like swimming?
Brad                : No, I 6                       swimming

Angeline           : why?

Brad                 : because I can’t swim and I think it is very dangerous.

Angelina          : I think so and I hate it too.

 

ü  Siswa menyebutkan ungkapan menyatakan like and dislike yang ada dalam dialok dan siswa lain diminta mendengarkan dan meminta mempratekannya kembali.

ü  Siswa menjawab beberapa pertanyaan tentang beberapa informasi yang terkandung didalam dialog seperti:

  • Mengidentifikasi makna kata
  • Hubungan antara pembaca

ü  Siswa dan guru mendiskusikan tentang penggunaan ungkapan menyatakan like and dislike.

ü  Siswa dan guru mendiskusikan respon yang biasa diberikan didalam menyatakan like and dislike.

 

Konfirmasi

ü  Guru membacakan kembali beberapa ungkapan menyatakan like and dislike dan meminta siswa untuk memberikan respon.

ü  Siswa mendapat feedback dari guru dan mereview ungkapan yang digunakan untuk menyatakan like and dislike

ü  Guru memberikan apresiasi atas pencapaian siswa.

  • Kegiatan akhir (05’)

ü  Guru memancing siswa untuk membuat rangkuman berdasarkan pemahaman mereka sendiri

ü  Guru memberikan penilaian atas pencapaian siswa

ü  Siswa mendapat feedback dari guru dan mereview ungkapan yang digunakan untuk menyatakan like and dislike

ü  Guru memberikan penilaian atas pencapaian siswa.

ü  Guru memberikan komentar yang membangun bagi kemajuan siswa.

ü  Guru memberikan homework tentang expression like and dislike

Exercise : This have three dialogues here. Please complete the

dialogues with your own words. Number one is done for

you.)

 

  1. Andi   : Do you . . . chocolate? (like)

Budi   :  No, I . . . it. (hate)

Andi  : . . . ? (Why)

Budi  : Because it makes me fat.

 

 

  1.  Arif  : Do you like…?

Aan  : ……….

Arif   : Why?

Aan   : Because……………..

 

  1.  Chika        : Sari, What foods do you like?

Sari            : ……………………….

Chika         : Why do you like………….?

Sari            : Because………………………….

  1. Sumber/Bahan/Alat
  • English on Sky Erlangga kelas VII
  • Teacher’s voice
  • Another supporting idea
  • Picture

 

  1. Penilaian

Speaking

  1. Teknik : Tes lisan
  2. Bentuk : Memperaktekkan dialok didepan kelas
  3. Alat penilaian

 

  • Rubric Penilaian
    • Speaking for specific information
    • Obtaining general idea of what like and dislike
    • Recognition of function of structure
    • Interpreting
    • Comprehension
No

Elemen yang dinilai

Skor maksimal

Penilaian peserta didik

1 Intonation

20

 
2 Pronunciation

20

 
3 Fluency

20

 
4 Content

20

 
5 Face/body expression

20

 
6 Total

100

 

 

  1. Evaluasi

Kisi-kisi soal

No Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian
1 Speaking

Memahami makna dalam percakapan transaksional dan interpersonal sangat sederhana untuk berinteraksi dengan lingkungan terdekat.

Merespon makna dalam percakapan transaksional (to thing done) dan interpersonal (bersosialisasi) lancar, dan berterima untuk berinteraksi dengan lingkungan terdekat yang melibatkan tindak tutur : meminta dan memberikan pendapat, menyatakan suka dan tidak suka, meminta klarisifikasi, dan merespon secara interpersonal.

 

  • Siswa mampu: Mengidentifikasi makna kata
  • Mengidentifikasi makna tindak tutur tentang meminta dan memberikan pendapat
  • Mengidentifikasi makna tindak tutur tentang menyatakan suka dan tidak suka.
  • Merespon tindak tutur tentang menyatakan suka dan tidak suka.

 

 

Padang, 20 April 2011

Mengetahui,

Kepala MTs.N Gunung Pangilun                                        Guru Bahasa Inggris

 

 

Armelia RizaS.Pd                                                              Rahmat S, butar butar

NIP:                                                                                              NIP:

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)

 

 

 

 

 

 

 

 

DISUSUN OLEH : RAHAMAT SALEH

SESI :08 C

NPM: 08040281

SEKOLAH TINGGI ILMU KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN STKIP PGRI

SUMATERA BARAT

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

YOUR’S MOTIVATION

  1. 1.        Persahabatan yang didasari oleh keikhlasan hati dan kasih sayang, akan melahirkan keabadian dalam kebersamaan.
  2. 2.        Jangan menyerah atas impianmu. Impian memberimu tujuan hidup. Ingatlah, sukses bukan kunci kebahagiaan. Semangat!
  3. 3.        Kamu tak akan bisa hidup sendiri. Butuh bantuan orang lain. Pastikan bahwa mereka adalah orang yg dapat kamu andalkan.
  4. 4.        Kesalahan hanya membuatmu dewasa. Senyuman mampu meringankan luka. Sahabat akan selalu ada di saat kamu membutuhkannya.
  5. 5.        Kenalilah ciri-ciri fisik kalian sebelum memutuskan untuk memilih pakaian, sesuaikanlah dengan bentuk tubuh.
  6. 6.        Banyak wanita hanya mengikuti style rambut yang saat ini sedang trend, populer atau style aktor idola mereka, tapi tdk sesuai dgn wajah.
  7. 7.        Ketika hidup memberi kata TIDAK atas apa yg kamu inginkan, percayalah, Tuhan selalu memberi kata YA atas apa yg kamu butuhkan.
  8. 8.        Tdk ada org yg dpt menyakitimu, kecuali mereka yg benar2 kau peduli, atau mereka yg tdk benar2 peduli padamu.
  9. 9.        Setiap masalah pasti bisa dibicarakan. Beda itu wajar asal jgn saling menyakiti. Mari bersama rasakan DAMAI.
  10. 10.     Hal mudah akan terasa sulit jika yg pertama diipikirkan adalah kata SULIT. Yakinlah bahwa kita memiliki kemampuan dan kekuatan.
  11. 11.     Sahabat tak akan menghilang saat masalah datang, tapi menggandeng tanganmu dan menghadapinya bersama-sama.
  12. 12.     Sukses tak akan datang bagi mereka yg hanya menunggu tak berbuat apa-apa, tapi bagi mereka yg selalu berusaha wujudkan mimpinya.
  13. 13.     Jangan awali hari dengan penyesalan hari kemarin, karena akan menggangu hebatnya hari ini, dan akan merusak indahnya hari esok.
  14. 14.     Percayalah, hari ini akan lebih indah daripada kemarin jika kita mengawalinya dengan doa dan senyuman.
  15. 15.     Doaku hari ini: Tuhan, tetapkan aku dalam keimanan yang kokoh, datangkanlah kebaikan dan jauhkanlah segala keburukan.
  16. 16.     Senyumlah, tinggalkan sedihmu. Bahagialah, lupakan takutmu. Sakit yg kamu rasa, tak setara dengan bahagia yg akan kamu dapat.
  17. 17.     Air mata tak selalu menunjukkan kesedihan, terkadang karena kita tertawa bahagia bersama sahabat terbaik kita.
  18. 18.     Sahabat slalu ada untukmu, ketika kamu punya masalah. Bahkan terkadang memberi saran yg bodoh hanya tuk lihat kamu tertawa.
  19. 19.     Tidak pernah ada kata terlambat untuk memulai. Begitu juga untuk mengakhiri.
  20. 20.     Perhatikan Model Rambut, Rambut juga merupakan salah satu hal utama yang di perhatikan oleh lawan jenis.
  21. 21.     Hindari Logo Pada Pakaian, karena kalian akan terlihat seperti billboard berjalan.
  22. 22.     Org yg pantas kamu tangisi tdk akan membuatmu menangis, & org yg membuatmu menangis tdk pantas kamu tangisi.
  23. 23.     Sahabat adalah dia yg tahu kekuranganmu, tapi menunjukkan kelebihanmu. Dia yg tahu ketakutanmu, tapi menunjukkan keberanianmu.
  24. 24.     Ketika keadaan mengharuskan untuk menangis, tak usah berpura, menangislah. Tak semua air mata berarti lemah.
  25. 25.     Mereka yang terus hidup penuh dengan kekerasan hati akan membawa kedalam kehidupan yang tidak mensejahterakan.
  26. 26.     Jgn hitung brp kali org menyakiti & meninggalkanmu, tp brp kali kau menyakiti Tuhan & Ia tdk prnh meninggalkanmu.
  27. 27.     Sahabat adalah mereka yg tahu semua kekuranganmu, namun tetap memilih bersamamu ketika orang lain meninggalkanmu.
  28. 28.     Tak peduli siapa yg buatmu patah hati atau berapa lama yg dibutuhkan tuk sembuh, kamu tak akan bisa melewatinya tanpa sahabat!
  29. 29.     Sahabat adalah dia yg tahu apa yg dia miliki ketika bersamamu, bukan dia yg menyadari siapa dirimu setelah dia kehilanganmu.
  30. 30.     Fakta Keren, dapatkan fakta-fakta menarik tuk menambah wawasan kamu.
  31. 31.     Menyanyi dapat meningkatkan dan melancarkan sirkulasi oksigen di dalam darah, dan juga dapat membakar lemak.
  32. 32.     Buah durian yang mengandung vitamin B, C, E dan zat besi bisa menghilangkan kegelisahan dan mengatasi insomnia.
  33. 33.     Saat kau membalas kebencian dgn amarah & caci maki, saat itulah musuhmu menang.
  34. 34.     Jangan pernah sakiti sahabatmu, karena sahabat adalah cara Tuhan menunjukkan bahwa Dia tak ingin kamu sendirian jalani hidup.
  35. 35.     Orang hadir di hidupmu karena sebuah alasan. Mereka berimu bahagia dan kecewa. Ada yg sesaat, tapi ada yg selamanya,
  36. 36.     Sahabat bukan mereka yg menghampirimu ketika butuh, namun mereka yg tetap bersamamu ketika seluruh dunia menjauh.
  37. 37.     Sahabat adalah mereka yg tahu bahwa ada sedih di matamu ketika seluruh dunia percaya dengan senyum di wajahmu.
  38. 38.     Bersedih dengan orang yg tepat lebih baik daripada berbahagia dengan orang yg salah. Bijaklah dlm memilih sahabat.
  39. 39.     Tak ada yg sempurna, sahabatpun pernah berbuat salah, tapi kamu selalu temukan sebuah alasan tuk maafkan mereka.
  40. 40.     Indahnya persahabatan adalah saat kita memberi tak mengharapkan balasan. Ada tawa saat dalam kesedihan.
  41. 41.     Sahabat itu seperti BINTANG, dia memang tak selalu terlihat, tapi kamu tahu dia selalu ada di sana.
  42. 42.     Terlalu berharap akan menyakitimu, namun itu bukan alasan tuk menyesali diri. Ingat, sahabat selalu ada untukmu.
  43. 43.     Kenalilah sahabat yang disamping kamu. Sahabat ialah yang mengulurkan pelukan ketika kamu terjatuh.
  44. 44.     Sahabat adalah mereka yang mampu mengeluarkan kemampuan terbaik yg ada dalam diri kamu. Mereka yg selalu berimu semangat.
  45. 45.     Sahabat sejati memberikan waktu disaat tawa hadir, ataupun dikala air mata mengalir.
  46. 46.     Jika Tuhan menciptakan pelangi tuk mengindahkan langit, maka Tuhan menciptakan sahabat tuk keindahan hidupmu.
  47. 47.     Hidup penuh maaf adalah jalan bagi kelapangan dan kedamaian jiwa.
  48. 48.     Maafkan diri sendiri. Jangan menyesali kesalahan. Maaf itu mengobati hati dan mendamaikan diri.
  49. 49.     Hal yang paling sulit adalah mengalahkan diri sendiri. Tapi itu bisa kamu mulai dengan memaafkan diri sendiri.
  50. 50.     Doaku hari ini: Tuhan, maafkan aku jika sering mengeluh. Bimbinglah aku untuk selalu bisa bersyukur atas rahmatMu.
  51. 51.     Selamat pagi nusantara.. Selamat beraktivitas.. Meski sedang berpuasa, tetap semangat ya.. (^_^)
  52. 52.     Terkadang, yg diinginkan sebenarnya tak dibutuhkan, sedangkan yg dibutuhkan tak bisa dimiliki. Tapi Tuhan, tahu apa yg terbaik.
  53. 53.     Sahabat bukan tentang siapa yg telah lama kamu kenal, tapi tentang siapa yg menghampiri hidupmu dan tak pernah meninggalkanmu.
  54. 54.     Sesulit apapun masalah yang kita hadapi, ia harus diselesaikan, bukan dihindari.
  55. 55.     Ketika km berharap yg terbaik tp km hanya mendapat yg biasa, bersyukurlah km bukan yg terburuk.
  56. 56.     Jika kalian berkulit kuning langsat warna-warna tropika seperti jingga, hijau, merah, kuning dan biru merupakan pilihan yang terbaik.
  57. 57.     Baju tanpa lengan, berleher tinggi (turtleneck), sangat sempurna untuk meminimalkan dada yang besar.
  58. 58.     Cinta sejati bukanlah yg berusaha utk mengubahmu, tp yg berhasil menerimamu & tumbuh dewasa bersama dgnmu.
  59. 59.     Selama kamu yakin, tak ada yg tak mungkin. Percaya diri! Kamu lebih hebat dari yg kamu pikirkan.
  60. 60.     Dalam hidup, jangan miliki rasa takut pada dia yg membencimu, tapi kamu harus hati-hati pada teman yg pura-pura memelukmu.
  61. 61.     Jangan membalas mereka yg membencimu. Tersenyum & berbahagialah di depan mereka, tak ada yg lebih menyakiti mereka daripada itu.
  62. 62.     Bahagia bukan milik dia yg hebat dalam segalanya, namun dia yg mampu temukan hal sederhana dlm hidupnya dan tetap bersyukur.
  63. 63.     Terkadang, lebih baik mengalah, bukan karena kamu salah, tapi karena dengan mengalah, kamu tak kehilangan dia yg kamu cinta.
  64. 64.     Bahagia dan memilih sendiri jalan hidup adalah sesuatu yg harus kamu sadari. Jangan biarkan seorangpun yg menentukannya untukmu.
  65. 65.     Jangan permainkan perasaan seseorang. Jika memang tak ada rasa, lebih baik jujur saja. Jangan jadi alasan seseorang terluka.
  66. 66.     Otot-otot wajah yang kita gunakan saat tersenyum, bisa membuat kulit wajah lebih lentur.
  67. 67.     Jika kita terkunci diruang yang kedap udara, kita aka lebih dulu mati keracunan karbon Dioksida dari pada kekurangan Oksigen.
  68. 68.     Jangan hiraukan mereka yg berusaha jatuhkanmu. Karena mereka akan kalah dengan sendirinya ketika melihatmu masih tegak berdiri.
  69. 69.     Dalam hidup, kamu berhak bahagia. Oleh karena itu, jangan biarkan bahagiamu ditentukan orang lain. Bahagia harus ada dlm dirimu.
  70. 70.     Tak peduli seberapa keras kamu mencoba, kamu tak akan pernah bisa menyangkal apa yang kamu rasa.
  71. 71.     Jika kamu memang berharga di mata seseorang, tak ada alasan baginya tuk mencari seorang yg lebih baik darimu.
  72. 72.     Banyak hal yang bisa menjatuhkanmu. Tapi satu-satunya hal yang benar-benar dapat menjatuhkanmu adalah sikapmu sendiri.
  73. 73.     Saat suatu hubungan berakhir, bkn berarti 2 org berhenti saling mencintai. Mereka hny berhenti saling menyakiti.
  74. 74.     Hal yg sangat kecil dapat menyebabkan masalah yg sangat besar. Jangan pernah meremehkan hal-hal kecil.
  75. 75.     Saat membicarakan org lain Anda boleh saja menambahkan bumbu, tapi pastikan bumbu yg baik.
  76. 76.     Terkadang, kesulitan harus kamu rasakan terlebih dulu sebelum kebahagiaan yang sempurna datang kepadamu.
  77. 77.     Jangan mengeluhkan hal-hal buruk yg datang dalam hidupmu. Tuhan tak pernah memberikannya, kamulah yg membiarkannya dating.
  78. 78.     Jangan pernah menyerah jika kamu masih ingin mencoba. Jangan biarkan penyesalan datang karena kamu selangkah lagi tuk menang.
  79. 79.     Jangan biarkan orang lain menghalangimu tuk mengejar impianmu. Tetap berjuang, dan percayalah, semua akan indah pada waktunya.
  80. 80.     Doaku hari ini: Tuhan, jagalah hatiku agar aku bisa menyayangi. Semoga aku bisa menolong mereka yg membutuhkan aku.
  81. 81.     Selamat pagi nusantara.. Selamat berlibur..
  82. 82.     Setiap manusia pasti pernah berbuat salah, namun selama kamu mau melepaskan masa lalu, kamu akan punya masa depan yang cerah.
  83. 83.     Masalah terbesar wanita adl mengingat terlalu banyak, sdgkn masalah terbesar pria adl melupakan terlalu cepat.
  84. 84.     Dlm cinta, jgn berdusta hanya karena kamu tak ingin dia terluka. Karena ketika dia temukan kebenaran, dia akan lebih menderita.
  85. 85.     Suatu hubungan berakhir, karena salah satu hati terlalu sedikit mencintai, dan atau terlalu banyak.
  86. 86.     Jadi dirimu sendiri. Org akan menyukaimu apa adanya. Meski ada yg membenci karena alasan yg sama, tak berarti kamu hrs berubah.
  87. 87.     Mereka tak peduli dari mana kamu memulainya. Mereka melihat dari bagaimana caramu mengakhirinya.
  88. 88.     Mencintai seseorang berarti menjadikannya bagian dari dirimu. Itu sebabnya akan terasa sakit saat kehilangannya.
  89. 89.     Cinta tidak hanya tentang: “Aku sangat beruntung memilikimu”, tapi juga: “Kau sangat beruntung memilikiku”.
  90. 90.     Kadang tak peduli betapa besar kamu mencintai seseorang, kamu harus melepasnya. Dia yg selalu di hatimu tapi tak di kehidupanmu.
  91. 91.     Jika seseorang yg istimewa di hatimu tak bisa mencintaimu ketika kamu menjadi dirimu sendiri, maka dia tidak istimewa.
  92. 92.     Cinta itu antara 2 hati, bukan 3, apalagi 1.. (^_^)v
  93. 93.     Tanpa LO, nggak akan ada LOVE!
  94. 94.     Hal tersulit dalam hidup ini adalah melihat orang yang aku cintai mencintai orang lain.
  95. 95.     Ketika Tuhan memberimu masalah, Dia tahu bahwa kamu pasti bisa melaluinya. Mungkin akan ada luka, tapi itu semua buatmu dewasa.
  96. 96.     Satu hal penting dalam cinta, jangan berikan ruang di hatimu pada seseorang yg bahkan tak berusaha tuk tinggal di dalamnya.
  97. 97.     Tidak perlu memfokuskan memikirkan orang yg membenci kita, karena masih banyak org yg menyayangi kita.
  98. 98.     Kenangan indah dan kenangan buruk masa lalu adalah gairah menjalani masa depan.
  99. 99.     Berhentilah berprasangka buruk. Karena prasangka itulah yang akan membuatmu menyesal dikemudian hari.
  100. 100.  Setiap orang berbeda, unik dengan caranya. Kamu harus menghargainya, tapi tak berarti kamu harus menyukai semuanya.
  101. 101.  Hidup ini sederhana. Jika kamu ingin hidup bahagia, mulailah meninggalkan segala sesuatu yang membuatmu tak bahagia.
  102. 102.  Jika kamu tak bisa menjadi PENSIL tuk menulis kebahagiaan seseorang, jadilah PENGHAPUS tuk menghilangkan kesedihannya.
  103. 103.  Kamu tak akan dapatkan apa yang kamu inginkan, jika kamu terlalu sibuk mengeluh apa yang kamu miliki saat ini tak cukup bagimu.
  104. 104.  Kekecewaan adalah cara Tuhan tuk mengatakan. “Bersabarlah, Aku punya sesuatu yg lebih baik untukmu.”
  105. 105.  Fokus pada masalahmu, km tak akan mendapat solusi. Fokus pada Tuhan, Dia akan memberimu solusi.
  106. 106.  Trkdg mereka yg tersenyum paling lebar adl mereka yg telah melalui masa tersulit & meneteskan air mata terpahit.
  107. 107.  Pakaian dalam bisa memberi bentukan dasar tubuh yang akan semakin disempurnakan oleh pakaian luar.
  108. 108.  Bersyukurlah atas apa yg kamu miliki saat ini, karena masih banyak orang di sekeliling kamu yg masih kurang beruntung.
  109. 109.  Akan ada solusi untuk setiap masalah. Hidup terlalu singkat jika hanya untuk mengeluh. Berusaha, percaya diri dan berdoa.
  110. 110.  Hidupmu adalah milikmu, kamu sendiri yg menentukan baik buruknya, dan kamulah yg memimpin dirimu sendiri, bukan orang lain.
  111. 111.  Kenali dirimu sendiri dulu sebelum kamu mulai berbicara buruk tentang orang lain. Sudah pantas kah kamu menilai orang lain.
  112. 112.  Masa lalu adalah pembelajaran tuk lebih dewasa dalam menyikapi masalah yg mungkin sama dengan yg kita alami dimasa lalu.
  113. 113.  Mahkotai hati dengan keikhlasan. Karena hal itu akan menjadikan kita tetap bertahan dalam menghadapi rumitnya kehidupan.
  114. 114.  Doaku hari ini: Tuhan, aku ingin apapun yang aku lakukan bermanfaat dan dapat memberi kebaikan kepada semua orang.
  115. 115.  Dengan memudahkan hidup orang lain, hidup kita akan dimudahkan oleh Tuhan.
  116. 116.  Sagittarius berjiwa petualang, pandai, suka kebebasan, mandiri, pandai berdiplomasi, berpandangan luas.
  117. 117.  Pisces memiliki sisi manusiawi yang besar, penuh cinta, praktis, suka mengkhayal.
  118. 118.  Jangan pernah terpuruk karena suatu masalah, bersabar dan berdoa. Percayalah, Tak ada masalah yang terlalu besar bagi Tuhan.
  119. 119.  Tuhan mencintaimu apa adanya, namun tak berarti kita tetap seperti adanya. Hidup ini anugerahNya. Jadilah pribadi yg lebih baik.
  120. 120.  Hidup ini penuh pilihan. Semakin baik keputusan yang kamu pilih semakin baik juga kamu dalam mengendalikan kehidupanmu.
  121. 121.  Apapun yg kita terima adl akibat dari yg telah kita lakukan. Untuk itu, lakukanlah yg terbaik agar mendapat hasil yg baik pula.
  122. 122.  Hidup adalah pemberian Tuhan. Bersyukur dengan bekerja/menuntut ilmu adalah wujud kasih kita kepada Sang Pemberi Hidup.
  123. 123.  Hidup tak selalu sesuai keinginanmu. Selalu ada masalah, namun masalah membawa pengalaman, dan pengalaman membawa kebijaksanaan.
  124. 124.  Jangan mengeluh tentang harimu. Setiap harimu mungkin tak baik, namun percayalah ada sesuatu yg baik di setiap harimu.
  125. 125.  Salah satu hal tersulit dalam hidup ini adalah berhenti mencintai seseorang hanya karena dia telah berhenti mencintaimu.
  126. 126.  Wanita yg paling cantik adalah wanita yg merasa bangga & nyaman menjadi dirinya sendiri.
  127. 127.  Apapun yg telah kamu lakukan, apapun kesalahanmu, kamu akan selalu menemukan kata maaf dalam hati seorang Ibu.
  128. 128.  Pria yg tampan bukanlah yg bs membuat matamu selalu berpaling kpdnya, tp yg tdk akan memalingkan matanya drpdmu.
  129. 129.  Kebanyakan orang tak mau melepaskan apa yg sudah pergi. Itulah yg membuat masalah menjadi berat.
  130. 130.  Terkadang kamu mencintai orang yg salah, kamu menderita karenanya. Namun karena kesalahan itu, kamu menemukan orang yg tepat.
  131. 131.  Salah satu hal paling bahagia di dunia ini adalah melihat ibumu tersenyum, dan lebih bahagia lagi ketika tahu kamulah alasannya.
  132. 132.  Miliki iman utk mengucap “selamat tinggal”, karena di saat itu Tuhan akan memberikan “selamat datang” yg lebih pantas bagi kita.
  133. 133.  Hidup terlalu singkat tuk terus mengenang cintamu di masa lalu, ketika kamu bisa menciptakan cerita baru dengan yg mencintaimu.
  134. 134.  Jika kamu ingin hidup kamu bahagia, mulailah dengan menyingkirkan segala hal yg membuat kamu tidak bahagia.
  135. 135.  Bahagia tak datang karena kamu mendapatkan apa yg tak pernah kamu miliki, namun karena kamu menghargai apa yg telah kamu miliki.
  136. 136.  Dalam hidup ini, mungkin kamu tak cukup baik bagi semua orang, namun kamu akan selalu jadi yg terbaik dimata sahabatmu.
  137. 137.  Jangan menghakimi orang lain, jika kamu tak tahu apa yg telah dia lalui dan perjuangkan dalam hidupnya.
  138. 138.  Fakta Keren, temukan fakta menarik tuk menambah wawasan kamu.
  139. 139.  5 menit setelah terbangun, Anda akan melupakan 50% dari mimpi Anda.
  140. 140.  Minuman yang dingin dapat memperlambat proses pencernaan dan bisa mengakibatkan mengkerutnya saluran-saluran darah.
  141. 141.  Melepaskan dia yg kamu cinta adalah hal yg sulit, tapi jauh lebih sulit tuk tetap bertahan jika dia tak merasakan hal yg sama.
  142. 142.  Persahabatan tak terjalin dengan orang yg istimewa. Kita jadi istimewa karena bersahabat. Sahabatlah yg mengistimewakan kita.
  143. 143.  Jangan meminta pembenaran dari orang lain jika sebenarnya kamu tahu jika pendapatmu adalah sebuah kesalahan.
  144. 144.  Ketika dia yg pergi memberimu 100 alasan tuk menangis, tunjukkan padanya bahwa kamu punya 1000 alasan tuk tersenyum.
  145. 145.  Rasa sakit membuatmu lebih kuat. Rasa takut membuatmu lebih berani. Patah hati membuatmu lebih bijaksana. Ambil hikmahnya!
  146. 146.  Tuhan mengirim seseorang dalam hidupmu tuk sebuah alasan, baik tuk belajar darinya atau tuk menjalani hidup ini bersamanya.
  147. 147.  Jangan berusaha jadi orang lain. Kamu terlahir karena sebuah alasan. Maksimalkan diri tuk capai kebahagiaanmu sendiri.
  148. 148.  Virgo praktis, analistis, kritis, berkepala dingin dan logis, rajin, sederhana.
  149. 149.  Leo suka memimpin, dermawan dan murah hati, penuh gaya, aristokratik, percaya diri tinggi.
  150. 150.  Jika yg telah diperoleh saat ini berbeda dari yg diharapkan, tetaplah bersyukur, dan yakini bahwa itu yg terbaik untuk saat ini.
  151. 151.  Setiap masalah ada jalan keluarnya. Kamu mungkin tak melihatnya, namun Tuhan tahu jalan keluarnya. Yakin dan percayalah padaNya
  152. 152.  Hargai orang lain, siapapun itu, dan jangan pernah menaruh dendam kepada siapapun. Isi setiap harimu dengan kebaikan.
  153. 153.  Syukuri setiap kesulitan. Karena terkadang kesulitan mengantar kita pada hasil yang lebih baik dari apa yang kita bayangkan.
  154. 154.  Dia yg mengeluh adalah dia yg tak pernah bisa bersyukur, pdhl tanpa ia sadari, karunia dari Tuhan telah ia nikmati setiap hari.
  155. 155.  Perbedaan antara mereka yang berhasil dengan yang tidak bukan hanya dari ilmunya, tetapi dari kesungguhan dan keinginannnya.
  156. 156.  Doaku hari ini: Tuhan, mudahkan segala urusanku hari ini. Aku berusaha agar yang kulakukan hari ini adalah kebaikan.
  157. 157.  Keyakinan adalah rahasia kecantikan. Tidak ada kecantikan yang menarik tanpa keyakinan.
  158. 158.  Para pria sebenarnya juga sangat memperhatikan penampilan para wanita, so untuk kalian para wanita mulailah perhatikan penampilan kalian.
  159. 159.  Sekecil apapun kebaikan yang kita lakukan tak kan pernah sia-sia. Kebaikan akan berbalas kebaikan.
  160. 160.  Jika kamu percaya mampu meraih impianmu, maka teruslah berusaha. Keberhasilan itu akan memberimu kebahagiaan tak ternilai.
  161. 161.  Jangan menyerah ketika yang diinginkan belum bisa didapatkan. Karena sesuatu yg berharga biasanya tidak mudah untuk diraih.
  162. 162.  Hidup bukanlah tentang ‘Aku bisa saja’, namun tentang ‘aku mencoba’. Jangan pikirkan tentang kegagalan, itu adalah pelajaran.
  163. 163.  Kita memang tidak selalu mendapatkan apa yg kita inginkan, namun percayalah, Tuhan memberikan apa yg kita butuhkan.
  164. 164.  Selalu bersyukur kepada Tuhan. Hidup ini bukan hanya tentang kamu bisa tetap BERDIRI, namun tentang BANGUN disaat kamu jatuh.
  165. 165.  Kebahagian tidak diukur dari seberapa banyak yang dimiliki, tetapi dari perasaan mensyukuri apa yang dimiliki.
  166. 166.  Tahukah kamu (pria), bahwa wanita sangat sensitif dengan kebersihan dan kerapihan.
  167. 167.  Pastikan ukuran pakaian kamu pas dengan lekuk tubuh kamu, karena ini merupakan hal yang paling penting dalam penampilan.
  168. 168.  Hanya karena seseorang tersenyum, bukan berarti dia bahagia. Terkadang dia hanya tak ingin terlihat lemah.
  169. 169.  Hanya karena pernah terluka, tak berati kamu harus takut mencinta. Ada seseorang yg tepat untukmu di luar sana.
  170. 170.  Saat aku berhenti berdoa utk keinginanku adl saat aku menyadari bhw keinginan Tuhan jauh lbh besar dr doa-doaku.
  171. 171.  Jangan pernah lelah melakukan hal kecil tuk orang lain. Terkadang, hal kecil itu mampu berikan bahagia di hati mereka.
  172. 172.  Kamu tak akan pernah tahu jika kamu tak mencobanya. Berikan seseorang kesempatan hingga dia berimu alasan tuk meninggalkannya.
  173. 173.  Jika km melihat ada sesuatu yg salah, mungkin kesalahannya bukan apa yg km lihat, tapi bagaimana caramu melihat.
  174. 174.  Menghormati org yg lbh “tinggi” darimu, itu biasa. Menghormati org yg lbh “rendah” darimu, itu luar biasa.Jangan sesali sesuatu yg telah berakhir, meskipun itu baik. Tanpa akhir tak akan pernah ada awal baru yg mungkin lebih baik.
  175. 175.  Ketika kamu telah mencoba segalanya, kamu telah lakukan semampumu, tapi tak juga bisa, serahkanlah pada Tuhan. PRAY!
  176. 176.  Berhenti sia-siakan hidup menunggu dia yg tak akan pernah jadi milikmu. Hidupmu terlalu berharga tuk itu.
  177. 177.  Ladies, sebelum mempercayai lelaki, ada baiknya jika kamu mengujinya. Tapi ingat, #FaktanyaLelaki tak suka menunggu terlalu lama.
  178. 178.  Ladies, jika seorang lelaki menangis karenamu, #FaktanyaLelaki itu sangat mencintaimu, lebih dari yang orang lain tahu.
  179. 179.  Hidup ini sulit, apa yg kamu inginkan tak akan selalu kamu dapatkan, namun jangan pernah menyerah. Berusaha dan berdoa.
  180. 180.  Jangan hiraukan mereka yg berbicara buruk di belakangmu, mereka yg menghabiskan waktunya hanya tuk memikirkan dirimu.
  181. 181.  Jika seseorang tulus mencintaimu, tak ada yg mampu buatnya jauh darimu. Jika tidak, tak ada yg mampu buatnya tetap bersamamu.
  182. 182.  Kadang kamu harus melepaskan, bukan karena tak cinta, tapi karena kamu lebih mencintai dirimu yg terus terluka.
  183. 183.  Hanya karena seseorang pernah melakukan salah di masa lalu, tak berarti dia tak bisa lakukan hal yg baik saat ini.
  184. 184.  Terkadang, menangis hanya membuat matamu setingkat lebih jernih sebelum melihat kebahagiaan.
  185. 185.  Jangan terus tangisi dia yg telah meninggalkanmu. Suatu saat seseorang akan berterima-kasih padanya karena telah melepaskanmu.
  186. 186.  Tuhan tak akan pernah membiarkan rasa sakitmu lebih besar dari kebahagiaanmu. Percaya padaNya.
  187. 187.  Tak peduli seperti apa penampilan kamu, percayalah, ada seseorang di luar sana yg akan mencintai kamu, JustTheWayYouAre!
  188. 188.  Dalam terapi warna memberi warna pastel seperti biru dan hijau pada kamar dapat membuat tidur nyenyak.
  189. 189.  Salah satu alasan mengapa donat berlubang di tengah adalah agar permukaan donat yang terkena minyak bertambah dan donat cepat matang.
  190. 190.  Ketika Tuhan tak menjawab doamu, itu karena Dia tahu bahwa yg kamu inginkan akan berakibat buruk tuk hidupmu nantinya.
  191. 191.  Jangan bandingkan orang yg mencintaimu saat ini dgn masa lalumu. Hargai dia yg kini berusaha buatmu bahagia.
  192. 192.  Km akan lelah sendiri jika km terus mengikuti kata orang lain. Bagaimana pun, yg mereka katakan tidak slalu benar.
  193. 193.  Kesakitan pasti berlalu. Dan ketika sakit itu hilang, kamu akan merasa lebih kuat, lebih bahagia, dan lebih waspada.
  194. 194.  Cara paling baik untuk tumbuh adalah berusaha dan berdoa, bukan hanya meminta dan berharap pertolongan orang lain.
  195. 195.  Masa depan mu ditentukan oleh UCAPAN dan TINDAKAN mu hari ini.
  196. 196.  Doaku hari ini: Tuhan, ijinkan aku untuk menjadi pribadi yang mempunyai keinginan untuk terus berubah menuju kebaikanMu.
  197. 197.  Sekstrologi – untuk lebih tau tentang kepribadian, karir, seks, fashion dan kehidupan asmara berdasarkan astrologi.
  198. 198.  Taurus keras kepala, pasif, ramah dan sabar, praktis dan setia, memiliki jiwa toleransi yg tinggi.
  199. 199.  Aries agresif, energik, impulsif, berjiwa pemimpin, tidak sabaran, egois, cepat emosi.
  200. 200.  Ketika kamu kecewa, luangkan waktu untuk bersyukur, karena dalam hidupmu masih banyak hal yg berjalan sebagaimana mestinya.
  201. 201.  Awali setiap usaha dengan keyakinan terhadap Tuhan. Sehingga hasil apapun yg diperoleh, kita percaya itu datangnya dari Tuhan. #MerahPutih
  202. 202.  Jangan mensyaratkan apapun hanya untuk berbahagia. Sesungguhnya, kebahagiaan adalah mensyukuri dan menikmati yg telah dimiliki.
  203. 203.  Haruskah mengeluh karena ujian dari Tuhan? Padahal ujian itu tidak sebanding dengan nikmatNya yg telah kita terima.
  204. 204.  Ketika berbuat salah, jangan mengeluh, jangan marah. Tetapi pelajari kesalahan, kemudian coba kembali dengan cara yg berbeda.
  205. 205.  Belajar dari setiap kesalahan dan kamu akan menjadi orang yg lebih baik. Ingatlah, Tuhan tidak pernah meninggalkanmu.
  206. 206.  Keberhasilan adalah kumpulan dari keputusan, pilihan, dan tindakan yang dilakukan dengan kesungguhan dan disertai doa.
  207. 207.  Abaikan mereka yang melemahkanmu dalam kebaikan. Tetap upayakan yang terbaik. Sulit bukan berarti tidak mungkin.
  208. 208.  Yang terpenting bukan seberapa indah awalnya, tapi bagaimana kita menjaga awal yang indah itu hingga akhir.
  209. 209.  Bahagia adalah mengetahui apa yang kau inginkan dan butuhkan, apa yang harus kau pertahankan dan kau lepaskan.
  210. 210.  Dalam hidup, kamu mungkin mencintai org yg salah dan menangis karenanya, tapi yg pasti, mereka membantumu temukan dia yg tepat.
  211. 211.  Terkadang lebih baik tersenyum dan bersikap semua baik-baik saja, daripada bersedih dan harus menjawab semua pertanyaan yg ada.
  212. 212.  Menjadi seorang sahabat, bukan hanya tentang berbagi cerita lucu, tapi lebih tentang berbagi siapa sebenarnya dirimu.
  213. 213.  Manusia slalu berbeda-beda. Kamu harus slalu menghargai semua, tapi kamu tak perlu menyukai semua.
  214. 214.  Kejujuran yg menjadi kebiasaan membawa kebanggaan. Kebohongan yg menjadi kebiasaan membawa kesengsaraan.
  215. 215.  Follow @FaktanyaAku, belajar dan temukan dirimu yg lebih jujur dengan perasaanmu.
  216. 216.  FaktanyaAku adalah orang yg NORMAL, sebelum aku bertemu dengan sahabatku yg GILA.. (?´_?`”)
  217. 217.  Jika kamu tak melakukan apapun tuk mempertahankan aku, #FaktanyaAku tak akan berusaha tuk tetap tinggal di hatimu.
  218. 218.  Sahabat adalah mereka yg menjadikan masalahmu masalah mereka, hanya karena tak ingin kamu sendirian menghadapinya.
  219. 219.  Kamu tak akan bisa hanya sekedar teman biasa dengan dia yg PERNAH kamu cinta, karena sebagian dirimu akan selalu mencintainya.
  220. 220.  Kadang tak peduli betapa besar kamu mencintai seseorang, kamu terpaksa melepasnya, karena hatimu lelah tuk terus terluka.
  221. 221.  Pria sering kehilangan wanita yg dicintainya, karena mereka tak pernah mau belajar menghargai perasaan wanitanya.
  222. 222.  Terkadang, meski mampu meyakinkan dirimu bahwa dia bukan satu-satunya yg bisa buatmu bahagia, kamu tetap tak bisa melupakannya. #MerahPutih
  223. 223.  Berhenti mencari yg sempurna tuk dicintai, karena yg kamu butuh hanya dia yg tahu betapa beruntung dia ketika bersamamu.
  224. 224.  Jangan pernah meremehkan orang lain, terkadang orang yg kamu butuhkan adalah mereka yg pernah kamu remehkan. Tetap rendah hati.
  225. 225.  Punya kata bijak dan ingin berbagi dengan sesama? Follow @KataBijakMu, temukan dirimu yg lebih bijaksana.
  226. 226.  Kesalahan adalah pengalaman hidup, belajarlah darinya. Jangan mencoba tuk menjadi sempurna. Cobalah menjadi teladan bagi sesama.
  227. 227.  Seorang yang bijaksana selalu mampu mengakui kesalahannya, mengambil hikmahnya dan berusaha keras memperbaikinya.
  228. 228.  Jangan paksakan diri tuk cari yg terbaik, biarkan cinta yg menemukanmu. Percaya, yg terbaik pasti datang pd mereka yg menunggu.
  229. 229.  Cinta adalah ketika kamu yakin bahwa dirimu telah melupakannya, kamu masih menemukan dirimu peduli padanya.
  230. 230.  Jika kita mencintai seseorang, berusahalah cintai kekurangannya, bukan hanya mengubahnya seperti yang kita mau.
  231. 231.  Ketika tulus mencinta, kamu tak akan menyerah. Kamu mungkin lelah, tapi kamu tetap berusaha, karena cinta selalu temukan cara.
  232. 232.  Jangan pernah membandingkan orang disekitarmu, terlebih orang yg kamu cintai. Tak ada manusia yg sempurna. Cintai apa adanya.
  233. 233.  Wanita menangis bukan karena mereka lemah, namun karena mereka tak temukan kata tuk ungkapkan perasaan mereka.
  234. 234.  Jangan mengulangi kesalahan yg sama. Di setiap kesalahan ada pelajaran yang berharga. Gunakan itu dalam kesempatan berikutnya.
  235. 235.  Tidur terlalu malam dan bangun terlalu siang adalah penyebab paling utama kerusakaan hati.
  236. 236.  Aroma kuteks yang baik biasanya tidak menyengat, hal ini menandakan kandungan kimiawi di dalamnya tidak terlalu banyak.
  237. 237.  Jangan pernah menyesali apapun yang kamu lakukan dengan keikhlasan hati, sesuatu yang datang dari hati akan selalu berarti.
  238. 238.  Jangan memberi harapan pada seseorang jika tak cinta. Berpikir mempunyai kesempatan yg sebenarnya tak nyata, menyakitkan!
  239. 239.  Orang slalu bilang km perlu melakukan ini dan itu, tp km tahu yg terbaik ttg dirimu dan apa yg perlu km lakukan.
  240. 240.  Tulus dalam menggali potensi diri. Meniru hanya membuatmu menjadi orang lain, tak ada yg bisa dibanggakan. Jadi dirimu sendiri.
  241. 241.  Keikhlasan hati dan ketegasan sikap, akan menjadikan kamu lebih siap dan lebih berani dalam menyelesaikan setiap masalah.
  242. 242.  Apapun yang kamu rencanakan, apapun yang kamu ingin lakukan, awalilah dengan doa.
  243. 243.  Doaku hari ini: Tuhan, berikan aku keberanian, kesabaran dan keikhlasan untuk menghadapi sulitnya kehidupan.
  244. 244.  Meskipun melakukan kesalahan dalam tindakan, namun jika didasari dgn niat baik, pasti Tuhan akan menunjukkan jalan yg terbaik.
  245. 245.  Jika sudah berusaha, ikhlaskan kepada Tuhan yg maha kuasa. Karena semuanya akan kembali kepada Nya.
  246. 246.  Laksanakan perintah, menjauhi larangan, berserah dgn ikhlas. Maka Tuhan akan menjaga, memelihara dan melindungi.
  247. 247.  Dibalik setiap kesedihan, terdapat kebahagiaan. Serahkan segala urusan kepada Tuhan. Biarkan waktu dan kehidupan berjalan.
  248. 248.  Selalu lakukan hal yg benar, dan yg benar pasti berbuah baik, karena kebenaran bersumber dari TUHAN.
  249. 249.  Terkadang, yg buruk menurut kita adalah yg terbaik menurut Tuhan. Dan hanya kebesaran hati yg dapat menyikapi hal itu.
  250. 250.  Semua cobaan yang terjadi, terjadi atas kehendak Tuhan. Dan setiap kehendak Tuhan adalah untuk memuliakan.
  251. 251.  Fashion bukan hanya apa yang kalian kenakan, tapi juga bagaimana kalian menggambarkan diri pada dunia.
  252. 252.  Sesuatu yg berarti, tak akan mudah kamu miliki. Semakin lama kamu menunggu, semakin kamu menghargai ketika dia jadi milikmu.
  253. 253.  Jangan terus tangisi dia yg telah pergi. Tersenyumlah karena dia telah berimu kesempatan tuk bertemu seseorang yg lebih baik.
  254. 254.  Dalam cinta, jika seseorang terus berusaha menyakinkanmu tuk percaya padanya dengan kata, kamu sebaiknya tak percaya padanya.
  255. 255.  Org bs berkata apapun tentang kamu. Tp siapa dirimu sebenarnya, hny kamu yg tahu, & hny kamu yg menentukan.
  256. 256.  Hidup ini penuh pilihan, kamu selalu bisa memilih tuk tetap bersama dia yg buatmu menangis, atau temukan dia yg buatmu tersenyum
  257. 257.  Hidup tak slalu ttg dirimu saja. Tak peduli kamu yg terbaik atau yg terburuk, tak semua orang peduli denganmu.
  258. 258.  Jangan permainkan perasaan seseorang. Jika kamu memanfaatkannya, cepat atau lambat dia pasti akan meninggalkanmu.
  259. 259.  Tak ada yg lebih menyakitkan daripada mendengar seseorang hanya ingin “Just A Friend” ketika kamu ingin “More Than Friend”
  260. 260.  Ketika kamu mencintai seseorang, berikan dia pilihan tuk meninggalkanmu, tapi jangan pernah memberikannya alasan tuk pergi.
  261. 261.  Jika dia yg kamu cinta melukaimu, beritahu dia. Tapi jika dia terus melakukannya, lepaskan dia!
  262. 262.  Salah satu alasan kenapa sebuah hubungan berakhir adalah karena berhenti melakukan hal yg dilakukan ketika pertama kali bertemu.
  263. 263.  Musik berfungsi sebagai stimulus pembangkit ingatan ke masa lalu.
  264. 264.  Untuk mencapai paru-paru, asap rokok hanya butuh waktu sekitar 3 detik dan langsung memacu jantung bekerja lebih keras.
  265. 265.  Setiap orang pasti pernah melakukan salah, tapi ketika kamu terus melakukannya, kamu hanya mempermainkan dirimu sendiri.
  266. 266.  cinta itu aneh, satu-satunya orang yg bisa membuatmu merasa lebih baik adalah alasan mengapa kamu selalu bersedih.
  267. 267.  Hal yg harus kamu ingat dlm cinta, jika kamu ingin memiliki MAWAR yg indah, kamu harus menerima DURI di sekitarnya.
  268. 268.  Berhenti berusaha tuk jadi yg sempurna. Temukan dia yg tahu semua kelemahanmu tapi tetap ingin menjadi bagian hidupmu.
  269. 269.  Hal yg sia-sia tuk menunjukkan betapa besar kamu peduli pd seseorang ketika dia terlalu sibuk mendapatkan perhatian orang lain.
  270. 270.  Luangkan waktu bersama orang tua. Walaupun sejenak, itu akan menghasilkan pemahaman yang lebih baik satu sama lain.
  271. 271.  Kesalahan adalah guru terbaik manusia ketika ia cukup jujur untuk mengakuinya dan bersedia untuk belajar dari mereka.
  272. 272.  Miliki hati yg tak pernah membenci, senyuman yg tak pernah menyakiti dan kasih sayang yg tak pernah berakhir.
  273. 273.  Waktu terus berjalan, belajarlah dari masa lalu, bersiaplah tuk masa depan, berikan yg terbaik untuk hari ini.
  274. 274.  Hal yg harus kamu ingat dalam hidup adalah segala sesuatu tak harus sempurna bagimu tuk menjadi bahagia.
  275. 275.  Masihkah enggan melepas masa lalu dan terus bersedih karenanya? Ingat lah, kebahagiaan ada didepan, bukan dibelakang.
  276. 276.  Kamu lah yg menentukan jalan hidupmu. Pilihan yg dibuat adalah tanggung jawab dirimu sendiri. Jadilah pribadi yg BIJAKSANA.
  277. 277.  Dengan keikhlasan kita bisa mengerti maksud Tuhan. Ikhlaslah menjalani hari ini, tanpa keluhan, tanpa makian.
  278. 278.  Doaku hari ini: Tuhan, beri aku ketenangan dlm menerima hal buruk, keberanian tuk mengubahnya, kebijaksanaan tuk melakukannya.
  279. 279.  Seorang #Leo suka dengan pribadi yg mereka bisa teladani dan bisa menjadi contoh bagi mereka utk lebih baik.
  280. 280.  Capricorn pribadi yg kurang menyukai perubahan, tapi selama itu baik bagi masa depan, mereka akan beradaptasi dg mudah.
  281. 281.  Jangan pernah remehkan dirimu sendiri. Selama kamu melakukan yg terbaik dengan apa yg kamu miliki. Gali terus potensi dirimu.
  282. 282.  Terkadang, penolakan adalah wujud perlindungan Tuhan kepada kita untuk hal yang lebih baik di hari depan.

 

MY REPORT

LAPORAN OBSERVASI DAN ORIENTASI

PRAKTEK LAPANGAN KEPENDIDIKAN

DI

MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI

(MTs N) LUBUK SIKAPING PASAMAN

 

Oleh:

NAMA       : NESRI YUNISAL     

PRODI       : PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS

 

 

SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

(STKIP) PGRI SUMATERA BARAT

PADANG

2011

Allah Pelindung orang-orang yang beriman;

Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman).

Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah syaitan,

yang mengeluarkan mereka daripada cahaya kepada kegelapan (kekafiran). Mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.

( Al  Baqarah: 257 )

 

Hidup tanpa ilmu bagaikan pohon yang tidak memiliki daun dan buah

Gersang tanpa ada memberikan manfaat

Hidup tanpa agama bagaikan berjalan didalam malam yang gelap gulita

Tak ada suluh ataupun cahaya yang menerangi langkah kaki kita

Hidup tanpa seni bagaikan siang tanpa cahaya matahari

Yang tidak memberi kesan

Saat ini aku telah berada pada langkah-langkah penghujung

Semuanya telah ku lalui dengan berbagai halangan dan rintangan

Semua dapat berjalan karena adanya do’a restu dari kedua orang tuaku

Dan dukungan dari kawan-kawan yang telah memberikan motivasi

Serta semangat untuk rasa ingin tahu, liku-liku perjalanan dalam menuntut ilmu

Dalam dunia perguruan tinggi

 

                                                                                             NESRI YUNISAL

KATA PENGANTAR

 Alhamdulillah, puji dan syukur Penulis sampaikan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmatNya sehingga Penulis telah dapat menyelesaikan Praktik Lapangan (PL) dan menyusun laporan ini sebaik-baiknya. Shalawat beserta salam senantiasa Penulis kirimkan kepada junjungan nabi Muhammad SAW, keluarga dan sahabatnya serta orang-orang yang tetap teguh mengekalkan jalan yang dirintis oleh beliau.

Laporan ini penulis buat sebagai salah satu syarat dalam menyelesaikan Program Pengalaman Lapangan (PPL) yang dilaksanakan di MTsN Lubuk Sikaping. Program Pengalaman Lapangan merupakan mata kuliah yang bertujuan agar mahasiswa STKIP PGRI dapat mengaplikasikan segala teori-teori pendidikan yang diterima di bangku perkuliahan.

Dalam menyelesaikan laporan Program Pengalaman Lapangan ini, tidak terlepas dari dukungan dan bimbingan yang sangat berarti dari berbagai pihak. Pada kesempatan ini, sebagai rasa syukur tidak lupa Penulis ucapkan terima kasih yang tulus dan sebesar-besarnya kepada:

  1. Ibu Dra. Yelfiza, M. Pd sebagai ketua Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris STKIP PGRI Padang.
  2. Ibu Dra. Reni Risdawati, M. Si sebagai koordinator UPPL Kependidikan  STKIP PGRI Padang.
  3. Ibu Dra. Yelfiza, M. Pd sebagai Dosen  Pembimbing  Program Praktik Lapangan (PPL) yang telah tulus  memberikan masukan demi kelancaran Praktik Lapangan.
  4. Ibu Zumira Amru, S. Pd sebagai Guru Pamong yang telah tulus memberikan dorongan, bimbingan dan arahan selama Program Praktik Lapangan ini.
  5. Bapak Drs. Ade Pabrian sebagai Kepala Sekolah MTsN  Lubuk Sikaping.
  6. Majelis guru, karyawan dan karyawati MTsN  Lubuk Sikaping yang telah membantu Penulis dalam menyelesaikan laporan ini.
  7. Orang tua tercinta serta keluarga yang telah memberikan dukungannya baik moril, materil maupun spiritual bagi Penulis.
  8. Rekan PPL yang seperjuangan dan seluruh pihak yang telah membantu terlaksananya PPL penulis di MTsN  Lubuk Sikaping.

Dalam penulisan ini, penulis menyadari masih banyak kekurangan dan kelemahan baik dalam penulisan laporan ini maupun dalam sistematikanya. Untuk itu penulis mengharapkan kritikan dan saran dari pembaca demi kesempurnaan laporan ini.

Penulis mendo’akan semoga Allah SWT membalas segala kebaikan yang telah Penulis terima selama ini. Semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi Penulis khususnya serta bagi Pembaca umumnya.

 

 

Padang,   Desember 2011

Penulis,

 

 

                                                                                         Nesri Yunisal

 

DAFTAR  ISI

HALAMAN JUDUL

HALAMAN PERSETUJUAN

HALAMAN PENGESAHAN

KATA PENGANTAR————————————————–        i

DAFTAR ISI————————————————————        ii

BAB I  Pendahuluan—————————————————–        1

A. Latar Belakang Pelaksanaan PL——————————        2

B. Tujuan Pelaksanaan PL—————————————        2

C. Kegunaan Pelaksanaan PL————————————        3

D. Ruang Lingkup Pelaksanaan PL——————————        4

E. Bentuk Pelaksanaan PL—————————————        4

BAB II Gambaran Umum MTs N Lubuksikaping———————-        7

A. Sejarah Singkat MTs N Lubuksikaping———————-        7

B. Profil dan Sejarah Ringkas MTs N Lubuksikaping———–        8

C. Visi/Misi/Motto MTs N Lubuksikaping———————-        9

D. Struktur Kurikulum MTs N Lubuksikaping——————        10

E. Personalia MTs N Lubuksikaping—————————–        11

F. Struktur Organisasi MTs N Lubuksikaping——————-        19

G. Struktur Komite MTs N Lubusikaping———————–        19

H. Sarana dan Prasarana MTs N Lubusikaping——————        19

I. Tata Tertib MTs N Lubusikaping——————————        23

J. Kegiatan Ekstrakurikuler————————————–        25

 

 

BAB III Penyelenggaraan Proses Pembelajaran————————-        26

A. Program Kerja Kepala Sekolah——————————-        26

B. Kegiatan Kepala Sekolah————————————-        26

C. Program Kerja Waka Kepsek———————————        26

D. Kegiatan Guru————————————————        27

E. Kegiatan Wali Kelas——————————————        28

F. Kegiatan Kepala Sub Bagian dan TU————————-        28

G. Kegiatan Petugas Perpustakaan——————————        28

H. Kegiatan Siswa———————————————–        29

I. Proses Pembelajaran——————————————-        29

J. Pelaksanaan Pembelajaran————————————-        30

K. Faktor Pendukung & Penghambat Pembelajaran————-        32

L. Pengalaman Selama PPL————————————–        33

BAB IV Hubungan Kerjasama Interpersonal dan Antar Lembaga—–        36

A. Hubungan Guru dan Murid———————————-        36

B. Hubungan Kerjasama Antar Guru—————————-        36

C. Hubungan Kerjasama Guru dengan Kepala Sekolah———        36

D. Hubungan Kerjasama dengan Orang Tua——————–        36

E. Hubungan Kerjasama dengan Lembaga/Instansi————-       37

BAB V Identifikasi Masalah dan Solusi Permasalahan—————–        38

A. Identifikasi Masalah——————————————        38

B. Solusi Permasalahan——————————————        39

BAB VI Penutup——————————————————–        41

A. Kesimpulan—————————————————        41

B. Saran———————————————————-        41

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang Pelaksanaan PL

Dengan berlakunya Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 Pasal 1 butir 1 tentang Sistem Pendidikan Nasional ” Pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia dan keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara” serta Peraturan Pemerintah sebagai pelaksanaannya. Madrasah Tsanawiyah merupakan   bagian integral dari sistem dan salah satu bentuk satuan pendidikan ada pada jenjang pendidikan dasar dan menengah.

Dalam Sistem Pendidikan Nasional salah satu komponen yang saling menentukan keberhasilan pendidikan adalah guru. Guru mempunyai peranan yang besar dalam proses kegiatan pembelajaran. Selain tenaga pengajar, guru juga berfungsi sebagai pendidik yang mengarahkan sikap dan mental peserta didik kearah yang lebih baik.

Sehubungan dengan itu, STKIP PGRI Sumbar merupakan salah satu perguruan tinggi yang bergerak dalam bidang kependidikan, bertujuan membentuk dan menghasilkan tenaga guru yang professional, berjiwa Pancasila, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan menjunjung tinggi UUD 1945, serta menjaga kode etika guru. Untuk itu Praktek Lapangan (PL) merupakan salah satu mata kuliah yang harus diikuti oleh mahasiswa keguruan dalam rangka memenuhi tuntutan kurikulum, khususnya STKIP PGRI Sumbar. Setiap mahasiswa wajib mengikuti Pratek Lapangan (PL) pada sekolah yang telah ditetapkan.

Dengan adanya pelaksanaan Praktek Lapangan (PL) maka mahasiswa dapat menerapkan ilmu yang telah mereka dapatkan di bangku kuliah. Disamping itu, praktek lapangan (PL) bisa menambah pengetahuan mahasiswa dalam menghadapi anak didik, sehingga bisa diharapkan menjadi seorang guru yang teladan, professional dan bertanggung jawab untuk masa yang akan datang.

Sehubungan dengan telah dilaksanakannya kegiatan Praktek Lapangan (PL) mahasiswa STKIP PGRI Sumbar, salah satunya di MTs N Lubuksikaping Pasaman. Maka perlu disusun Laporan Pelaksanaan Praktek Lapangan sebagai bahan evaluasi dalam proses perbaikan dan peningkatan mutu untuk kedepannya.

B.     Tujuan Pelaksanaan PL

Ada 2 macam tujuan dari Pelaksanaan Praktek Lapangan (PPL), sebagai berikut:

1.      Tujuan dari Praktek Lapangan

  1. Sebagai salah satu kegiatan Intrakurikuler bagi mahasiswa dalam rangka peningkatan pengetahuan, kemampuan dan keterampilan mahasiswa sebagai calon tenaga kependidikan.
  2. Sebagai salah satu upaya mahasiswa mempraktekkan ilmu dan teori yang telah diperoleh selama dibangku perkuliahan.
  3.  Membentuk sikap menjadi seorang guru yang professional dan berpendidikan
  4. Membimbing mahasiswa kearah terbentuknya profesionalisme guru yang diperlukan oleh seorang guru bahasa Inggris dalam pembinaan dasar dan profesi keguruan secara lengkap.

2.      Tujuan Penulisan Laporan

Adapun tujuan dari penulisan laporan ini adalah untuk memberikan informasi kepada Unit Pengelola Praktek Lapangan (UPPL) tentang kegiatan-kegiatan yang dilakukan mahasiswa selama Praktek Lapangan, dan sekaligus menjadi tolak ukur penilaian terhadap Pelaksanaan Praktek Lapangan bagi mahasiswa itu sendiri.

  1. Kegunaan Pelaksanaan PL

Kegunaan Pelaksanaan Praktek Lapangan ini bagi seorang calon guru adalah:

  1. Mempersiapkan diri untuk terjun kemasyarakat sebagai seorang guru dan berpartisipasi pada sekolah yang ditempuh
  2. Mempersiapkan diri dekat tentang situasi dan kondisi serta keadaan fisik MTs N Lubuksikaping
  3. Melihat dan meninjau secara langsung proses belajar mengajar yang berlangsung di MTs N Lubuksikaping
  4. Mengetahui masalah-masalah yang dihadapi dalam program PBM
  5. Membentuk pribadi yang memiliki sikap , nilai, pengetahuan dan pengalaman yang dibutuhkan oleh seorang guru pada saat terjun pada profesi sebenarnya
  6. Mengetahui perkembangan dunia pendidikan masa sekarang
  7. Mempelajari watak peserta didik dalam rangka meningkatkan keterampilan pribadi peserta didik tersebut
  8. Melengkapi tugas dalam mata kuliah Praktek Lapangan

D.    Ruang Lingkup Pelaksanaan PL

Ruang lingkup pelaksanaan (PPL) terbagi pada dua kegiatan yaitu:

-          Kegiatan mengajar (Intrakurikuler)

Kegiatan Intrakurikuler diaplikasikan dalam bentuk mengajar di dalam kelas dengan bidang studi Bahasa Inggris. Kegiatan ini bertujuan untuk melatih mahasiswa PPL agar bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas sebagai guru yang dibimbing oleh seorang  Pamong, Kepala Sekolah dan Dosen Pembimbing PPL. Kegiatan ini diwujudkan dalam bentuk persiapan mengajar berupa Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan Skenario Pembelajaran (SP) dengan menggunakan metode yang sesuai dengan materi pelajaran serta didukung oleh media yang digunakan sebagai penunjang penyampaian dan ditambah dengan teknik-teknik penilaian (Evaluasi).

-          Kegiatan non mengajar (Ekstrakurikuler)

Kegiatan Ekstrakurikuler yaitu kegiatan yang dilakukan mahasiswa PPL di luar proses pembelajaran di kelas yang bertujuan memberikan pengalaman mahasiswa dalam menunjang keberhasilan kegiatan  mengajar, seperti kegiatan administrasi, OSIS, perpustakaan serta kegiatan intra dan ekstrakurikuler lainnya.

  1. Bentuk Pelaksanaan Praktik Lapangan (PPL)

a.       Masa Pembekalan

Selama satu semester Penulis mengikuti perkuliahan Micro Teaching yang berbobot (3 SKS) untuk menguji keberanian didepan kelas, dan menambah percaya diri didepan siswa. Kemudian, sebelum Penulis berangkat ketempat praktik, terlebih dahulu Penulis dibekali berbagai disiplin ilmu, baik bersifat teoritis maupun praktis. Dalam pembekalan tersebut Penulis diberi pengarahan mengenai kegiatan-kegiatan di lapangan.

b.      Masa di Lapangan

-          Tahap Penyerahan Awal

Pada tanggal 08 Agustus 2011,  mahasiswa pelaksanaan PL  di MTs N Lubuksikaping diserahkan oleh perwakilan panitia pelaksaan PL kepada kepala sekolah MTs N Lubuksikaping Bapak Drs. Ade Pabrian. Sebelum pelaksanaan PL dilakukan seluruh peserta pelaksanaan PL diberikan pengarahan oleh Bapak Drs. Ade Pabrian.

-          Tahap Observasi

Semua peserta pelaksanaan PL sebelum masuk ke lokal untuk melaksanakan Praktik Lapangan terlebih dahulu mengadakan observasi selama beberapa hari diantaranya:

  1. Mengenali siswa, sarana dan prasarana sekolah, jumlah guru dan karyawan/ti sekolah
  2. Melakukan penjajakan dan pengenalan awal serta interaksi dan sosialisasi di sekolah latihan
  3. Mempelajari lebih dekat lagi tentang situasi dan kondisi fisik MTs N Lubuksikaping.

-          Tahap Latihan Mengajar

Para mahasiswa Praktik Lapangan melakukan latihan mengajar di kelas dibawah bimbingan guru pamong dan dosen pembimbing. Dalam kegiatan mengajar ini harus melalui beberapa kegiatan yaitu:

  • Kegiatan Pembukaan
  • Kegiatan Penyajian Materi
  • Kegiatan Evaluasi dan Penutup

-          Tahap Penyerahan Kembali

Setelah menyelesaikan Praktik Lapangan maka Kepala Sekolah tempat latihan menyerahkan kembali perseta PL kepada Panitia Pelaksanaan Praktik Lapangan (PPL)


BAB II

GAMBARAN UMUM MTs N LUBUKSIKAPING

  1. Sejarah Singkat MTs N Lubuksikaping

MTs N Lubuksikaping merupakan sekolah Madrasah Tsanawiyah satu-satunya dan pertama di Kabupaten Pasaman. MTs N Lubuksikaping berdiri pada tahun 1978, berdasarkan Surat Keputusan Menteri Agama No.16 Tahun 1978.

MTs N  Lubuk Sikaping awalnya berasal dari PGA {Pendidikan Guru Agama} yang berdiri selama 4 tahun, bangunanya berasal dari swadaya masyarakat. PGA yang berdiri selama 4 tahun tersebut di kepalai oleh Bapak Yahya Ahmad. Pada tahun 1978 PGA berubah menjadi MTs N Lubuksikaping berdasarkan Surat Keputusan Menteri Agama No.16 Tahun 1978. Semenjak itu bangunanya berada di Jln. Sudirman No. 67-69.

Semenjak mulai berdirinya MTs N Lubuksikaping telah dipimpin oleh beberapa kepala Sekolah, yaitu:

  • Bapak Yahya Ahmad (1979-1986)
  • Bapak Muslim Z (1986-1991)
  • Bapak Ahmad Lubis, BA (1991-1998)
  • Bapak Nur Wali, S.H (1998-2004)
  • Ibu Dra. Roslaini (2004-2011)
  • Bapak Drs. Ade Pabrian (2011-sekarang)

 

  1. Profil MTs N Lubuksikaping

(1)         Nama Sekolah                      :  MTs N Lubuksikaping

(2)         NIS                                      :  -

(3)         NSS                                      :  21113085501

(4)         Propinsi                                :  Sumatera Barat

(5)         Otonomi                               :  -

(6)         Kecamatan                           :  Lubuksikaping

(7)         Nagari                                  :  Pauh

(8)         Jalan dan nomor                   :  Jend. Sudirman No.67-69

(9)         Telpon                                  :  (0753) 20056

(10)     Kode Pos                             :  26133

(11)     Faksimile                              :  Kode Wilayah          : -

Nomor                      : -

(12)     Status Madrasah                  :  Negeri

(13)     Kelompok Madrasah            :  Inti

(14)     Akreditasi                            :  B

(15)     Nomor SK                            :  No: 132  Tgl: 08 / 10 – 1969

(16)     Penerbit SK                          :  Kanwil Depag

(17)     Tahun berdiri                        :  1969

(18)     Tahun perubahan                  :  1978

(19)     Kegiatan belajar mengajar    :  Pagi

(20)     Bangunan Madrasah            :  Milik sendiri

(21)     Luas bangunan                     :  300 M2

(22)     Jarak ke pusat kota               :  1 KM

(23)     Terletak pada lintas              :  Kabupaten/Kota

(24)     Organisasi penyelenggara    :  Pemerintah

(25)     Ruang belajar                       :  Kelas VII     : 6 Lokal

Kelas VIII    : 6 Lokal

Kelas  IX      : 5 Lokal

(26)     Ruang Mushalla                   :  1

(27)     Ruang Komputer                 :  1

(28)     Ruang Pustaka                     :  1

(29)     Ruang OSIS                         :  1

(30)     Ruang UKS                         :  1

  1. Visi/Misi dan Motto MTs N Lubuksikaping
  • Visi MTs N Lubuksikaping

“Terwujudnya siswa berkualias yang berciri khas Islami dibidang IPTEK dan IMTAQ serta berakhlak mulia“

  • Misi MTs N Lubuksikaping

-          Melaksanakan kegiatan pembelajaran pendidikan bimbingan dan penyuluhan kepada siswa dengan penuh tanggung jawab

-          Menjadikan anak didik yang mampu memahami menguasai IPTEK dan mengamalkan IMTAQ serta dapat melanjutkan kejenjang yang lebih tinggi

-          Menjalin hubungan dan kerjasama yang baik dengan orang tua dan masyarakat

-          Melaksanakan tata usaha dan rumah tangga sekolah, perpustakaan, dan labor serta memberdayakan sarana dan prasarana yang ada

-          Melaksanakan praktik keagamaan dengan dipandu guru keterampilan agama seperti: sholat berjamaah, muhadarah, khutbah dan lain-lain.

  • Motto MTs N Lubuksikaping

“Islami Madrasahku Berkualitas Prestasiku“

D.    Struktur Kurikulum MTs N Lubuksikaping

Di dalam UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 1 ayat 19 yang berbunyi ”Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu”. Kurikulum merupakan salah satu komponen yang sangat signifikan, selain guru dan sarana prasarana pendidikan yang lainnya.

MTs N Lubuksikaping saat ini menggunakan kurikulum yang telah ditetapkan Pemerintah seperti sekolah-sekolah  pada umumnya, yaitu ”Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP )”. Kurikulum ini merupakan kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan yang disesuaikan dengan potensi daerah, peningkatan IMTAQ dan IPTEK komponen sekolah dan peserta didik berlandaskan Islam.

Adapun komponen- komponen penting dalam KTSP itu sendiri sebagai berikut:

  • Tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan

Tujuan pendidikan Menengah adalah meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut.

  • Struktur dan muatan KTSP

-          Mata pelajaran

-          Muatan lokal

-          Kegiatan pengembangan diri

-          Pengaturan beban belajar

-          Kenaikan kelas, Penjurusan, dan kelulusan

-          Pendidikan kecakapan hidup

-          Pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global

  • Kalender pendidikan

Kalender pendidikan sesuai dengan kebutuhan daerah, karakteristik sekolah, kebutuhan peserta didik dan masyarakat dengan memperhatikan kalender pendidikan sebagaimana tercantum dalam Standar Isi.

  • Silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran

E.     Personalia MTs N Lubuksikaping

Organisasi merupakan salah satu bentuk kerja sama antara pihak-pihak yang terkait dengan fungsi, tugas, dan tanggung jawab yang berbeda satu sama lain yang saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan.

a.       Pimpinan

Pimpinan MTs N Lubuksikaping terdiri dari 1 orang Kepala Sekolah dan dibantu oleh 4 orang Wakil Kepala Sekolah dan 1 orang Pembina OSIS, yaitu:

-          Kepala Sekolah                       : Drs. Ade Pabrian

NIP                                         : 196702121996031001

Pendidikan                              : S1 UNRI

Golongan                                :  IV/a

-          Wakil Kurikulum                    : Drs. Basril

NIP                                         : 196302141994031001

Pendidikan                              : S1 IAIN

Golongan                                : III/c

-          Wakil Kesiswaan                    : Amri R, S.Ag

NIP                                         : 197503042005011003

Pendidikan                              : S1 STAIN

Golongan                                : III/c

-          Wakil Sarana dan Prasarana    : Zulkifli, S. Pd

NIP                                         : 197412182002121003

Pendidikan                              : S1 STKIP PGRI

Golongan                                : III/b

-          Wakil Humas                          : Afrizal, S. Pd

NIP                                         : 196703161994121002

Pendidikan                              : S1 FKIP Muhammadiyah

Golongan                                : IV/a

-          Pembina OSIS                                    : Gusmayenti, S. Pd

NIP                                         : 197108012005012002

Pendidikan                              : S1 UBH FKIP

Golongan                                : III/c

b.      Unsur Pelaksana (Ketenagaan)

Unsur pelaksana merupakan unsur yang terlibat secara langsung dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Unsur pelaksana meliputi:

-          Guru Bidang Studi

Guru bidang studi  merupakan guru yang memberi bimbingan dan pengetahuan kepada siswa bertujuan mencerdaskan dan membentuk pribadi yang berkulitas. Guru yang ada di MTs N  Lubuk Sikaping antara lain :

§  Jumlah Guru          : 44 Orang

§  Guru PNS             : 31 Orang

§  Guru Tidak Tetap  : 13 Orang

Adapun nama-nama guru bidang studi yang ada di MTsN Lubuk Sikaping dapat dilihat dibawah ini :

 

Nama-Nama Guru Bidang Studi

NO

NAMA

L/P

BID. STUDI YG DIAJARKAN

1

Drs. ADE PABRIAN

L

MATEMATIKA

2

ERITAWATI, BA

P

B. INDONESIA

3

ELVINA, S.Pd

P

IPA

4

RASWIN NITA, S.Pd

P

MATEMATIKA

5

EVI DEWI FITRI

P

SENI BUDAYA

6

ASNIATI

P

FIQIH/IPS

7

YUSLINA, S.Pd

P

IPS/ KETERAMPILAN

8

HENDRI HIDAYAT, S. Ag

L

KTU

9

AFRIZAL, S.Pd

L

MATEMATIKA

10

YARHAMI, B.A

P

B. ARAB

11

MISDAMIARTI, S.Ag

P

A. AKHLAK

12

MAIHERAWATI, S.Pd

P

MATEMATIKA

13

GUSMIRA. MS

P

IPA

14

YENTI, S.Ag

P

FIQIH/ KTA

15

Drs. BASRIL

L

B. ARAB

16

AMRI. R, S.Ag

L

BTA/ Q, HADSTS/B. ARAB

17

ELMISSYAR YOSITA, S.Pd

P

MATEMATIKA

18

ROSMANELLI, S.Pd

P

B. INDONESIA

19

YULIA ERMAWATI, S.Ag

P

 SKI

20

MELDAYENI, S.Pd

P

KWN

21

ELIDA YASTI

P

KWN/ IPS

22

GUSMAYENTI, S.Pd

P

B. INDONESIA

23

ENDA HAZMI, S.Pd

P

B. INGGRIS

24

ZUMIRA AMRU, S.Pd

P

B. INGGRIS

25

ZULKIFLI, S.Pd

L

IPS

26

ARNITA, S.Ag

P

FIQIH/ Q. HADITS

27

MELLIYENTI, S.Ag

P

SKI

28

CICA RMINI DEWI, S.Pt

P

IPA

29

JASMANETTI. AS, S.Ag

P

STAF TU/BENDAHARA

30

HASNIAL KHATIMA, S.Pdi

P

FIQIH/ KTA

31

ZIKRA NOVRITA, SE

P

IPS

32

ENI YUNI SUGIARTI, S.Pd

P

B. INGGRIS

33

ELVIA SANDRA, A.Ma

P

A. AKHLAK/ KTA

34

SYOFIAR

P

STAF TU

35

NOFA GUSRINA

P

STAF TU

36

HENDRI. MHS

L

STAF TU

37

YUNEDI

L

STAF TU

38

NIYATUL HUSNI, S. Fil.I

P

Q. HADITS

39

RISDA AIDIL, SE

P

B. INDONESIA/ PUSTAKA

40

AKHIRUL, S.Pdi

L

BTA

41

ASRAL YUNIL, A.Md

L

TIK

42

YENDRIZAL

L

TIK

43

DESI KHARNALI

P

MTK/ PUSTAKA

44

EFNI MURWATI, SE.AK

P

IPS/ BP

45

ISTA SAPUTRA, A.Ma

L

PENJASKES

46

SHINTA TITIA SARI, S.Kom

P

TIK

47

IRNA FEBRIANTI, S.Pd

P

IPA/ PUSTAKA

48

INDRAWATI, S. Pd.I

P

BK

49

RIZA HARDELIS, S.Pd

P

B. INDONESIA/ PUSTAKA

50

JASNINERI

P

STAF TU

51

YULIFRI HADI

L

STAF TU

52

MARLISWATI

P

STAF TU

53

JONI MASWIR

L

STAF TU

54

MELFARINA, SH

P

STAF TU

55

EKO SETIAWAN. M, S, Ap

L

STAF TU

 

-          Wali Kelas

MTs N Lubuksikaping memiliki 17 kelas yang terdiri dari: 6 kelas VII, 6 kelas VIII, 5 kelas IX. Adapun susunan wali kelasnya adalah sebagai berikut:

Wali Kelas Semester I Tahun Ajaran 2011

No

Nama Guru

Kelas

1.

Elvia Sandra

VII.1

2.

Cica Rumini Dewi, S.Pt

VII.2

3.

Yuslina,S. Pd

VII.3

4.

Hasnial Khatima, MA

VII.4

5.

Elidayasti, S.Pd

VII.5

6.

Desi Kharnali

VII.6

7.

Elvina, S.Pd

VIII.1

8.

Raswin Nita, S.Pd

VIII. 2

9.

Meldayeni, S.Pd

VIII.3

10.

Yulia Ermawati, S.Ag

VIII.4

11.

Yenti, S.Ag

VIII.5

12.

Arnita, S.Ag

VIII.6

13.

Misdamiarti, S.Ag

IX.1

14.

Zikra Novrita, SE

IX.2

15.

Evi Dewi Fitri, S.Pd

IX.3

16.

Enda Hazmi, S.Pd

IX.4

17.

Eriwati, BA

IX.5

 

c.       Unsur Tata Usaha

MTs N Lubuksikaping memiliki unsur tata usaha yang membantu Kepala Sekolah dan guru – guru yang jumlah terdiri dari:

- Jumlah Pegawai  : 13 Orang

- Pegawai PNS      : 5 Orang

- Pegawai PTT       : 8 Orang

Dengan tugas jabatan sebagai berikut:

- Kaur TU              : 1 Orang

- Staf TU               : 12 Orang

Adapun tugas dari unsur tata usaha adalah menyiapkan surat-menyurat dan administrasi lainnya yang dibutuhkan sekolah. Berikut nama – nama unsur tata usaha MTs N Lubuksikaping:

Unsur Tata Usaha MTs N Lubuksikaping

No

Nama

Jabatan / Tugas

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

10.

11.

12.

13.

Hendri Hidayat, S. Ag

Jasmanetti. S. Ag

Yunedi

Melfarina, SH

Eko Setiawan M, S. Ap

Syofiar

Jasnineri AS, SH

Yulifri Hadi, SE

Nofa Gusrina

Hendri MHS

Joni Maswir

Marliswati

Hefial Meiyardi, S. Ag

Kaur TU

Pegawai Adm./Bendahara

Pegawai Administrasi

Pegawai Administrasi

Pegawai Administrasi

Pegawai Administrasi

Pegawai Administrasi

Pegawai Administrasi

Pegawai Administrasi

Pegawai Administrasi

Pegawai Administrasi

Pegawai Administrasi

Pegawai Administrasi

 

d.      Unsur Keamanan

Unsur keamanan merupakan unsur yang bertanggung jawab atas keamanan sekolah. MTs N Lubuksikaping memiliki seorang penjaga sekolah yaitu Asmeri, yang tinggal di komplek sekolah yang juga bertugas sebagai cleaning service.

e.       Unsur Siswa

Siswa MTs N Lubuksikaping beragama Islam yang berasal dari berbagai Kecamatan yang ada di Kabupaten Pasaman. MTs N Lubuksikaping memiliki siswa  Tahun Ajaran 2011 yaitu datanya sebagai berikut:

Siswa MTs N  Lubuksikaping

Kelas

Laki – Laki

Perempuan

Jumlah

VII.1

VII.2

VII.3

VII.4

VII.5

VII.6

20

19

24

19

20

23

22

25

19

23

20

20

42

44

43

42

40

43

Jumlah

125

128

251

VIII.1

VIII.2

VIII.3

VIII.4

VIII.5

VIII.6

16

16

16

14

19

11

23

23

22

23

20

28

39

39

38

37

39

39

Jumlah

92

139

231

IX.1

IX.2

IX.3

IX.4

IX.5

25

24

20

17

19

21

22

26

29

27

46

46

46

46

46

Jumlah

105

118

223

TOTAL

322

375

705

17


  1. Struktur Organisasi (Personalia, OSIS, Pustaka, TU, dan Denah Bangunan) MTs N Lubuksikaping

Struktur organisasi adalah susunan orang dalam organisasi untuk melaksanakan tugas dan kewajiban dengan penuh tanggungjawab sesuai dengan kedudukan dan wewenang masing-masing. Organisasi merupakan dari puncak pimpinan sampai ke tingkat bawah yang semuanya dapat tanggung jawab

 

  1. Sarana dan Prasarana MTs N Lubuksikaping

Sarana dan prasarana merupakan alat penunjang kelancaran pelaksanaan pendidikan. Untuk mendukung proses belajar mengajar maka perlunya berbagai fasilitas, sehingga dapat menghasilkan siswa-siswa yang berprestasi. Demikian juga halnya dengan MTsN  Lubuksikaping yang pada saat sekarang ini sedang melaksanakan pembangunan dan  sarana dan prasarananya cukup memadai dalam rangka kelancaran proses belajar mengajar. MTs N Lubuksikaping memiliki bangunan yang sudah permanen. Bangunanya berbentuk persegi panjang seluas 300 M2. Adapun sarana dan prasarana yang dimiliki oleh MTs N Lubuksikaping adalah:

a.       Sarana Fisik

Sarana dan Prasarana MTs N Lubuksikaping

No

Ruangan

Jumlah

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

10.

11.

12.

Ruang Kepala Sekolah

Ruang Wakil Kepala Sekolah

Ruang Tata Usaha

Ruang Majelis Guru

Ruang Belajar

Mushalla

Labor Komputer

Perpustakaan

WC

Rumah Penjaga Sekolah

Ruang UKS

 

Ruang OSIS

1

1

1

1

17

1

1

1

1

1

1

1

b.      Perlengkapan Administrasi Kantor

-          Kalender Pendidikan

-          Daftar piket guru

-          Buku absent guru

-          Buku induk murid

-          Arsip surat masuk dan keluar

 

-          Papan grafik sekolah

-          Papan data statistic sekolah biodata tenaga pengajar

-          Papan dan Struktur organisasi sekolah

-          Daftar pelajaran

-          Daftar nilai rata-rata semester

-          Perkembangan jumlah murid lulus

-          Perkembangan naik dan tinggal kelas

-          Daftar kumpulan murid

-          Daftar keadaan murid

-          Buku Inventaris

-          Buku Kas

-          Buku Kas umum

-          Buku keuangan gaji pegawai

-          Buku penerima beasiswa

-          Buku data siswa

-          Buku Penerimaan murid baru

-          Buku tamu khusus

-          Buku tamu umum

-          Buku program kerja terperinci kepala sekolah

  1. Perlengkapan Administrasi Kelas

-          Buku Pokok

-          Buku daftar kelas

-          Buku daftar nilai

-          Kurikulum

-          Silabus

-          Buku rencana pembelajaran

-          Daftar pelajaran

-          Daftar piket

-          Buku Inventaris

-          Daftar umur murid

-          Rapor

-          Tata tertib sekolah

-          Buku kelas / guru kelas

  1. Alat Peraga Edekatif (APE) Sekolah

Untuk menunjang pelaksanaan proses belajar menganjar untuk mencapai tujuan pendidikan, maka diperlukan alat peraga. Alat peraga yang tersedia di MTs N Lubuksikaping, sebagai berikut:

1.      Peta Indonesia                                                     4 buah

2.      Peta Dunia                                                           2 buah

3.      Globe                                                                   3 buah

4.      Al-Qur’an                                                            800 buah

5.      P3K                                                                     1 buah

6.      Organ Manusia                                                    5 buah

7.      Gambar Pahlawan                                               25 buah

8.      Pakaian Adat                                                       17 buah

9.      Tarian Daerah                                                      17 buah

10.  Alat Laboratorium                                               39 buah

11.  Alat Peraga Umum                                              1 buah

12.  Alat Peraga MTK                                                3 buah

13.  Tafsir Al qur’an                                                   10 buah

14.  Kamus                                                                 6 buah

15.  Alat Peraga kesenian                                           10 buah

16.  Alat-alat olahraga:

a.       Bola Kaki                                                            2 buah

b.      Raket dan Meja Pimpong                                    4 dan 1

c.       Bola Takraw                                                        2 buah

d.      Bola Kasti dan Seperangkatnya                          1 set

  1. Pekarangan Sekolah

MTs N Lubuksikaping  memiliki pekarangan yang tidak terlalu luas dan kondisinya selalu bersih. Pekarangan sekolah dimanfaatkan untuk berbagai aktifitas siswa seperti upacara bendera dan kegiatan lainnya. Adapun yang ada di pekarangan sekolah adalah

-          Lapangan olahraga

-          Taman bunga di depan setiap ruangan

-          Tanaman apotik hidup

f.       Lingkungan Sekolah

MTs N Lubuksikaping berada pada posisi yang cukup ramai. Sekolah ini berada di tengah-tengah pemukiman penduduk, disekitarnya banyak terdapat kantin. Sekolah ini terletak di daerah perkotaan, yang tidak terlalu jauh dari lokasi sekolah terutama, SD 06 Pauh, SD 09 Pauh, SMA N 1 Lubuksikaping.

I.       Tata Tertib MTs N Lubuksikaping

Untuk Murid

a.       Masuk pukul 07.20 WIB

b.      Berbaris secara teratur sebelum masuk kelas

c.       Berdo’a sebelum dan sesudah kegiatan belajar mengajar

d.      Mengikuti Upacara Bendera setiap hari Senin dan hari-hari besar Nasional

e.       Berpakaian seragam lengkap bersih dan rapi

f.       Melaksanakan tugas piket

g.      Mengikuti semua kegiatan belajar mengajar

h.      Mengerjakan tugas dengan baik

i.        Tidak boleh merokok

j.        Tidak boleh berambut panjang bagi siswa laki-laki

k.      Tidak boleh berkelahi

l.        Tidak boleh mencuri

m.    Tidak boleh membuang sampah sembarangan tempat

n.      Memelihara barang-barang milik sekolah

o.      Menjaga kebersihan sekolah

p.      Menjaga keamanan sekolah

q.      Selama jam belajar tidak dibenarkan keluar dari pekarangan sekolah kecuali seizin guru piket

r.        Patuh dan hormat pada guru

s.       Mengikuti kegiatan Extrakurikuler

Untuk Guru

a.       Hadir di sekolah 15 menit sebelum pelajaran dimulai dan pulang setelah jam pelajaran selesai

b.      Wajib mengikuti upacara setiap hari senin

c.       Menandatangani daftar hadir ( datang dan pulang )

d.      Setelah lonceng berbunyi guru kelas wajib mengatur murid masing-masing untuk kegiatan Upacara, Senam, Kultum, dan kegiatan lainnya

e.       Guru Piket datang sebelum jam pelajaran pertama dimulai dan menyiapkan alat-alat untuk pelaksanaan upacara,senam, kultum dan kegiatan lainnya

f.       Membuat Program Pembelajaran setiap semester

g.      Sebelum diajarkan rencana pembelajaran diserahkan kepada Kepala Sekolah untuk disyahkan

h.      Mengisi absen murid pada daftar kelas dan papan absen setelah pelajaran pertama

i.        Menyelesaikan administrasi kelas secara baik dan teratur

j.        Mempersiapkan hasil pekerjaan atau latihan masing-masing murid

k.      Melaksanakan ulangan harian minimal 6 x dalam satu semester

l.        Mengawasi murid selama jam istirahat dan pada waktu senam pagi

m.    Berpakaian rapi dan pantas sesuai dengan ketentuan yang berlaku

n.      Melaksanakan K-5

o.      Memeriksa kesehatan murid secara berkala

p.      Mengatur perpindahan tempat duduk murid secara berkala

q.      Menjalani hubungan baik dengan masyarakat terutama orang tua / wali murid

r.        Tidak meninggalkan sekolah tanpa seizin Kepala Sekolah

  1. Kegiatan Ekstrakurikuler MTs N Lubuksikaping

Kegiatan Exstrakurikuler yang dilaksanakan di MTsN Lubuk Sikaping adalah sebagai berikut:

  • Latihan Pramuka
  • Latihan Drum Band
  • Muhadarah

BAB III

PENYELENGGARAAN PROSES PEMBELAJARAN

Proses pembelajaran mempunyai peran penting dalam menentukan hasil belajar. Proses pembelajaran memiliki seperangkat komponen yaitu: guru, siswa, dan kepala sekolah serta lingkungan sehingga tercapainya tujuan pendidikan. Oleh karena itu tanggung jawab tersebut diembankan oleh penyelenggara proses belajar itu sendiri, sehigga mereka dituntut mempunyai dedikasi yang tinggi. Adapun kegiatan yang dilakukan oleh penyelenggara proses pembelajaran yaitu:

  1. Program Kerja Kepala Sekolah

1.     Merencanakan kebutuhan guru setiap mata pelajaran

2.     Memeriksa daftar hadir guru, tenaga teknis kependidikan dan tenaga tata usaha

3.     Melaksanakan upacara bendera pada hari senin dan hari besar

4.     Melaksanakan pemeriksaan umum

5.     Menyelenggarakan perbaikan ala-alat sekolah yang diperlukan

6.     Menyelenggarakan penutupan buku inventaris dan keuangan

7.     Menyelenggarakan ulangan umum dan ujian akhir

  1. Kegiatan Kepala Sekolah

a)      Mengkoordinir pelaksanaan kegiatan, baik kegiatan edukatif maupun administratif

b)      Melakukan kegiatan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas masing-masing personil sekolah

c)      Mengarahkan, membina dan membantu guru dalam menyelesaikan kegiatan yang dihadapi

d)     Melakukan rapat koordinasi dan evaluasi dengan wakil kepala sekolah dan majelis guru dalam rangka evaluasi pelaksanaan kegiatan

  1. Program Kerja Wakil Kepala Sekolah

a.       Mengembangkan kurikulum

b.      Menyusun program pengajaran (mingguan, bulanan, semester dan tahunan) dan mengkoordinir pelaksanaannya

c.       Menganalisa ketercapaian target kurikulum

d.      Mengkoordinir persiapan dan pelaksanaan Pra-UN/ UN / UAS/ Uji Profesi

e.       Mengkoordinir kegiatan belajar mengajar termasuk pembagian tugas guru, jadwal pelajaran, evaluasi belajar dan sebagainya.

f.       Mengarahkan penyusunan satuan pelajaran

g.      Mengkoordinir perencanaan dan pelaksanaan kegiatan luar sekolah

h.      Mengawasi dan mengevaluasi pelaksanaan pembinaan kesiswaan

i.        Membuat laporan berkala dan insidentil.

  1. Kegiatan Guru

Guru bertanggungjawab kepada kepala sekolah dan mempunyai tugas dalam proses belajar mengajar secara efektif dan efisien. Tugas dan tanggung jawab seorang guru meliputi:

a.       Guru teori dan guru umum

  • Mempersiapkan bahan ajar dan alat bantu
  • Memasukkan misi kejuruan pada mata pelajaran umum bagi guru umum
  • Menerapkan kompetensi kejuruan
  • Mengisi buku agenda kelas

b.      Guru praktek

  • Menyiapkan pelajaran praktek: bahan dan alat, ruangan, pembagian tugas
  • Melakasnakan KBM praktek, pengawasan, proses dan penilaian hasil
  • Menyelesaikan pekerjaan praktek (pembersihan dan penyimpanan alat, pembersihan ruangan).
  • Bertanggung jawab terhadap inventaris alat dan perabot
  • Melaksanakan bimbingan profesi siswa
  • Mengembangkan alat bantu kegiatan belajar mengajar

E.     Kegiatan Wali Kelas

  • Memahami siswa dan karakter mereka dan kelas yang diasuhnya
  • Mengatur tempat duduk siswa di kelas dan membuat layout kelas
  • Menjalin hubungan dengan orang tua siswa
  • Mengumpulkan nilai dari para guru dan memasukan nilai ke dalam buku / daftar kumpulan nilai, serta mengisi dan membagikan rapor
  • Membantu guru BK dalam menangani kasus siswa
  • Membuat laporan berkala dan insidentil

F.     Kegiatan Kepala Sub Bagian dan Tata Usaha

  • Menyusun program kerja tata usaha sekolah
  • Mengurus kebutuhan fasilitas tata usaha
  • Mengkoordinir pengelolaan sekolah
  • Mengurus kebutuhan fasilitas tata usaha sekolah
  • Menyiapkan dan menyajikan data statistik sekolah
  • Mengatur pelaksanaan kesekretariatan dan kerurnah tanggaan
  • Mengatur administrasi hasil proses kegiatan belajar mengajar
  • Mengatur administrasi invent sekolah (alat, perabot)
  • Mengatur adminstrasi kesiswaan dan beasiswa

 

G.    Kegiatan Petugas Perpustakaan

  • Mengadakan perencanaan buku dan bahan perpustakaan
  • Mengawasi pelaksanaan tata tertib perpustakaan
  • Mengurus pelayanan perpustakaan
  • Memelihara dan memperbaiki buku dan bahan perpustakaan
  • Mengatur penyimpanan buku dan bahan perpustakaan
  • Merencanakan pengembangan perpustakaan
  • Membuat display, visualisasi, data dalam bentuk grafik / diagram dan menyusun laporan
  1. Kegiatan Siswa

1)      Kegiatan PBM, siswa mengikuti serangkaian kegiatan belajar mengajar di kelas

2)      Kegiatan intrakurikuler

3)      Membentuk kelompok belajar

  1. Proses Pembelajaran

Proses Belajar Mengajar merupakan kegiatan inti yang dilakukan oleh Guru dan Murid di setiap sekolah. Proses belajar tidak akan berhasil tanpa didukung oleh proses pembelajaran yang efektif. Proses pengajaran akan berhasil jika komponen-komponen didalamnya bisa membentuk kerja sama yang baik.

Guru merupakan komponen penting dalam meningkatkan SDM baik secara intelektual maupun secara fisik dan emosional melalui kegiatan pembelajaran. Menurut James M, kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang Guru dalam melaksanaan interaksi dengan siswa adalah :

Ø  Guru harus memiliki pengetahuan tentang belajar dan tingkah laku manusia, tepatnya ilmu psikologi, serta mamou menerjemahkan teori didalam situasi nyata

Ø  Mampu menyesuaikan diri terhadap situasi dan kondisi yang ada

Ø  Menguasai bidang studi yang diajarkan

Proses pembelajaran yang Penulis lakukan selama PPL adalah sesuai dengan jurusan Penulis yakni Pendidikan Bahasa Inggris. Penulis mengajar di kelas VII4 dan VII6. Proses belajar mengajar di MTs N Lubuksikaping  dimulai Senin dari pukul 07.20 – 13.20, Jum’at dari pukul 07.20 – 11.20, dan berakhir Sabtu dari pukul 07.20 – 12.40.

Selama Penulis melaksanakan  PPL di MTs N Lubuksikaping, sebelum melaksanakan proses belajar mengajar harus mempersiapkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan media yang akan digunakan. Setelah tampil mengajar Penulis berkonsultasi dengan Pamong menanyakan materi selanjutnya dan menerima pendapat atau arahan tentang penampilan Penulis dalam melaksanakan PBM, supaya bisa menjadi perbaikan atau demi kemajuan Penulis kedepan.

J.      Pelaksanaan Pembelajaran

Kegiatan Pembelajaran merupakan kegiatan yang secara langsung  dilakukan di lapangan dimana seorang Guru memberikan pengetahuan dan bimbingan kepada siswanya. Dalam pelaksanaan PPL ini, Penulis mempunyai  beberapa bentuk kegiatan  yaitu Intrakurikuler dan Ekstrakurikuler:

1.      Kegiatan Intrakurikuler (Teaching )

Kegiatan Intrakurikuler (Teaching ) merupakan suatu kegiatan yang urgen bagi mahasiswa dalam melaksanakan PPL, karena kegiatan Intrakurikuler merupakan kegiatan untuk mengaplikasikan ilmunya yang berwujud secara sistematis dan terencana di dalam kelas.

Dalam melaksanakan PPL ini, Penulis melaksanakan Proses Belajar Mengajar untuk bidang studi Bahasa Inggris. Penulis mengajar dalam satu minggu sebanyak 3 hari. Adapun jadwal Praktek Mengajar mahasiswa PPL adalah:

 Jadwal Praktek Mengajar Mahasiswa PPL

No

Hari

Bidang Studi

Jam Ke

Pukul

Kelas

1.

Selasa

Bahasa Inggris

Bahasa Inggris

 

1 s/d 2

3 s/d 4

 

07.20 – 08.50 Wib

08.50 – 10.10 Wib

 

 

VII6

VII4

 

2.

Kamis

Bahasa Inggris

1 s/d 2

 

07.20 – 08.50 Wib

 

VII4

 

3.

Jum’at

Bahasa Inggris

4 s/d 5

10.10 – 11.30 Wib

VII6

 Pelaksanaan kegiatan mengajar mata pelajaran dilaksanakan oleh Penulis selama PPL di MTsN 1 Lubuksikaping untuk mata pelajaran IPS Terpadu 2 x 40 menit.

Pada tahap ini dilaksanakan proses pembelajaran didalam ruangan kelas dengan langkah-langkah sebagai berikut :

a.       Kegiatan Awal ( Pre-activities )

Kegiatan ini bertujuan agar siswa fokus pada materi yang akan diajarkan. Kegiatan ini berupa: Menyiapkan kelas ( berdoa, check absen, kondisi kelas,persiapan siswa, apersepsi, dan menjelaskan tujuan pembelajaran ). Siswa diberi materi pembelajaran yang sesuai kompetensi dasar dan indikator pembelajaran hari itu.

b.      Kegiatan Inti ( Whilst-activities )

Kegiatan ini bertujuan untuk menyampaikan materi pembelajaran, metoda dan keterampilan agar tujuan yang diharapkan guru tercapai secara maksimal oleh siswa. Adapun kegiatan ini berupa :

  • Fase Explorasi
  • Fase Elaborasi
  • Fase Konfirmasi

c.       Kegiatan Penutup (Post-activities )

Kegiatan ini berupa :

  • Kesimpulan
  • Penilaian
  • Tindak Lanjut

d.      Evaluasi

Dalam mengevaluasi kita dapat mengetahui sejauh mana materi pelajaran yang diajarkan dapat dikuasai dan dipahami anak.

2.      Kegiatan Ekstrakurikuler (Non teaching)

Kegiatan Ekstrakurikuler merupakan kegiatan yang dilakukan diluar jam pelajaran yang bertujuan menunjang kelancaran pelaksanaan proses belajar mengajar. Dalam kegiatan ini mahasiswa PPL dilibatkan untuk mengikuti program tersebut karena bertujuan untuk memberikan pengalaman kepada mahasiswa PPL diluar kegiatan mengajar mengenai semua hal yang menunjang kegiatan mengajar. Selama melaksanakan Program Pengalaman Lapangan (PPL), program Ekstrakurikuler yang pernah Penulis ikuti di MTs N Lubuksikaping diantaranya:

a.       Piket harian

b.      Membantu petugas Pustaka

c.       Mengawasi kelas yang gurunya berhalangan hadir

d.      Mengikuti rapat majelis guru

e.       Membimbing siswa dalam kegiatan gotong royong

K.    Faktor Pendukung dan Penghambat

Dalam melaksanakan Program Praktek Lapangan (PPL) terdapat faktor pendukung dan penghambat sebagai berikut:

1.      Faktor Pendukung

a.       Kepala dan Wakil Kepala Sekolah

Kepala dan Wakil Kepala Sekolah yang ramah dan bijaksana dalam memberikan bimbingan dan arahan kepada semua majelis guru dan siswa untuk senatiasa meningkatkan mutu sekolah baik secara akademik maupun terhadap lingkungan tempat proses belajar mengajar.

b.      Majelis Guru

Majelis guru yang ramah dan bersahabat dengan mahasiswa PPL, yang dapat memudahkan Penulis besosialisasi dengan lingkungan sekolah.

c.       Guru Pamong

Guru pamong  yang selalu senantiasa  memberikan bimbingan, arahan,  nasehat kepada Penulis selama melaksanakan PPL. Guru pamong juga memberikan pendapat dan masukan – masukan yang sangat berarti bagi kemajuan Penulis. Sehingga Penulis banyak mendapatkan ilmu  pengalaman baru dalam mengajar.

d.      Siswa

Siswa yang menerima mahasiswa PPL dengan baik dan ramah, serta mau  proses belajar mengajar sehingga memudahkan para guru dalam penyampaian materi pelajaran.

e.       Lokasi MTs N Lubuksikaping

Lokasi sekolah yang tidak begitu jauh dari tempat tinggal Penulis, sehingga memperlancar dan mempermudah Penulis menuju lokasi PPL.

2.      Faktor Penghambat

a.       Beberapa siswa yang tidak aktif dalam PBM, tidak memperhatikan pelajaran, tidak mengerjakan tugas rumah, dan kurang disiplin.

b.      Kurangnya sarana penunjang pembelajaran.

c.       Keterbasan buku perpusatakaan yang mempersulit guru ataupun siswa dalam mencari bahan dalam pembelajaran

d.      Ada sebagian siswa yang cuek atau tidak ingin tau dengan pelajaran Bahasa Inggris, sehingga mereka sering keluar masuk kelas ketika belajar.

L.     Pengalaman Selama PPL

Senin, 08 Agustus 2011, Penulis dan rekan  yang akan melaksanakan PPL di MTs N Lubuksikaping, sekitar pukul 07.15 WIB telah hadir di MTs N Lubuksikaping. Alhamdulillah, kedatangan kami disambut baik oleh pihak sekolah, dan langsung melakukan observasi sekolah. Seminggu sebelum Penulis malaksanakan PBM, Penulis melakukan orientasi kelas dengan guru pamong, dan setelah seminggu masa orientasi baru Penulis dipercaya untuk melaksanakan PBM.

Banyak sekali pengalaman yang Penulis peroleh selama PPL, Penulis dapat mengetahui bagaimana kondisi dan proses mengajar yang sesungguhnya di lapangan sehingga nanti dapat membentuk pribadi guru yang profesional. Guru pamong Penulis adalah Ibu Zumira Amru, S. Pd. Beliau sangat ramah, baik, pengertian, dan selalu tulus memberikan bimbingan dan arahan kepada Penulis. Setiap setelah melaksanakan PBM di kelas guru pamong dan Penulis melakukan konsultasi mengenai prosedur atau perbaikan Penulis dalam melaksanakan PBM untuk berikutnya.

Selain itu, kami dibimbing untuk membuat rencana pelaksanaan pembelajaran dan persiapan – persiapan lainnya. Adapun hal yang menantang yaitu cara Penulis menyikapi prilaku peserta didik yang mana diusia mereka Penulis harus berhati-hati dan benar-benar harus paham karakter mereka. Kemudian mereka butuh perhatian dan dukungan untuk bisa mengikuti PBM dengan baik. Jadi jelas, selain penguasaan materi, cara guru menyikapi siswa dalam proses pembelajaran juga sangat penting agar tujuan pembelajaran tercapai.

Pengalaman Penulis dalam melaksanakan kegiatan non teaching yaitu piket harian. Penulis bisa lebih mengenal situasi dan kondisi di MTs N Lubuksikaping, Penulis bisa berbagi cerita dan pengalaman dengan guru – guru selaku koordinator piket. Penulis bisa mengenal berbagai masalah dan solusi yang dihadapi siswa sehari-hari, khususnya tentang kedisiplinan siswa terhadap peraturan sekolah, peranan guru BK yang sangat besar, sehingga ada komunikasi antara siswa-siswa yang bermasalah dengan pihak sekolah agar dapat menemui solusi yang terbaik bagi siswa dan sekolah. Penulis sangat senang bisa berpartisipasi dalam kegiatan piket harian di MTs N Lubuksikaping.

Adapun kegiatan kesiswaan di MTs N Lubuksikaping, Penulis cukup bangga  dan senang karena siswa-siswa yang aktif ikut berpartisipasidalam kegiatan – kegiatan diluar jam sekolah seperti pertandingan dalam bidang pramuka, grup drum band, olah raga, dan bidang keagamaan.

Demikianlah pengalaman positif yang sangat berarti bagi Penulis yang telah ditemui selama melaksanakan PPL di MTs N Lubuksikaping dan semoga pengalaman ini akan menjadi kenangan dan menjadi penyemangat atau cambuk bagi Penulis untuk kemajuan Penulis dimasa yang akan datang. Amin ya rabbal ’alamin.

 

 BAB IV

HUBUNGAN KERJASAMA INTERPERSONAL

 DAN ANTAR LEMBAGA

  1. Hubungan Guru dengan Murid

Menurut hasil pengamatan penulis, hubungan guru dengan murid di MTsN Lubuk Sikaping sangat baik, tidak ada jarak pembatas, terjalinnya kekerabatan yang harmonis dimana guru memberikan pelajaran dengan penuh keakraban, keikhlasan dan penuh kasih sayang.

Contoh: murid bermain-main disaat jam belajar berlangsung, guru menegur siswa dengan bahasa yang lembut dan penuh kasih sayang, sehingga siswa tidak merasa dongkol terhadap guru dan mereka berani mengakui kesalahan-kesalahannya masing-masing dan tidak bermain lagi.

  1. Hubungan Kerjasama antar Guru

Berdasarkan pengalaman Penulis, selama melaksanakan PL, di MTs N Lubuk Sikaping. Penulis melihat hubungan sesama guru sangat baik dan begitu akrab. Dalam mengambil suatu keputusan selalu dilakukan musyawarah bersama, dengan demikian tercermin hubungan yang sangat baik antar guru.

C.    Hubungan Kerjasama Guru dengan Kepala Sekolah

Selama PL berlangsung, Penulis memperhatikan hubungan antara Guru dengan Kepala Sekolah terjalin dengan baik. Contohnya jika ada perlombaan semua Guru ikut terlibat dalam pelaksanaan termasuk Kepala Sekolah.

  1. Hubungan Kerjasama dengan Orang Tua / Wali Murid

Keberhasilan suatu pendidikan bukan saja terletak dan usaha guru dengan siswa saja, tetapi perlu didukung oleh orang tua/wali murid dengan demikian kerjasama ini diperlukan sekali. Berdasarkan pengamatan Penulis selama PL berjalan di MTs N Lubuk sikaping Penulis melihat hubungan antar guru dengan orang tua/wali murid terjalin dengan baik.

  1. Hubungan Kerjasama dengan Lembaga dan Instansi Lain

Menurut pengetahuan Penulis, hubungan dan kerjasama MTs N Lubuksikaping dengan lembaga atau Instansi lainnya sangat baik. Sebagaimana Penulis ketahui MTs N Lubuksikaping setiap ada kegiatan selalu ikut serta dalam rapat, kegiatan-kegiatan perlombaan serta setiap penataran yang diadakan di Kecamatan Lubuksikaping maupun sekolah tertentu.

 

 BAB V

IDENTIFIKASI MASALAH DAN SOLUSI

 

  1. Identifikasi Masalah

Manusia merupakan pribadi yang unik yang mermpunyai berbagai kelebihan dan kekurangan. Termasuk siswa mereka mempunyai pribadi yang berbeda-beda dengan berbagai kelebihan dan kekurangan yang ada pada diri mereka. Terutama dalam mengikuti proses kegiatan proses belajar mengajar, dimana setiap individu mempunyai kemampuan yang berbeda-beda dalam menerima dan memahami materi pelajaran. Kemudian dalam hal kedisiplinan, setiap sekolah mempunyai peraturan tersendiri untuk bisa dipatuhi oleh setiap siswa.

Motivasi belajar dan kedisiplinan sangat mempengaruhi perkembangan siswa dalam proses kegiatan belajar mengajar, siswa yang mempunyai motivasi dan disiplin yang tinggi akan lebih aktif, kreatif, dan mampu memahami materi pelajaran bahasa Inggris. Sedangkan siswa yang mempunyai motivasi belajar yang rendah, terlihat kurangnya keaktif dalam belajar dan agak lambat dalam memahami pelajaran. Begitu juga dengan tingkat kedisiplinan ada beberapa yang mematuhi dan ada juga yang tidak mematuhi. Di MTs N Lubuksikaping, beberapa siswa mempunyai kemampuan belajar yang cukup baik dan motivasi belajar yang cukup baik untuk mengikuti proses belajar mengajar.

Berdasarkan hal diatas, Penulis membahas masalah dalam laporan ini mengenai “Pengaruh Motivasi dan Kedisiplinan Terhadap Hasil Belajar Siswa”.

Penulis mengangkat masalah ini dilatarbelakangi oleh hasil belajar di kelas dan kedisiplinan siswa yang Penulis ajar. Berdasarkan hasil belajar tersebut jelas sekali perbedaan antara siswa yang mempunyai motivasi belajar yang tinggi dengan siswa yang motivasi belajarnya rendah. Siswa yang mempunyai motivasi belajar yang tinggi dan suka belajar bahasa Inggris akan mudah memahami dan memperoleh nilai yang bagus. Sedangkan sebagian siswa yang motivasinya rendah hanya mengandalkan jawaban dari teman- temannya yang lebih paham, mereka kurang berusaha untuk mengerjakan tugas sendiri.

Setelah Penulis perhatikan ternyata siswa yang motivasi belajarnya rendah akan betah di kelas apabila Penulis menggunakan media dan memberikan games, kalau tidak ada hal yang demikian mereka akan kurang memperhatikan dan terkadang sering keluar kelas. Sedangkan, siswa yang motivasinya tinggi akan selalu memperhatikan dan aktif dalan proses pembelajaran. Penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan Penulis dalam mengajar, misal, Penulis kurang persiapan, dan terlalu cepat dalam menyampaikan materi.

Penulis menilai bahwa siswa yang memiliki motivasi belajar yang tinggi akan selalu memperhatikan  dan mengikuti pelajaran dari awal hingga akhir walaupun terkadang dalam kondisi kelas yang ribut, dan dilihat dari hasil belajarpun mereka memperoleh nilai yang bagus ( diatas SKBM ).

  1. Solusi Permasalahan

Dalam mengatasi perbedaan yang signifikan antara siswa yang mempunyai motivasi  belajar yang tinggi dengan siswa yang motivasi belajarnya rendah. Begitu juga dengan siswa yang disiplin dan kurang disiplin Penulis berusaha mencari solusinya. Berdasarkan ilmu dan pengetahuan yang Penulis dapatkan selama di bangku perkuliahan dan selama PPL di MTs N Lubuksikaping, maka solusi yang Penulis dapat berikan:

1.      Siswa dengan motivasi dan disiplin yang tinggi

a.       Memberikan semangat dan nilai plus agar siswa merasa diperhatikan dan bisa mempertahankan bahkan lebih meningkatkan prestasinya.

b.      Memberikan soal-soal pengayaan tentang materi yang sedang diajarkan.

c.       Memberikan kepercayaan kepada siswa tersebut untuk menyelesaikan berbagai soal bahasa Inggris.

d.      Memberikan dorongan kepada siswa untuk menjadi tutor sebaya dengan menerangkan materi atau membantu teman-temannya dalam memahami pelajaran.

e.       Memberikan pujian kepada siswa agar bisa mempertahankan kedisiplinan dan siswa mengajak teman-temannya untuk mematuhi aturan di sekolah.

2.      Siswa dengan motivasi dan disiplin rendah

a.       Melakukan pendekatan dan sering berkomunikasi dengan mereka baik pada jam pelajaran maupun diluar jam pelajaran.

b.      Memberikan perhatian yang lebih dalam belajar dan membantunya dalam memahami setiap istilah dalam pelajaran bahasa Inggris.

c.       Memberikan hukuman bagi yang tidak mengerjakan latihan dan tugas dirumah atau dengan mengurangi nilainya bahkan bagi yang sering tidak mengerjakan tugas diberi tugas dua kali lipat dari sebelumnya.

d.      Guru harus memberikan motivasi kepada siswa dengan memeriksa tugas rumah bersama.

e.       Memberikan materi pelajaran dengan media yang menarik.

f.       Memberikan games kepada siswa yang berhubungan dengan materi pelajaran.

g.      Memberikan hukuman kepada yang melanggar aturan dan kedisiplinan.

 BAB VI

PENUTUP

 

  1. Kesimpulan

Praktek Lapangan (PL) sangat perlu, bagi calon guru, dengan adanya PL sangat membantu penulis untuk mengetahui seluk-beluk dan ruang lingkup kerja disekolah dan dapat mempersiapkan diri agar memiliki kemampuan personal dan professional sebagai seorang guru

  1. Saran

1.      Sebaiknya guru yang mengajar tidak hanya dengan metode ceramah dan diskusi saja, tetapi harus menggunakan teknik/metode yang lain dalam pengajaran, dan diharapkan pimpinan sekolah lebih memperhatikan dan memberikan arahan kepada tenaga pengajar.

2.      Agar proses belajar mengajar berjalan dengan baik dan lancar serta lebih menarik sebaiknya guru MTs N Lubuksikaping lebih mendalami ilmunya tentang bagaimana cara mengajar yang lebih baik.

3.      Hendaknya para guru mampu menggunaka multi metode dalam memberikan pelajaran, agar daya tarik belajar ada dan anak didk merasa refresh dalam mengikuti proses belajar mengajar.

 

MY CREATION

KURANGNYA MOTIVASI MASYARAKAT DALAM PENDIDIKAN ANAK

Makalah

Diajukan sebagai tugas akhir mata kuliah umum

Bahasa Indonesia

 

 

 NESRI YUNISAL

NPM 08040164

KELAS ENGLISH 08/E

 

 

JURUSAN BAHASA INGGRIS

STKIP PGRI SUMBAR

2011

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis sampaikan pada Allah Yang Mahakuasa. Karena izin-Nya proposal penelitian ini dengan judul “Kurangnya Motivasi Masyarakat dalam Pendidikan Anak” dapat diselesaikan. Penulisan proposal penelitian kuantitatif ini dimaksudkan untuk tugas akhir mata kuliah umum bahasa Indonesia.

Pada penulisan proposal penelitian kuantitatif ini penulis tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada dosen pembimbing mata kuliah ini yang turut membantu dalam menyelesaikan proposal penelitian kuantitatif ini. Meskipun mempunyai kelemahan, penulis berharap proposal penelitian kuantitatif ini bermanfaat bagi pembaca sebagai salah satu sumber informasi yang dapat menambah pengetahuan tentang penelitian kuantitaf

Padang,  Februari 2011

Penulis,

BAB I

PENDAHULUAN

 A.    Latar Belakang

Pendidikan adalah kata yang amat sering diperbincangkan orang diseluruh dunia. Itu karena pendidikan sangat menyentuh dan menentukan nasib ataupun kualitas bangsa itu sendiri. Setiap individu dan masyarakat mempunyai potensi yang harus dikembangkan untuk mendukung serta melancarkan kegiatan pembangunan dalam masyarakat tersebut. Manusia sebagai individu, sebagaimana kodratnya memiliki sifat baik maupun buruk. Sifat-sifat yang kurang baik inilah perlu dibina dan dirubah sehingga melahirkan sifat-sifat yang baik agar bisa dikembangkan. Proses pembinaan dan perubahan tersebut dilakukan melalui pendidikan. Melalui pendidikan ini manusia diharapkan menjadi individu yang mempunyai kemampuan dan keterampilan untuk secara mandiri meningkatkan taraf hidupnya baik lahir maupun bathin serta peranannya sebagai individu, warga masyarakat, dan warga negara.

Pada kenyataannya, di tengah masyarakat seringkali terdengar keluhan yang menyayangkan kenapa pendidikan dalam pengertian formal dan berjenjang sangat mahal, sehingga sering tidak terjangkau oleh masyarakat. Akibatnya, tidak banyak anggota masyarakat yang beruntung, bisa menikmati jalur pendidikan formal dan dapat mengakses pasar dunia kerja yang semakin kompetitif. Kebanyakan warga masyarakat kita yang status sosial dan ekonominya dibawah garis kemiskinan, pendidikan merupakan barang yang mahal dan barangkali termasuk barang yang mewah. Jangankan untuk membiayai pendidikan anak-anaknya, untuk mencukupi kebutuhan primer pun terkadang mereka terpaksa gali lobang-tutup lobang.

Hal lain yang menyebabkan kurangnya motivasi masyarakat dalam pendidikan anak karena kebanyakan masyarakat kita adalah masyarakat sederhana. Maksud masyarakat sederhana adalah masyarakat yang mempunyai pengetahuan kurang terspesialisasi dan sedikit keterampilan. Hal ini  diajarkan membuat mereka tidak perlu rasanya untuk menciptakan institusi yang terpisah bagi pendidikan seperti sekolah. Selanjutnya, alasan yang lain penyebab kurangnya motivasi masyarakat dalam pendidikan anak seperti banyak orang tua anak yang beranggapan bahwa pendidikan adalah tanggungjawab sekolah. Anak-anak yang pintar di sekolah berasal dari rumah yang orang tuanya sangat peduli dengan pendidikan. Maka, pendidikan di rumah dengan orang tua sebagai pendidik dan motivator sangat menentukan kualitas pendidikan bangsa ini.

B.     Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah tersebut, dapat dirumuskan masalah ini sebagai berikut.

1.      Bagaimanakah akibat dari kurangnya motivasi masyarakat dalam pendidikan anak?

2.      Bagaimanakah tindak lanjut seorang motivator dalam mengatasi kurangnya motivasi masyarakat dalam pendidikan anak?

C.    Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah tersebut, tujuan penulisan ini untuk mendeskripsikan hal berikut.

1.      Akibat dari kurangnya motivasi masyarakat dalam pendidikan anak,

2.      Tindak lanjut dari motivator pendidikan dalam mengatasi kurangnya motivasi masyarakat dalam pendidikan anak.

D.    Manfaat Penelitian

Manfaat penulisan makalah ini ditujukan untuk pihak-pihak sebagai berikut.

1.      Masyarakat umum diharapkan agar selalu memberikan motivasi dalam  pendidikan anak demi meningkatkan sumber daya manusia bangsa ini,

2.      Pembaca diharapkan menjadikan bacaan ini suatu pemikiran dalam memberi motivasi terhadap pendidikan anak,

3.      Penulis menyadari betapa kurangnya motivasi masyarakat dalam pendidikan anak. Padahal pendidikan merupakan suatu yang terpenting dalam meningkatkan taraf hidup bangsa ini.


BAB II

KAJIAN PUSTAKA

A.    Pengertian Motivasi

Menurut Marx dan Tombouch (dalam Prayitno, 1989:8) mengumpamakan motivasi sebagai bahan bakar dalam beroperasinya mesin gasolin. Tidaklah menjadi berarti, betapapun baiknya mesin dan kehalusan penyetelan kita dalam mengoperasikan mesin gasolin tersebut, kalau bahan bakarnya tidak ada, sama halnya dengan betapapun baiknya potensi anak yang meliputi kemampuan intelektual atau bakat siswa dan materi yang akan diajarkan dan lengkapnya sarana belajar, maka proses belajar tidak akan berlangsung dengan optimal.

Menurut Robert (dalam Prayitno, 1989:8) motivasi meliputi pembahasan tentang “need for achievement” (n.ach), “need for affliation” (n.aff), rangsangan, kebiasaan, dan perasaan ingin tahu yang berasal dari dalam diri siswa. Need for achievement yang disingkat dengann.ach adalah kebutuhan untuk berprestasi, yaitu suatu keinginan untuk selalu unggul atau menjadi terbaik.

Menurut Thomas dan Brophy (dalam Prayitno, 1989:8) motivasi merupakan suatu energi penggerak, pengarah, dan memperkuat tingkah laku. Menurut Anderson dan Faust (dalam Prayitno, 1989:10) motivasi dapat dilihat dari karakteristik tingkah laku siswa yang menyangkut minat, ketajaman perhatian, konsentrasi, dan ketekunan. Dengan demikian, motivasi adalah suatu dorongan yang timbul dari dalam diri seseorang untuk mewujudkan rasa ingin tahunya terhadap sesuatu yang dipengaruhi oleh faktor internal (yang timbul dari dalam dirinya sendiri) dan faktor eksternal (dari luar dirinya seperti, masyarakat dan lingkungan sekitar).

B.     Pengertian Masyarakat

Berdasarkan artikel yang berjudul Peran Serta Masyarakat dalam Pendidikan mengatakan bahwa “masyarakat adalah orang-orang yang hidup bersama dan menghasilkan kebudayaan” (2009:1). Selanjutnya, artikel ini juga mengatakan bahwa “Masyarakat adalah suatu struktur yang menderita suatu ketegangan organisasi atau perkembangan akibat adanya pertentangan antara kelompok-kelompok yang terbagi secara ekonomi” (2009:2). Berdasarkan artikel yang berjudul Stratifikasi Sosial dalam Masyarakat mengatakan bahwa “Masyarakat merupakan suatu kenyataan objektif pribadi-pribadi yang merupakan anggotanya” (2008:1).

Kemudian, artikel ini juga menjelaskan bahwa “Masyarakat merupakan kumpulan manusia yang relatif mandiri, hidup bersama-sama dalam waktu yang cukup lama, tinggal disuatu wilayah tertentu, mempunyai kebudayaan sama serta melakukan sebagian besar kegiatan di dalam kelompok/kumpulan manusia tersebut” (2008:2). Jadi, masyarakat adalah sekelompok komunitas manusia yang berdomisili pada daerah tertentu untuk mencapai tujuan kehidupannya.

C.    Pengertian Pendidikan

Menurut UU No. 20 Tahun 2003 (dalam Dewi, 2008:16) pendidikan adalah sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan akhlak bangsa dan negara. Berdasarkan artikel yang berjudul Filosofi Pendidikan menyebutkan bahwa “education is now engaged is repairmen for a tiff society which does not yet exist (pendidikan sekarang itu adalah untuk mempersiapkan manusia bagi suatu tipe masyarakat yang masih belum ada)” (2010:1).

Berdasarkan artikel ini juga dijelaskan bahwa “pendidikan adalah suatu proses pembaharuan makna pengalaman, hal ini akan mungkin terjadi di dalam pergaulan biasa atau pergaulan orang dewasa dengan orang muda, mungkin pula terjadi secara sengaja dan dilembagakan untuk menghasilkan kesinambungan sosial. Proses ini melibatkan pengawasan dan perkembangan dari orang yang belum dewasa dan kelompok dimana dia hidup” (2010:4). Selanjutnya, artikel ini mengatakan bahwa “Pendidikan adalah sebagai daya upaya untuk memajukan budi pekerti, pikiran serta jasmani anak, agar dapat memajukan kesempurnaan hidup yaitu hidup dan menghidupkan anak yang selaras dengan alam dan masyarakatnya” (2010:4).

Kemudian di dalam artikel ini disebutkan bahwa “Pendidikan adalah memberikan pembekalan yang tidak ada pada masa anak-anak, tetapi dibutuhkan pada masa dewasa” (2010:5). Terakhir artikel ini mengatakan bahwa “Pendidikan adalah usaha sadar untuk mengembangkan kepribadian dan kemampuan di dalam dan diluar sekolah dan berlangsung seumur hidup” (2010:6). Dengan demikian, pendidikan adalah suatu jalur dalam merubah sikap, tingkah laku, dan kebiasaan dari seseorang kearah yang lebih baik, sehingga dia mampu menempatkan dirinya sebagai seorang yang terdidik.

D.    Guru Memotivasi Siswa

Menurut Marx dan Tombouch (dalam Prayitno, 1989:2) mengajar diumpamakan seperti membimbing kuda ke air, guru memang membimbing siswa dalam belajar. Menurut Hamacheck (dalam Prayitno, 1989:3) bahwa usaha guru memotivasi siswa merupakan proses membimbing siswa memasuki berbagai pengalaman dimana proses belajar sedang berlangsung, proses menimbulkan kegairahan dan keaktifan pada siswa sehingga dia benar-benar siap untuk belajar, dan proses yang menyebabkan perhatian siswa terpusat kepada satu arah atau tujuan pada suatu waktu belajar.

Menurut Howley (dalam Prayitno, 1989:4) menyarankan agar guru sebanyak mungkin mempergunakan waktunya dalam mengajar untuk memotivasi siswa-siswanya. Menurut Coleman (dalam Prayitno, 1989:5) konsep memotivasi siswa adalah konsep mendorong (push) dan konsep menarik (full). Dalam mendorong (push), agar keinginan yang potensial benar-benar menjadi tampil dalam bentuk tingkah laku, maka guru harus membangun self-motivation.

Sedangkan usaha menarik (full), agar keinginan siswa muncul dalam belajar, maka guru harus melakukan penghargaan eksternal, seperti hadiah, pujian, atau nilai-nilai. Jadi, guru memotivasi siswa berarti guru memberikan semangat atau dorongan kepada siswa dalam proses pembelajaran agar siswa menjadi aktif dalam mengikuti pelajaran yang diberikan oleh guru.

E.     Unsur-unsur Masyarakat

Berdasarkan artikel yang berjudul Unsur dan Kriteria Masyarakat dalam Kehidupan Sosial antara Manusia (2008:1) mengatakan bahwa unsur-unsur dari masyarakat itu sebagai berikut.

1.      Beranggotakan minimal dua orang,

2.      Anggotanya sadar sebagai satu kesatuan,

3.      Berhubungan dalam waktu yang cukup lama yang mengahsilkan manusia baru yang saling berkomunikasi dan membuat aturan-aturan hubungan antara anggota masyarakat, dan

4.      Menjadi sistem hidup bersama yang menimbulkan kebudayaan serta keterkaitan satu sama lain sebagai anggota masyarakat.

F.     Ciri-ciri Masyarakat

Berdasarkan artikel yang berjudul Unsur dan Kriteria Masyarakat dalam Kehidupan Sosial antara Manusia (2008:1) mengatakan bahwa cirri-ciri dari masyarakat itu sebagai berikut.

1.      Ada sistem tindakan utama,

2.      Saling setia pada sistem tindakan utama,

3.      Mampu bertahan lebih dari masa hidup seorang hidup, dan

4.      sebagian atau seluruh anggota baru didapat dari kelahiran/reproduksi manusia.

G.    Filosofi Pendidikan

Berdasarkan artikel yang berjudul Jenis-jenis Peran Serta Masyarakat dalam Pendidikan (2009:2) mengatakan bahwa filosofi dari pendidikan itu sebagai berikut.

1.      Pendidikan dasar

Pendidikan dasar merupakan jenjang pendidikan awal selama 9 (sembilan) tahun pertama masa sekolah anak-anak yang melandasi jenjang pendidikan menengah.

2.      Pendidikan menengah

Pendidikan menengah merupakan jenjang pendidikan lanjutan pendidikan dasar.

3.      Pendidikan tinggi

Pendidikan tinggi merupakan jenjang pendidikan setelah pendidikan menengah yang mencakup program sarjana, magister, doktor, dan spesialis yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi.

H.    Jalur Pendidikan

Berdasarkan artikel yang berjudul Jenis-jenis Peran Serta Masyarakat dalam Pendidikan (2009:2) mengatakan bahwa jalur dari pendidikan itu sebagai berikut.

1.      Pendidikan formal

Pendidikan formal merupakan pendidikan yang diselenggarakan di sekolah-sekolah pada umumnya. Jalur pendidikan ini mempunyai jenjang pendidikan yang jelas, mulai dari pendidikan dasar, pendidikan menengah, sampai pendidikan tinggi.

2.      Pendidikan non formal

Pendidikan non formal paling banyak terdapat pada usia dini, serta pendidikan dasar, Taman Pendidikan Al Quran yang terdapat disetiap mesjid dan sekolah minggu yang terdapat disemua gereja.

4.      Pendidikan informal

Pendidikan informal merupakan jalur pendidikan keluarga dan lingkungan berbentuk kegiatan belajar secara mandiri yang dilakukan secara sadar dan bertanggungjawab.


BAB III

PEMBAHASAN

A.    Akibat Kurangnya Motivasi Masyarakat dalam Pendidikan Anak

Berdasarkan pemahaman dari pendapat-pendapat yang dikemukakan oleh para ahli tentang motivasi, masyarakat, dan pendidikan, sangat mempunyai hubungan yang erat. Dalam pendidikan anak itu sangat diperlukan pendekatan suatu sistem, sehingga pendidikan dilihat secara menyeluruh dan tidak lagi parsial atau pragmatis. Sistem itu memperoleh input dari masyarakat yang meliputi, keluarga, sekolah, dan lingkungan sekitarnya.

Dan sistem ini nantinya akan memberikan output bagi masyarakat dan lingkungan tersebut. Namun, kalau dilihat masih banyak anak-anak bangsa ini yang tidak mendapatkan peluang untuk menikmati pendidikan. Hal ini disebabkan oleh kurangnya motivasi masyarakat dalam pendidikan anak tersebut. Dan motivasi itu tidak timbul dari masyarakat karena banyak faktor yang menjadi penghambat.

1.      Lingkungan keluarga

Pada lingkungan keluarga misalnya, orang tua sering beranggapan bahwa pendidikan anak itu adalah tanggungjawab sekolah. Dengan demikian, orang tua merasa tidak penting dalam menentukan kualitas bangsa ini lewat mendidik dan memajukan anak-anak mereka sendiri. Dalam hal ini, mereka tidak memahami bagaimana menjadi orang tua yang cerdas terhadap anak-anak mereka sendiri. Selain itu, orang tua tidak memperhatikan mengapa dan bagaimana anak dalam pertumbuhan dan perkembangannya. Dengan kurang memperhatikan hal itu, pertumbuhan dan perkembangan anak telah membuat jutaan orang tua di dunia ini salah mendidik anak.

Sebagai akibat dari orang tua yang tidak memperhatikan pendidikan anaknya karena hal lain yang kadang kala penuh kepalsuan, anak kurang merasa perhatian, maka anak akan menjadi gelisah dan kurang puas. Setelah itu, orang tua akan dituntut peran dan tanggungjawabnya. Anak selalu butuh kualitas perhatian orang tua melalui kehangatan hubungan mereka. Ini penyebab dari tipe individual dan anti sosial anak. Maka, setelah dewasa anak tidak akan dapat berintekrasi dengan lingkungannya, apalagi untuk mengembangkan potensi dirinya. Karena dari kecil anak tidak terbiasa dibekali dengan pendidikan.

2.      Lingkungan sekolah

Ketika anak berada pada lingkungan sekolah, sering juga kemampuan dan skill anak tidak tergali. Anak memiliki potensi, tetapi kenapa tidak dapat dibuktikan oleh anak. Ini meruapak suatu hal yang kurang diperhatikan dalam sistem pendidikan. Hal ini sering menjadi permasalahan bagi guru, karena mereka tidak berhasil dalam mendidik anak. Guru tidak sanggup memotivasi anak supaya terpancing untuk mengembangkan potensi yang terpendam dalam diri anak tersebut.

Hal ini disebabkan oleh sejumlah guru yang merasa bahwa tugas mereka sebagai guru hanyalah mengajar saja. Tetapi, mereka tidak berpikir bahwa tugas mereka sebagai guru itu adalah menimbulkan minat siswa terhadap apa yang mereka ajarkan. Guru-guru seperti ini menghabiskan waktu mereka di dalam kelas semata-mata hanya sekedar menuangkan materi pelajaran kepada siswa.

Disini mereka tidak peduli apakah materi yang mereka ajarkan atau terangkan itu diterima oleh siswa untuk dijadikan sebagai miliknya atau tidak. Mereka tidak memperhatikan apakah materi yang mereka ajarkan bermanfaat dan mempengaruhi tingkah laku atau perkembangan siswa ke arah yang positif. Guru-guru seperti ini tidak menyadari bahwa siswa-siswa yang tidak berminat tidaklah akan menerima pelajaran dengan baik. Situasi seperti ini sama halnya dengan pendapat yang dikemukakan oleh Marx dan Tombouch (dalam Prayitno, 1989:2) seperti membimbing kuda ke air. Guru memang membimbing siswa dalam belajar, namun tidak dapat menjadikan siswa menguasai apa yang dipelajarinya.

Menurut Thomas (dalam Prayitno, 1989:3) sebagai akibat kurangnya motivasi guru terhadap pendidikan anak, maka anak tidak akan berminat terhadap apa yang diajarkan oleh guru. Namun, dia diharuskan untuk mempelajarinya maka di dalam diri anak akan timbul perasaan benci terhadap pelajaran itu. Bahkan, untuk selanjutnya mereka tidak akan pernah mempelajarinya. Di dalam kelas anak sering mengatakan “Saya tidak mampu belajar bahasa Indonesia” atau “Saya tidak senang belajar bahasa Inggris”.

Jika kita teliti masalahnya bukan karena mata pelajaran di atas sukar atau memang tidak menyenangkan, tetapi agaknya kedua guru mata pelajaran itu tidak mempergunakan strategi yang cukup ampuh. Sehingga siswa tidak termotivasi dan tertarik untuk mempelajarinya. Bahkan merasakan mata pelajaran itu menjadi menyiksa. Kemudian, akibat lain tidak termotivasinya anak, maka akan menimbulkan prilaku menyimpang. Mereka akan bertingkah laku yang menyebabkan permasalahan disiplin kelas.

3.      Lingkungan Sekitarnya

Masyarakat dalam lingkungan anak tidak dapat disamakan, apalagi pola pikirnya, ini sangat jauh berbeda satu sama lainnya. Masyarakat yang mempunyai pengetahuan kurang terspesialisasi dan sedikit keterampilan (masyarakat sederhana), mereka merasa tidak perlu untuk mendidik anak melalui pendidikan formal seperti sekolah. Sebagai gantinya anak-anak mereka memperoleh warisan budaya dengan mengamati dan meniru orang dewasa. Mereka melakukan kegiatan seperti, upacara, berburu, pertanian, dan panen.

Sebagai akibatnya dari lingkungan sekitarnya, anak-anak tidak mempunyai pengetahuan yang terspesialisasi dan sedikit keterampilan. Mereka juga akan sering gagal dalam mengkomunikasikan keterampilan yang dimilikinya secara efektif. Karena masyarakat sederhana tidak mempunyai orang yang khusus berfungsi mengajar. Anak-anak dari masyarakat sederhana hanya bisa mengikuti kepada kebiasaan masyarakat disekitarnya. Karena guru-guru dalam masyarakat langsung mempraktikkan apa yang mereka ajarkan. Oleh karena itu, anak-anak akan sulit mendapatkan keterampilan yang berbau Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) seperti masyarakat moderen.

B.     Tindak Lanjut Motivator Pendidikan untuk Mengatasi Kurangnya Motivasi Masyarakat dalam Pendidikan Anak

Merangkai sederetan penderitaan masyarakat, memang tidak akan pernah selesai, malah akan memperpanjang daftar masalah (list problem) bangsa ini. Namun, kepedulian terhadap realitas kebangsaan, terutama mengenai keterpurukan dunia pendidikan. Hal ini setidaknya akan menimbulkan kesadaran bagi semua elemen bangsa, bahwa betapa agenda kebangsaan terakbar saat ini lokusnya terletak pada dunia pendidikan. Selanjutnya dengan modal kesadaran ini, semua elemen bangsa seharusnya mulai lebih serius untuk memberikan motivasi terhadap pendidikan anak. Berikut ini akan dijelaskan bebrapa tindak lanjut dari motivator pendidikan dalam memotivasi pendidikan anak.

1.      Lingkungan keluarga

Selama ini kebanyakan keluarga beranggapan bahwa pendidikan merupakan tanggungjawab dari sekolah. Tetapi, pendidikan anak dalam era global ini sangat membutuhkan bantuan motivasi dari keluarga. Berdasarkan artikel yang yang berjudul Mengoptimalkan Pendidikan di Rumah (2009:1) orang tua perlu memahami eksistensi anak dalam keluarga tentang pendidikan anak sebagai berikut.

1)      Orang tua memahami eksistensi perkembangan anak. Orang tua juga punya peran besar dalam pengembangan pendidikan agama dan moral anak.

2)      Orang tua mengukir kepribadian anak dan bagaimana gambaran mereka kelak. Orang tua membentuk emosi positif anak, karena memperlihatkan kepeduliannya dalam mendidik anaknya.

3)      Orang tua membina motivasi dan prestasi belajar anak. Memberikan motivasi agar dapat tumbuh dalam suasana yang bebas, merdeka, tanpa ketegangan dan tuntutan yang berlebihan, anak perlu merasa dihargai serta diterima apa adanya.

4)      Orang tua memusatkan konsentrasi anak dalam belajar dengan memberikan motivasi.

2.      Lingkungan sekolah

Sebenarnya tujuan jangka panjang dalam membangun dan mengembangkan motivasi siswa dalam belajar adalah terbentuknya motivasi dari did sendiri (self-motivation). Menurut Marx dan Tombouch (dalam Prayitno, 1989:4) bahwa pada dasarnya di dalam diri setiap anak ada keinginan yang kuat untuk belajar yang bersifat alami. Guru tinggal mengembangkan atau memupuknya sehingga keinginan belajar terealisasi dalam bentuk prestasi yang maksimal. Pendidik harus mengahayati dan menerapkan tekni-teknik untuk membangkitkan dan meningkatkan motivasi siswa dalam belajar. Pembimbing juga harus memahami kepribadian siswa agar nantinya tepat dalam memilih prinsip-prinsip dan tekni-teknik yang akan dipakai dalam memotivasi siswa.

3.      Lingkungan sekitarnya

Para ahli behavioristik, Skinner (dalam Prayitno, 1989:5) mengemukakan bahwa motivasi siswa sangat ditentukan oleh lingkungannya. Oleh karena itu, siswa akan termotivasi dalam belajar jika lingkungan belajar dapat memberikan rangsangan sehingga siswa tertarik untuk belajar. Dalam memberikan motivasi tentu membutuhkan suatu keterampilan dan waktu yang cukup lama, apalagi dalam lingkungan masyarakat sederhana. Tetapi, perubahan pola piker mereka harus mereka ubah sehingga tidak berbeda dengan masyarakat moderen.

Berdasarkan artikel yang berjudul Pendidikan dalam Masyarakat Sederhana (1989:57) harus mengadakan lembaga pendidikan (sekolah) dalam mendidik anak mereka dengan  alas an sebagai berikut.

1)      Perkembangan agama dan kebutuhan untuk mendidik moral anak,

2)      Pertumbuhan dari dalam (lingkungan masyarakat itu sendiri) atau pengaruh dari luar,

3)      Pembagian kerja dalam masyarakat yang menuntut keterampilan dan teknik khusus,

4)      Konflik dalam masyarakat yang mengancam nilai-nilai tradisional dan akhirnya menuntut pendidikan.

BAB IV

PENUTUP

 A.    Simpulan

Berdasarkan rumusan masalah tentang akibat kurangnya motivasi masyarakat dalam pendidikan anak dan tindak lanjut motivator untuk mengatasi hal tersebut dapat di ambil kesimpulan sebagai berikut.

1.      Dalam lingkungan keluarga, anak tidak akan dapat berintekrasi dengan lingkungannya, apalagi untuk mengembangkan potensi dirinya. Tindak lanjut yang dapat di ambil oleh motivator untuk mengatasi hal tersebut seperti, memahami eksistensi perkembangan anak, mengukir kepribadian anak, dan membina motivasi serta prestasi belajar anak.

2.      Dalam lingkungan sekolah, anak tidak akan berminat terhadap apa yang diajarkan oleh guru dan akan menimbulkan prilaku menyimpang dalam diri anak. Tindakan yang dapat di ambil oleh motivator untuk mengatasi hal tersebut adalah pendidik harus menghayati dan menerapkan teknik-teknik untuk membangkitkan dan meningkatkan motivasi anak dalam belajar.

Dalam lingkungan sekitarnya, anak tidak mempunyai pengetahuan yang terspesialisasi, memiliki sedikit keterampilan dan sering gagal untuk mengkomunikasikannya secara efektif. Langkah-langkah yang dapat dilakukan oleh motivator untuk mengatasi hal ini misalnya, memberikan rangsangan sehingga anak tertarik untuk belajar, dan merubah pola piker masyarakat kea rah yang lebih maju.

B.     Saran

Setelah memahami tentang kurangnya motivasi masyarakat dalam pendidikan anak, hendaknya pembaca dapat meningkatkan apresiasi terhadap profil pendidikan. Dalam mengatasi segala problem-problem dibidang pendidikan anak, diharapkan pihak pemerintah dan pihak yang terkait serta masyarakat bekerjasama untuk menylesaikannya. Hal ini perlu disadari dan dilakukan oleh semua pihak demi tercapainya tujuan dari pendidikan untuk mencerdaskan bangsa ini.

 

DAFTAR PUSTAKA

Prayitno, Elida. 1989. Motivasi Dalam Belajar. Jakarta: Depdikbud.

Dewi, Kurmala. 2008. Profesi Kependidikan. Makalah. Jurusan Bahasa Inggris STKIP PGRI Sumatera Barat.

Marjohan. 2009. Mengoptimalkan Pendidikan di Rumah. http://www.wikimu.com/News/Print.aspx?id=15558. Diunduh  23 Desember 2010.

Chumaedy, Ahmad. 1989. Masyarakat Sederhana. http://semangatbelajar.com/tag/mandiri. Diunduh  23 Desember 2010.

Waspodo, Hick. 2009. Jenis-jenis Peran Serta Masyarakat dalam Pendidikan. http://www.skbbarru.com/?p=293. Diunduh  23 Desember 2010.

annen. 2008. Unsur dan Kriteria Masyarakat dalam Kehidupan Sosial antara Manusia. http://www.skbbarru.com/?p=293. Diunduh  23 Desember 2010.

 

MY FINAL PROJECT

TEACHING SPEAKING BY USING RIDICULE STRATEGY

AT JUNIOR HIGH SCHOOL

ABSTRACT

Salah satu keahlian yang harus diajarkan dalam mata pelajaran bahasa Inggris adalah speaking (berbicara). Pengajaran speaking diharapkan dapat menjadikan siswa-siswa mampu mengekspresikan ide-ide mereka secara lisan supaya mampu untuk berkomunikasi dengan baik. Ridicule strategy merupakan salah satu strategi pengajaran speaking yang digunakan dalam proses belajar mengajar.

Strategi pengajaran ini dilakukan dengan menggunakan media yang ridicule (lucu) dan meminta siswa untuk melakukan diskusi dikelas yang akan membahas tentang sebuah topik terkini serta bagaimana mereka memberikan opini tentang topik tersebut. Dalam diskusi ini, seluruh kelompok akan berbicara menyampaikan informasi yang mereka dapat yang nanti nya akan di sampaikan kepada kelompok lain. Adanya kesempatan untuk merevisi informasi yang telah disampaikan juga merupakan bagian dari strategi sehingga mahasiswa tidak pasif dalam berbicara  karena takut salah menyampaikan informasi. Dalam hal ini, partisipasi dari semua kelompok sangat diperlukan dengan memberikan opini mereka sebagai pendukung informasi yang mereka dapat dan guru mengontrol setiap kegiatan yang dilakukan siswa selama diskusi berlangsung. Disamping itu, guru juga dapat membantu jika siswa-siswa tersebut mendapat kesulitan sehingga diskusi berjalan lancar. Dari proses pengaplikasian strategi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kemampuan bicara siswa dan juga menjadikan siswa lebih kreatif dan aktif dalam bahasa Inggris.

 

ACKNOWLEDGMENT

Praise to Allah SWT, that finally this paper been completed by now the writing of this paper involves the work and helps many people to whom the writer is grateful.

Then, the writer would like to express her sincere gratitude to all the lecturer of English Department, especially to Nanik Sulastri, S.Pd as the writer’s advisor who has guided the writer in this paper. Without her guidance, suggestion, and advice, the writer would have never been able to complete this project.

The writer deepest thank is also extended to the head and the secretary of English Department of Teaching Training and Education (STKIP) PGRI West Sumatera, Dra. Yelfiza, M.Pd and Afridelfi, S.Pd who facilitate during study.

Next, all of this gratitude must also go to member of my family. My father and my mother who have been of encouraged for me in finishing this paper, sisters and brothers and also of my friends. Finally, the writer hopes this paper will be useful for the other readers.

 

TABLE OF CONTENT

ABSTRACT————————————————– i

ACKNOWLEDGMENT————————————————–   ii

TABLE OF CONTENT————————————————–   iii

CHAPTER I INTRODUCTION

A. Background of the Problem————————————-   1

B. Limitation of the Problem—————————————   3

C. Formulation of the Problem————————————–   3

D. Significance of the Paper—————————————-   3

CHAPTHER II REVIEW OF RELATED LITERATURE

A. Concept of Speaking——————————————–   5

1. Nature of Speaking——————————————–   5

2. Teaching Speaking——————————————–   6

3. Components of Speaking————————————–   10

4. Purposes of Speaking——————————————   13

B. Ridicule Strategy————————————————   14

1. Definition of Ridicule Strategy——————————-   14

2. Teaching Procedures of Ridicule Strategy——————–   16

3. Advantage of Ridicule Strategy——————————   19

CHAPTER III DISCUSSION

A. Preparation——————————————————-   21

B. Application of Ridicule Strategy——————————–   22

1. Pre Teaching Activities—————————————-   22

2. Whilst Teaching Activities————————————   25

3. Post Teaching Activities—————————————   29

CHAPTER IV CONCLUSION AND SUGGESTION

A. Conclusion——————————————————-   35

B. Suggestion——————————————————-   36

REFERENCE

 

CHAPTER I
INTRODUCTION

A.    Background of the Problem

In Indonesia, English is as a foreign language. It is one compulsory subject that must be learned at school, starting from Elementary school to University level.  “Based on the Government Regulation No. 19, 2005 in education, English language has been taught by all of levels starting from Elementary school until University level”. The curriculum in our educational institution is School-Based Curriculum (SBC). In this curriculum, especially English language, there are four skills that should be taught to the students. They are speaking, listening, reading, and writing. Based on the curriculum at Junior High School, student’s English communication skill is helped by speaking skill to encounter the science and technology development and compete in era globalization.

Then, in teaching speaking, the teacher can use media and speaking active. The teacher should think appropriate media that make students enjoyable and happiness. For example, the teacher can use videos about conversation or song. Through speaking active, the teacher can use class discussion. This way will make interaction or practice between the speaker and listener and this speaking activity is fluent if they understand each other.

However, the process of teaching speaking in the classroom is not an easy job. When teaching English for several months in MTs N Lubuksikaping, the writer found that some students had difficulty to speak English well. This case could be seen when the teacher spoke English to the students and then they only keep silent and could not give response to the teacher. There were some factors that might influence students’ speaking ability become low such as lack vocabulary, lack background knowledge about the topic, lack of linguistic competence and scare when doing a mistake. Thus, the students did not have interest in studying English especially speaking. It could be seen that the students felt shy when the teacher ask them to speak English. Sometimes, they made noise during teaching and learning process.

After that, the next factor was from the teachers’ strategy in teaching and learning process. Teacher taught of speaking to the students by using monotonous strategy like pair dialogues. Teaching learning process in the school was less varies, because teaching learning process was only dominated by the teacher. In the beginning of the study, the teacher explains the lesson, and then gave the students pair dialogue and assignment or exercise. In the end of the learning, teacher gave homework to the students, and this case takes place continually. But,

Last, the teacher should help students to overcome these problems. The teacher should think of some strategies in teaching speaking to help students and make teaching learning process become enjoyable, interesting, and guide students to improve their speaking. There are some strategies that can use by the teacher in teaching speaking. The strategies are criticizing, bandwagoning, echoing, giving exceptions, examining in detail, ridicule, and getting to the basics (Rivers, 2000: 205). From those strategies the writer is choose to use ridicule strategy in teaching speaking because this strategy may develop of students’ speaking skill.

B.     Limitation of the Problem

As state above, there are many strategies in teaching speaking to help the students to develop their speaking skill and students can get the opportunity to give their opinion based on the situation given. But, the writer only focuses on teaching speaking by using ridicule strategy at seventh grade of Junior High School.

C.      Formulation of the Problem

Based on the background and limitation of the problem, the writer formulates this paper into “How to teach speaking by using ridicule strategy at the seventh grade of Junior High School?”

D.      Significance of the Paper

The significance of this paper is for student, teacher, reader, and writer. Firstly, it can improve students’ motivation in learning process; the student can make social interaction; and it is used by the student to enhance the quality of his or her learning. Secondly, the writer hopes  that this paper will help the teacher makes a pleasant and supportive classroom atmosphere; makes a cohesive learner group; and it will make a good teacher behavior. Thirdly, it can add knowledge to reader about a good strategy in teaching speaking, reader will know the goal of teaching by using ridicule strategy, and reader can cheat and apply this strategy.  Finally, the writer hopes also this paper will give advantage to writer itself like to work seriously by using ridicule strategy; it will make a class presentation on a ridicule; and makes a ridicule with a creative speaking assignment.

 

CHAPTER II

REVIEW OF RELATED LITERATURE

A.     Concept of Speaking

1.      Nature of Speaking

Speaking as a means of communication is the process transmitting as message person to other person. Related the words in speaking practice, the students at any level are able to ask and to answer the question in English. In other word, speaking is used to send information, news, ideas, and opinion.

According to Jones in Richard (1996: 12) “In speaking we tend to be getting something done, exploring ideas, working out some aspect of the world, or simply being together. It means that speaking is getting something done, expressing ideas, opinions, or feelings to others by using words or sounds of articulation in order to inform, to persuade, and to entertain that can be learn through teaching and learning process. However, Nunan (2003: 48) speaking is the productive aural/oral skill. It consists of producing systematic verbal utterances to convey meaning. In other word, speaking is explained by speaker the meaning of a word or sentence with orally.

Furthermore, Luoma (2004: 9) states that speaking as interaction, and speaking as a social and situation-based activity. All these perspectives see speaking as an integral part of people’s daily lives. In order word, speaking as social interaction which happens in ours believes. Meanwhile, Chaney in Kayi (2006: 1) states that speaking is the process of building and sharing meaning through the use of verbal and non-verbal symbols, in a variety of contexts. Speaking is a crucial part of second language learning and teaching. It means that, speaking is the most important to make of a meaning in learning-teaching process by using verbal and non verbal symbols.

In addition, Wehmeier (2007: 1467) says that speaking is defined as to talk or conversation to somebody about something. In other word, speaking is discussed by someone to other people about a subject. Last, Ali (2011: 1) says that speaking is a productive skill which requires a lot of back-up factors like knowledge, confidence, self esteem, and enthusiasm. Speaking a second language, particularly, brings about its own prerequisites: exposure, consolidation, motivation as well as acknowledgement. In order word, speaking is developing a productive skill which influences some of factors like knowledge, confidence, self esteem, and enthusiasm.

Based on that definition, it can be concluded that speaking is the conversation activity of someone to other to be getting something done, exploring ideas, working out some aspect of the world, or simply being together. Furthermore, speaking as interaction, social and situation-based activity, and the process of building and sharing meaning with aural/oral skill through the use of verbal and non-verbal symbols, in a variety of contexts which requires a lot of back-up factors like knowledge, confidence, self esteem, and enthusiasm.

  1. 2.      Teaching Speaking

Teaching speaking is important in language learning. Teacher need to encourage students’ participation by making experience interesting and motivating. And also the teacher should support the students to practice English as a habit in order to make their English speaking ability can use to interact with other in daily life.

According to Tanner and Green (1998: 1) one way to teach of this speaking is distinguishing your classroom from other classrooms in your school by arranging the classroom desks differently, in groups instead of lines or by decorating the walls in English language and culture posters. From day one teach your students classroom language and keep on teaching it and encourage your students to ask for things and to ask questions in English. Giving positive feedback also helps to encourage and relax shy students to speak more. Another way to get students motivated to speak more is to allocate a percentage of their final grade to speaking skills and let the students know they are being assessed continually on their speaking practice in class throughout the term. It means that teacher was taught of speaking skill by arranging the classroom desks, decorating the walls in English language, ask questions in English. The students’ motivation can make trough giving positive feedback and allocates a percentage of student’s final grade to speaking skill.

However, Nunan (2003: 49) states that for many years’ people taught speaking by having students repeat sentences and recite memorized dialogues. Audio-lingual repetition drills were designed to familiarize students with the sounds and structural pattern of the target language. People supposedly learned to speak by practicing grammatical structures and then later using them in conversation. So, an audio-lingual speaking lesson might involve an interaction. In order word, speaking is taught by teacher through audio-lingual repetition. In this case, the students were learned to speak by using conversation.

Furthermore, Zakharova (2004: 1) states that the students are commonly taught to speak by having games or activities based on an information gap. The classic information gap exercise has students work in pairs. Each student is given a picture that is slightly different. Through descriptions and without showing the picture to each other the students are expected to communicate to solve the problem of identifying a certain number of differences. Other information gap activities may be to have students read different stories on related issues and have them tell what they remember to their partners. At lower levels students may simply repeat after the teacher or the tape. At higher levels the students may engage in debates on controversial subjects. In other word, the teacher was taught of speaking by giving games or activities based on an information gap and a picture that is slightly different.

Meanwhile, Kayi (2006: 1) suggests that the teachers teach the students to speak in Second Language by interacting. It can be done when the students collaborate in group to achieve a goal or to complex a task. By using this classroom, the students will have opportunity to communicate with other in target language. It means that when the teaching speaking the teacher was used classroom discussion so the students can be done in their group.

In addition, Harmer (2007: 57) there are three main reasons for makes students to speak in the classroom. Firstly, speaking activities provide rehearsal opportunities chances to practice real-life speaking in the safety of the classroom. It means that the teacher provides rehearsal for students to speak in the classroom. Secondly, speaking tasks in which students try to use any or all of the languages they know provide feedback for both teacher and students. In other word, the speaking task is given by teacher to students in use of their language. Finally, the more students have opportunities to activate the various elements of language. They have stored in their brains, the more automatic their use of these elements become. As a result, students gradually become autonomous language users. In order word, the teacher had given the rehearsal and speaking task to students so the language is used by students because they have opportunity to remember the various elements of language.

Based on the explanation above, the writer can conclude that teaching speaking makes the students to speak by interacting in the classroom. In order to speak or interact in English, the students should repeat sentences and recite memorized dialogues. The other way makes students’ interaction by giving games or activities based on information gap and picture that is slightly different. Last, students’ motivation in teaching speaking is made by teacher with arranging the classroom desks, decorating the walls in English language, ask questions in English, giving positive feedback to students and allocates a percentage of student’s final grade to speaking skill.

Then, in teaching speaking the teacher can use of transactional text. This text is used by the teacher because it can involve the students’ interaction with other. There are several topics of transactional text such as introduction, command, prohibition, thanking, apologize, and politeness. However, the teacher chooses a topic about command. In teaching this topic the teacher gives some expressions of command to students. The expressions of that command like brush your teeth, open your mouth, come here, raise your hand, etc. So, in teaching of this text, the teacher introduces the expressions used in the text.

  1. 3.                Components of Speaking

Actually, speaking has several components. According to Brown (1994: 1) there are three components of speaking skill. They are as follows:

a)      Preparation: show the learners a picture of two people conversing in a familiar casual setting. It means that the teacher asks the learners to brainstorm what the people might be discussing. For example, the learners discuss about the topic and vocabulary.

b)      Presentation: present several video clips of small talk in casual situations. After learners complete a worksheet in which they describe or list the topics discussed, the students discuss about the topic and typical phrase in small talk.

c)      Practice: give learners specific information about the participants and the setting of a scenario where small talk will take often used speaking activities in language classroom; a teacher can select activities from a variety of tasks.

It means that, the components of speaking like preparation that gives brainstorm to the people related topic discussion. Then, present some of videos as complete a worksheet. After that, teacher asks the learners to practice in classroom in small talk.

Meanwhile, Syakur in Mora (2010: 2) state that there are five components of speaking skill. They are as follows:

  1. Pronunciation

Pronunciation is the way for students’ to produce clearer language when they speak. It deals with the phonological process that refers to the component of a grammar made up of the elements and principles that determine how sounds vary and pattern in a language. There are two features of pronunciation; phonemes and supra segmental features. A speaker who constantly mispronounces a range of phonemes can be extremely difficult for a speaker from another language community to understand. In other word, pronunciation is a way for someone in appropriate utterance and how sounds vary and pattern in a language.

  1. Grammar

It is needed for students to arrange a correct sentence in conversation. The students’ ability to manipulate structure and to distinguish appropriate grammatical form in appropriate ones. The utility of grammar is also to learn the correct way to gain expertise in a language in oral and written form. It means that, grammar is the structure of a correct sentence in oral and written form.

c.         Vocabulary

One cannot communicative effectively or express their ideas both oral and written form if they do not have sufficient vocabulary. Without grammar very little can be conveyed, without vocabulary nothing can be conveyed. In other word, vocabulary means the appropriate diction which is used in communication.

  1. Fluency

Fluency can be defined as the ability to speak fluently and accurately. Fluency in speaking is the aim of many language learners. Signs of fluency include a reasonably fast speed of speaking and only a small number of pauses and “ums” or “ers”. These signs indicate that the speaker does not have spend a lot of time searching for the language items needed to express the message. So, it is a speakers’ skill in the speed of speaking and he does not spend a lot of time to convey his idea.

  1. Comprehension

It is a subject to respond to speech as well as to initiate it. When someone speaks with other he/she has to comprehend the messages that are produced by his/her interlocutor, but they have to know that the interlocutor to tell him/her. In order word, take of a point about message and it used to response of interlocutor.

In other words, first, pronunciation is the way for students’ to produce clearer language when they speak. Second, grammar is arranging a correct sentence in conversation, and it is also to learn the correct way to gain expertise in a language in oral and written form. Then, vocabulary is the words that used to their ideas both oral and written form. After that, fluency is the ability to speak fluently and accurately. Finally, comprehension is a subject to respond to speech as well as to initiate it.

Based on the theories above, the writer concludes there are some of components of speaking. Those components were used to make students comprehend in speaking in the classroom. In achievement of comprehend, the teacher should make students’ assessment in small talk.

  1. 4.      Purposes of Speaking

Actually, there are many purposes of speaking, as follows:

  1. To express something

Sasson (2010: 1) says that speak to express and share feelings, ideas, and opinions. Speak to describe (e.g., a person or place) and to narrate (e.g., an incident from own experience). Speak to explain, report, and inform (e.g., give multi-step directions and instructions in accurate sequence; give reports and presentations). It means that, a speaker is conveying the meaning of his idea, opinion, or feeling.

  1. To meet interpersonal purposes

Nunan (1993: 1) declare that when a speaker speaks in any conversation, he or she will try to concern with socialization. One wants to meet some interpersonal purposes through the conversation. He or she wants to establish and maintain social relationship with others. Hence, it is obviously the case that a great deal of everyday human interaction is characterized by interpersonal communication. This is in line with the fact that speaking is the most importance form of communication. It makes a social-interaction between speaker and interlocutor.

  1. To meet transactional purpose

If speaker pays more attention to the efficient transfer information in conversations, it indicates that they want to meet some transactional purpose. Nunan (1993: 1) states that language used in such a situation are a primary message oriented. The importance thing is the reception of correct information details in the conversation. It means that, a language is used by the speaker to transfer of information to interlocutor.

In conclusion, in speaking someone has several skills in order to make the listener understand what the speaker’s say. In this case, the speaker should know the purposes of speaking like to express something. It is speak to express and share feelings, ideas, and opinions. Then, purpose of speaking like to meet interpersonal purposes. It means that, a speakers’ will try to concern with socialization when he/she speaks in any conversation. The last purpose like to meet transactional purpose. It means a speaker pays more attention to the efficient transfer information in conversation because the language used in such a situation is a primary message oriented.

B. Ridicule Strategy

     1. Definition of Ridicule Strategy

There are some experts says that the definition of ridicule. According to Gantar (2005: 71) ridicule was a common rhetorical strategy; it did not play a prominent role in critical discussions until its morality was questioned. Etymologically, the word ridicule derives from the Latin verb ridere (to laugh) and is usually defined as the deliberate exposure of an issue or a person to laughter. In other words, to ridicule is to make something diverse or be worthy of laughter.

Then, Hobbes (2007: 3) states that ridicule was a communication strategy use of a laughter or humor in the conversation, drama and buffoonery script. It makes someone enjoyable and happiness. It means that ridicule was a strategy in communicate of someone to other by using humor so he or she enjoyable.

Furthermore, Billig (2011: 75) states that ridicule was a weapon to be used against the sort of dangerous religious enthusiasm that threatened liberty. Unreasonable enthusiasm is preserved by ‘solemn sadness’ and threatened by ridicule. Then, ridicule involves the sort of unpleasant feelings that Hobbes had described and that seemed so inimical to good-hearted, tasteful conversation and functions of ridicule for promoting social congruity. It means that ridicule was a weapon used by someone so inimical to good-hearted of unpleasant feelings.

Moreover, Brown in Billig (2011: 81) states that ridicule was a device of rhetoric. Like other rhetorical devices, it could be used to befriend either truth or falsehood. He was arguing against the idea that ridicule as practiced in gentlemanly conversation, was the way to discover truth. In order word, ridicule is rhetoric in discussion either truth falsehood. In addition, Rowman (2004: 31) states that ridicule is the hot poker of humor. It can be fun, it can be received, and it can make its creator look very clever. On the flip side, it can be misunderstood, with the consequence of making its author appear mean-spirited, or as another scenario, the instigator might be “upped” and made to look like a fool. It means that ridicule was a humor and it can be fun or misunderstood.

From the experts thought about the definition of ridicule strategy, the writer concludes that ridicule was a common rhetorical strategy; this strategy has structure in its application, and a person was exposure issue with use laughter. The other definition of ridicule was a tool to be used against the sort of dangerous religious enthusiasm that threatened liberty. Next, ridicule was a device of structure that used to befriend either truth or falsehood, and practice in drama or conversation.  Last definition of ridicule was the hot poker of humor that can be fun, received, and make its creator look very clever.

      2. Teaching Procedures of Ridicule Strategy

There are some of the teaching procedures of ridicule strategy to identify the variety of learning styles in the classroom, and some of measures can be taken to facilitate and encourage all types of learners. Consideration of the variety of learning styles highlights the need for order, structure, creativity, group work, and practical exercises. According to Klippel (1989: 3) there are six steps to teach of ridicule strategy, as follows:

a)      Make sure that your students understand the context of the chant. This may entail explaining necessary vocabulary items and cultural items.

b)      Give each line of the chant once or twice as needed. Ask your students to repeat in unison.

c)      Establish a rhythm by clapping. Repeat step 2 with a firm beat.

d)     Divide the class into the large groups. Using the beat you have established give the lines. The two groups of students alternately repeat the lines as they are given.

e)      Take the first part in the chant dialogue; ask the whole class to take the second part.

f)       Divide your class into two groups again and give the first part of the chant to group A and the second part to group B.

Moreover, Rivers (2000: 1) states that there are five steps to teach of ridicule strategy, as follows:

a)      Give the students a two-page reading related to a controversial issue. In this way, students will have a common background for discussion. Questions such as “What is culture?” provide a starting point for discussion at the beginning of a course.

b)      Divide the class into group of three or four.

c)      Rules: No one may speak a second time until everyone in the group has spoken once. There must be a pause of seven seconds between speakers. All speakers must refer in some way to what a previous speaker has said.

d)     Assign the role of facilitator to one student in each group. The facilitator ensures that the rules are not broken. (Rotate the facilitator every five minutes).

e)      After fifteen minutes, the class comes together. Someone from each group summarizes the group’s opinions.

In addition, Rhonda (2006: 1) says that there are eight steps to teach of ridicule strategy, as follows:

a)    Preparation: as adult students come from varied educational backgrounds, it is necessary to state clearly if there are any prerequisites for taking a course.

b)   Organization of content: learning is easier when content and procedures or skills to be learned are organized into meaningful sequences.

c)    Emotion: learning that involves the emotions and personal feelings, as well as the intellect, is influential and lasting.

d)   Participation: in order for learning to take place, a person must internalize the information.

e)    Feedback: learning is increased when individuals are periodically informed of progress in their learning.

f)    Reinforcement: learning motivated by success is rewarding, it builds confidence, and it will affect subsequent behavior in positive ways.

g)   Association: learners will learn and remember information better if they have many associations with it.

h)   Practice: provision should be made for frequent practice and repetition, often in different contexts, for long-term retention to be encouraged.

i)     Application: complete understanding has taken place only when the learner is able to apply or transfer the learning to new problems or situations.

Having compared to the experts above, the writer uses that the procedure of ridicule strategy by Klippel (1989: 3). The writer uses procedure because this procedure is easy to apply and understood by students at the seventh grade of Junior High School. It will increase the students’ ability in speaking without being afraid of getting mistake in giving opinion because this strategy will make the students have confidence to speak. The teacher will not find difficulties to ask students to speak because they have been basic in speak and it is interesting for them.

3. Advantage of Ridicule Strategy

In this paper, there are three experts that give opinion about advantage of ridicule strategy. According to James (1997: 59) there are several advantages of ridicule strategy, as follows:

  1. Ridicule expressed a new intellectual freedom and was a weapon for attacking guardians of the old order.
  2. Ridicule introduced a range of new discursive possibilities in religious debate
  3. Ridicule magnifies minor problems such as ambiguities within accounts or significant inconsistencies among various miracle narratives.

In order words, advantages of ridicule strategy such as to express a new intellectual freedom, to introduce a range of new discursive possibilities, and magnifies minor problems.

Furthermore, Mauger (2001: 1) states that there are several of advantages of ridicule strategy, as follows:

a)      act as a communication tool as well as provide an emotional bonding and a demonstration of supportiveness and acceptance

b)      enhance the therapeutic alliance by confirming parity between client and counselor

c)      help to reinterpret a distressing event and to distance the individual from the stressor thus providing a more realistic perspective on the problem

d)     serve to reinforce belief in new adaptive ways of thinking

e)      improve the physiological state

In other words, advantages of ridicule strategy like act as a communication tool, enhance the therapeutic alliance, reinterpret a distressing event and distance the individual, reinforce belief in new adaptive, and improve the physiological state.

In addition, Chlorine (2006: 1) states that there are three advantages of ridicule strategy, as follows:

a)      It must allow someone has sprit and personally responsible and for a meaningful portion of the work accomplished.

b)      A constructive believable critique of the work performed is crucial to a worker’s motivation to improve.

c)      It help shy someone become more confident to speak up

In order words, advantages of ridicule strategy such as make responsible, motivation, and help someone to work accomplished and speak up.

Based on the opinions above, the writer concludes that advantage of ridicule strategy is a communication tool or a weapon to reinforce belief and to communicate the problems and miracle narratives though confirm between teacher and student so that it can improve students’ physiology state.

 

 CHAPTER III

DISCUSSION

 In this chapter, the writer would like to discuss about preparation and application of ridicule strategy in teaching speaking at the seventh grade of Junior High School.

A.      Preparation

Preparation is very important for the teacher in teaching speaking process; as one preparing teaching material before teaching. It is very important to complete the topic, which will give to students. Making lesson plan should be done in order the teacher can reach the objective efficiently and effectively.

During the process of teaching speaking in the classroom, the language teacher may play some important roles. The roles are meaningful and helpful to language students. Some of linguistic outline the roles of language teacher in the speaking class. Among them, there are two suggestion of how language teacher should be in the speaking class.

In this step, the teacher should consider some factors before she or he comes to real the teaching. There is something she or he has to do for her or his teaching, as follows:

  1. Choosing familiar topic

The teacher should choose the familiar topic for the students at seventh grade of Junior High School so that students can reflect or what they know about it. Based on the curriculum, the topic of this grade is asking command.

  1. Time allocation

The teacher should concern the time for predicting activities like 15 minutes as pre-teaching, 50 minutes as whilst-teaching, and 25 minutes as post-teaching. So the time is enough for the students to do their task.

  1. Teaching goal

Teaching has to stage goal before come to the class. It is done in order to make teacher can recognize how far students can comprehend and understand the material.

B.       Application of Ridicule Strategy

There are some of activities in teaching procedure. They are pre-teaching, whilst-teaching, and post-teaching activities.

  1. Pre-teaching activities (15 minutes)

Pre-teaching activity is the activity which is done of the beginning of the class. It is done in order to give students background knowledge and to build their self confidence. This activity will be give some new information, stimulate curiously, and also increase student’s concentration. Then, pre-teaching activity can make the students understand or gain quickly what they are going to study.

There are several steps of pre-teaching activities. They are as the following:

a)      Teacher greets the students

Teacher: Good morning, students!

Students: Good morning, teacher!

Teacher: How are you today?

Students: I am fine, and you?

Teacher: I am very well. Thanks!

b)      Check students attendance

Teacher: Ok students, I will check your attendance list. If I said your name, please raise your hand!

Students: Ok, Mr.

c)      Determine students goal in speaking

After learning the command, I hope you can construct about it in daily life.

d)     The teacher reviews the expression will related with this discussion

Teacher: What did you learn last week?

Students: We were learn about asking and giving opinion

Teacher: Ok, what are the expressions of asking and giving opinion?

Students: Expressing Asking Opinion         Expressing Giving Opinion

What do you think of                    –  If you ask me,

₋   How do you fell about                 –  As far as I’m concerned

₋   What is your opinion                    –  I think

Teacher: Then, what are the responds of asking and giving opinion?

Students: Expressing Agreement                Expressing Disagreement

-    I agree,…….                                – I don’t agree with that

-    I think so too, …                           – I don’t think so

-    That’s how I feel                          – I don’t know about that

e)      Brainstorming

In this section, the teacher gives video song related to the topic

 If You are Happy and You Know It

If you’re happy and you know it, clap your hands!

If you’re happy and you know it, clap your hands!

If you’re happy and you know it,

Then your face will surely show it.

If you’re happy and you know it, clap your hands!
If you’re happy and you know it, stamp your feet!
If you’re happy and you know it, stamp your feet!
If you’re happy and you know it,
Then your face will surely show it.

If you’re happy and you know it, stamp your feet!

If you’re happy and you know it, shout Hooray!

If you’re happy and you know it, shout Hooray!

If you’re happy and you know it,

Then your face will surely show it.

If you’re happy and you know it, shout Hooray!

If you’re happy and you know it, do all three!

If you’re happy and you know it, do all three!

If you’re happy and you know it,

Then your face will surely show it.

If you’re happy and you know it, do all three!

Taken from: http://torokossik.blogspot.com/2012/03/19-video-classroom  actions.html

Teacher: Ok students, what do you think about that video?

Students: It is funny Mr.

Teacher: Good, It is funny. Any others opinion?

Students: That video tells about command, Sir.

Teacher: Yes, very good. So, that video tells about asking command.

Do you understand?

Students: Yes, Mr.

  1. Whilst-teaching activities (50 minutes)

a)   Teacher says the command from video  and asks students to cheat while practice of command

Teacher: Ok class, I want to say the command from that video. After that, I would like you to cheat while practice of that command. You get it!

Students: Yes, Sir.

Teacher: Ok, Andy. Clap your hands!

Andy    : Clap your hand!

Teacher: Ok, very good. Next, Ricky. Stamp your feet!

Ricky   : Stamp your feet!

Teacher: Right. Now, John. Shout hooray!

John    : Shout hooray!

Teacher: Yes. Last, Lucy. Do all three!

Lucy      : Clap your hands! Stamp your feet! Shout hooray! 

            Teacher: Ok, thank you.

 b)   Teacher asks students sing a song together from that video

Teacher: Well, I want ask you sing a song from that video. You get it!

Students: Ok, Sir.

c)   Teacher asks students to repeat sing a song with a firm beat.

Teacher: After you sing together, I want to ask you to repeat sing but establish a rhythm by clapping. Do you understand?

Students: Ok, Mr.

d)  Teacher asks students to make a group.

Teacher: Now, please make a group and each group consist of 6 students so the class has 5 groups.

Students: Ok.

e)   Teacher asks students to practice in group, one student as asking command and another student as practice.

Teacher: After you make a group, please choose from your member group to practice, one student as asking command and one student as practice by using yourself words.

Students: Yes, Mr.

f)     Teacher shows another video to students about conversation of command

Teacher: Ok students, I would like to show you one more video. Lets’ see!

Students: Yes.

Classroom Action and Command

Charly: Hi kids, today we can do classroom command!

Let see! A pappy can listen. Hi, Pappy!

Pappy: Hi, Charly! What do you have?

Charly: Oh, lock. Listen to me, five, four, three, two, one

Pappy, now lets’ handsome fun

Ok, pappy. Stand up!

Ok, pappy. Come here

Pappy, open your mouth!

Pappy, listen to your CD!

Ok, pappy. Close your eyes!

Ok, pappy. Sit down!

Hi, pappy. Do you want to do a packing?

Pappy: Ok.

Charly: Come on! Now lets’ see! What is need?

Give me the CD!

Ok, now give me the pen!

Ok, now give me the juggling balls!

Ok, now give me the flowers!

Ready….!

Pappy: Ready,,,hmmmm…..

Wow,,, that looks good.

Charly: Hmmm…….

Taken from: http://torokossik.blogspot.com/2012/03/19-video-classroom  actions.html

g)                Teacher asks the students to say the command from that video

Teacher: Now, I want to ask you mention the command from that video. If you know that, raise your hand, please!

Sherly  : I am Mr.

Teacher: Ok, Sherly. Please, mention it!

Sherly  : Listen to me, stand up, come here, and open your mouth.

Teacher: Very good, any other?

Picky  : Yes, Sir. It is like lets’ see, give me the juggling balls, close your eyes, and sit down.

Teacher: Wonderful, What about you, John?

John  : Yes, Mr. Expressions of command from that video like come on, give me the CD, give me the pen, and give me the flowers.

Teacher: Ok, right.

h)   Teacher divides the class in two groups, first group as asking command and second group as practice.

Teacher: In this section I will divide this class in two groups, first group as asking command and second group as practice.

Students: Ok, Mr.

i)     Teacher asks those groups to practice in class.

Teacher: Last section I would like these groups to practice in class, first group as asking command and second  group as practice and otherwise.

Students: Ok, Sir.

 

  1. Post-teaching activities (25 minutes)

The last activity is post-teaching activity. The teacher does evaluation about the lesson. The teacher gives a new topic about command by using pictures related with that topic. This evaluation is used by teacher to assess the students.

Teacher: Well students, I want to show you some pictures. Then, you make a command based on the pictures and practice with your partner!

Students: Yes, sir.

Picture 1 (A teacher is giving the punishment to the student)

Taken from: http://images/2007-633-teaching-australian-history.jpg

Picture 2 (Ronald go to the Shopi’s Cafe)

Taken from: http://www.google.co.id/search?q=eat&um=1&hl=id

Picture 3 (Mercy sings a song in the party)

Taken from: http://2.bp.blogspot.com/320/singing-cartoon-couple.gif

Picture 4 (A speaker is presenting his material)

Taken from: http://tipsh2012/02/teaching-public-speaking

Picture 5 (Father asks Charlene to take the rubbish)

Taken from: http://letshavefunwithenglish/take_rubbish.jpg

Speaking Rubric/Teacher Outline

Aspect

Score

Description

 

4

Authentic

Pronunciation

3

Minor English sounds

 

2

Americanized

 

1

Incomprehensible

 

4

Minor errors

Accuracy

3

Comprehensible errors

 

2

Confusing errors

 

1

Incomprehensible errors

 

4

Circumlocution with ease

Vocabulary

3

Avoids English

 

2

Frequent lapses into English

 

1

Mostly English and/or incorrect word use

 

4

Fluid

Fluency

3

Minor hesitations

 

2

Broken speech and awkward silences

 

1

No flow

 

4

Spontaneous, two-way conversation

Comprehension

3

Controlled, two-way conversation

 

2

Inflexible, directed conversation (take turns)

 

1

The exchange isn’t much of a conversation

Maximal Score: 4×5  =20

Maximal Value          =20

Finally Value             =Percentage Score                                    

   Maximal Score

 Example:                         Michael’s Speaking Score Sheet

Aspect

0

1

2

3

4

Pronunciation

-

-

-

3

-

Accuracy

-

-

-

3

-

Vocabulary

-

-

-

-

4

Fluency

-

-

-

3

-

Comprehension

-

-

-

-

4

 

Maximal Score: 4×5  =20

Maximal Value          =20

Finally Value             = Percentage Score      

Maximal Score

Michaels’: Pronunciation        = 3

Accuracy               = 3

Vocabulary            = 4

Fluency                 = 3

Comprehension        = 4

17

= 17

20

=0,85

=85

 

 CHAPTER IV

CONCLUSION AND SUGGESTION

 In this chapter, the writer would like to show some conclusions and suggestions from what has been discussed in the previous chapter.

  1. A.   Conclusion

Speaking ability is important role in learning English as a foreign language because it is very useful both formal communication and informal communication. If a teacher wants to be successful in his/her teaching, he/she has to know properly how to motivate the students to speak through his/her best strategy in teaching. It is not easy to do that because the teacher should know great amount of material to be taught before teaching in the classroom. Besides, he/she has to choose one of the most appropriate strategies in teaching.

Some strategies of teaching speaking are important to apply because the strategy in teaching speaking can help the teacher teaches the students. It can motivate the students to speak and make them more confident in expressing their idea or feeling without any disruption of their lack of knowledge language.

Ridicule strategy is a way that will help teacher to teach the students. By using this strategy in teaching speaking, it is hoped that it can create effective and interesting situation in the classroom. So, it can increase the students’ motivation and their ability in learning of speaking

B.  Suggestion

Based on the conclusion above, the writer will give suggestion for the English teacher in application of this strategy. The teacher should think about member of student. This strategy can application in small class, so the member of student about 25 until 30. In this case, the students have opportunity to participate in the classroom. After that, the teacher should choose a ridicule video or picture as a teaching media.  Based on the situation, the teacher will give motivation to make students interest, enjoyable and happiness in teaching learning process. Finally, the students can get the material and speak English well.

 

REFERENCE

Ali, Zuraidah. Speaking Skill in the ESL Classroom. 2011. 20 December 2011. http://Ezine Articles.com/?expert=Zuraidah Ali

Billig, Michael. 2011. Laughter and Ridicule towards a Social Critique of Humor. London: Loughborough University.

Brown. Components of Speaking. 1994. http://Articles/Brown-Component Teaching Speaking.html

Chlorine. Advantage of Ridicule Strategy. 2006. http://Articles/Chlorine-Advantage Speaking.html

Fleischer, Kristin. Ridicule as Strategic Communication. 2011. 12 March 2010. file:///I/COMPOS Journal >> Ridicule as Strategic Communication.hmt

Gantar, Jure. 2005. Essays in the Ethics of Laughter. Canada: McGill-Queen’s University Press.

Harmer, Jeremy. 2007. How to Teach English. Malaysia: Stenton Association.

Hobbes. Definition of Ridicule Strategy. 2007. http://Articles/Hobbes-Ridicule Strategy in Teaching Speaking.html

Hughes, A. 2003. Testing for Language Teachers. Cambridge: Cambridge University Press.

James, A. Herrick. 1997. The Radical Rhetoric of the English Deists. Columbia: The University of South Carolina Press.

Kayi, Hayriye. Teaching Speaking: Activities to Promote Speaking in a Second Language. 2006. http://iteslj.org/Articles/Kayi-Teaching Speaking.html

Klippel, Friederike. Teaching English as a Foreign or Second Language. 1989. http://www.peacecorps.gov

Louma, Sari. 2004. Assessing Speaking. New York: Cambridge University Press.

Mauger, Sylvia. The Use of Ridicule in Stress Management. 2001. http://freewebs.com/laughtertheory/researcharticles.hmt

Mora, Minda. 2010. Arranged to Fulfill Assignment on Research Method. Medan: Post Graduate School State University.

Nunan, David. 2003. Practical English Language Teaching. New York: The McGraw-Hill Companies, Inc.

Orwig, J. Carol. 1999. Speaking Skill. SIL International.

Richard, C. Jack. 2008. Teaching Listening and Speaking from Theory to practice. Cambridge University Press: New York.

Rivers, M. Wilga. 2000. Interactive Language Teaching. New York: Cambridge University Press.

Rhonda, Rhyne. Procedure of Ridicule Strategy. 2006. http:/articles/teaching-procedure ridicule-speaking skill

Tanner and Green. Teaching Speaking Skills-Overcoming Classroom Problems. 1998.
http:/articles/teaching-speaking-skills-2-overcoming-classroom-problems

Wehmeier, Sally. Oxford Advanced Learner’s Dictionary of Current English. 2007. New York: Oxford University Press.

Yarwood, L. Dean. 2004. When Congress Make a Joke. United States of America: Rowman & Littlefield Publisher, Inc.

Zakharova, Lucy. How to Teach a Language – Teaching Speaking Skills. 2004. http://www.teachingenglish.org.uk/think/methodology/grammar.html 


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

MY FRIEND

Aku punya cerita,,,,, cerita tentang dia. Dia begitu berarti buat aku. Emang sich awal ketemu aku dan dia saling cuek, namun itu awal kisah dari semuanya. Waktu itu aku nggak tahu betul dengan karakternya dia, dia pun juga kayak gitu. Namanya baru kenal, hahahaha……..!!!!

Dalam perjalanan yang cukup lama, aku pun mencoba cari tahu tentang dia. Terkadang menyebalkan juga, namanya mencari tahu yang nggak pasti. Sungguh aku memiliki keyakinan tuk kenal sama dia. Entah angin apa yang membawa aku kepikiran kayak itu. Maklumlah orang cuman pengen kenal, heheheh……….

Namanya begitu indah,,,, waawww!!!! pokoknya top bangat dech…………. kalau aku bilang jangan kaget ya,,,, Baguslah, namanya juga kayak orangnya, parasnya indah,,,,,, sikapnya indah,,,,,, dan prinsipnya juga indah. Bolehlah aku kasih tahu namanya,,,, Dia “Purnama Indah”.

Pasti kaget kan dengarnya. Dia juga sering dijuluki dengan nama “bude”. Nama ini cukup melekat dibenakku. Tiap detik aku ingat nama itu. Karena nama itu adalah nama yang tercipta karena persahabatan aku dan dia.

Sahabat adalah segalanya. Teman suka atau pun duka. Tanpa sahabat hidup tak ada arti. Dia lah yang tahu akan diri kita sesungguhnya. Dunia tak bermakna tanpa ada dia disekitar kita. Tak sanggup jauh walaupun sekejap, namun pengen selalu dekat dengan aroma tubuhnya. Begitu berarti seorang sahabat buat aku.

Maka, jangan pernah sakiti sahabatmu, karena sahabat adalah cara Tuhan menunjukkan bahwa Dia tak ingin kamu sendirian jalani hidup. Orang hadir dihidupmu karena sebuah alasan. Mereka berimu bahagia dan kecewa. Ada yang sesaat, tapi ada yang selamanya.

Sahabat bukan dia yang menghampirimu ketika dia butuh. Namun, dia yang tetap bersamamu ketika seluruh dunia menjauh. Sahabat adalah dia yang tahu bahwa ada sedih di matamu, ketika seluruh dunia percaya dengan senyum diwajahmu.

Bersedih dengan orang yang tepat lebih baik dari pada berbahagia dengan orang yang salah. Bijaklah dalam memilih sahabat. Tak ada yang sempurna, sahabat pun pernah berbuat salah. Tetapi kamu selalu temukan sebuah alasan tuk ma’afkan dia. Indahnya persahabatan adalah saat kita memberi tak mengharapkan balasan. Ada tawa saat dalam kesedihan.

sahabat itu seperti BINTANG, dia memang tak selalu terlihat, tapi kamu tahu dia selalu ada disana. Terlalu berharap akan menyakitimu, namun itu bukan alasan untuk menyesali diri. Ingatlah! sahabat selalu ada untukmu.

Kenalilah sahabat yang disamping kamu. sahabat ialah yang mengulurkan pelukan ketika kamu terjatuh. Sahabat adalah dia yang mampu mengeluarkan kemampuan terbaik yang ada dalam diri kamu. dia yang selalu berimu semangat. Sahabat sejati memberikan waktu di saat tawa hadir, ataupun dikala air mata mengalir. Jika Tuhan menciptakan pelangi tuk mengindahkan langit, maka Tuhan menciptakan sahabat tuk keindahan hidupmu.

INTRODUCTION

Finally, I have a personal blog that has function to share a something in the world. There are some a case in my mind and it has save in there. Now, I have this blog, so I want to share to another person in the world.

Before that, I would like say to Februl Defila who give a knowledge to me about this case and I can use that.

Now, Lets’ go to share for add our knowledge and open the “Jendela Dunia”.